Al-Qur'an Mulia (3): Ragam Makna Gaib, Sholat dan Sedekah

Senin, 31 Mei 2021 - 15:23 WIB
loading...
A A A
Adapun kelompok pertama dapat diidentifikasikan dengan geng salafi-wahabi, dengan tokoh sentral seperti Ustadz Khalid Basalamah. Bagi saya semua benar dari Allah, biarlah Dia yang memberi penilaian kelak. Mengutip kata Gus Dur bahwa dua kategori tarekat itu semuanya datang dari Allah, tidak perlu dipertentangkan. Kita ini, bagi saya adalah murid-murid yang sedang mengerjakan soal di ruang ujian bernama dunia, dimana penilaian atas jawaban yang benar akan ditempel di 'dinding mading' akhirat kelak —atau mungkin diabsen satu satu?

Memeluk agama Islam itu amat mudah, tidak ribet. Saya suka memakai hadist yang mengatakan bahwa Al-Qur'an itu diturunkan dalam tujuh jenis huruf, Nabi sering sekali menengahi sahabat yang merasa paling benar dalam membaca Al-Qur'an, dan pada akhirnya dibenarkan semua oleh beliau. Artinya, sepanjang masih shahadat beda-beda soal amaliah, dan definisi tidak masalah, yang tidak boleh adalah menghalalkan yang batil dan sebaliknya. Islam itu, kata saya, nyaman.

Agar tidak terjadi saling klaim paling benar, saya kadang memakai Surat Al-Kafirun dengan mempersempit makna —maksudnya lakum dinukum waliyadin—yaitu, mengganti kata din atau agama menjadi firqah, kelompok atau pandangan-pandangan yang sudah meniscaya.

Nabi Muhammad SAW sendiri yang mengatakan, Islam akan akan terpecah menjadi 73 golongan, dimana hanya satu yang masuk surga, yaitu aliran Ahlul Sunnah wal Jama'ah —dalam hadist versi lain justru terbalik; 72 masuk surga, satu masuk neraka.

Saya termasuk yang memercayai hadist versi terbalik tersebut, dimana hanya ada satu golongan yang dilaknat Allah, masuk neraka. Mereka ini, adalah kelompok Khawarij, baik mereka yang bertanggungjawab atas pembunuhan Khalifatur Rasyidin Ali RA, maupun keturunan idiologisnya sekarang seperti ISIS di tingkat dunia, atau di Indonesia kelompok-kelompok yang berimam kepada Aman Abdurrahman alias Oman Rochman alias Abu Sulaiman.

Aman yang sekarang di Nusakambangan adalah seorang bekas marbot masjid yang kemudian mendirikan Jamaah Ansharut Daulah setelah sempat bergabung di berbagai organisasi militan --terutama di Jamaah Ansharut Tauhid. Mengidentifikasi mereka yang sering gonta-ganti nama --biasanya kata-kata Arab-- ini sangat mudah, yaitu prinsip takfiri, semua selain mereka sesat.

Saya berdoa, semoga Allah memberikan Pak Aman pemahaman ilmu-Nya dengan lebih baik, sehingga dia tidak merasa mutlak paling benar. Semoga Pak Aman bisa menjadi marbot lagi, atau pendakwah yang mengajarkan perdamaian, sehingga lebih berfaedah. Ingat, kebenaran di dunia ini relatif, kebenaran absolut adalah milik Allah di akhirat kelak.

Persyaratan kedua bagi siapapun yang ingin disebut beriman adalah yang menegakkan sholat. Terminologi menegakkan versus mengerjakan sholat sudah sangat sering dibahas oleh para ahli-ahli. Saya hanya ingin menggarisbawahi bahwa orang yang memilih definisi menegakkan atau mengerjakan dengan standar rukun dan syarat lain serta bisa khusyu’ disebut beriman.

Sementara orang yang penting mengerjakan atau sholat asal-asalan, kadang sholat kadang tidak, atau tidak sama sekali masih bisa disebut muslim atau orang Islam, istilahnya Islam KTP. Keduanya masuk surga? Insya Allah begitu, sebab Nabi Muhammad sendiri dalam hadis shahih sudah menggaransi bahwa setiap orang yang pernah membaca Syahadat dan tidak murtad, maka dia berhak masuk surga, terserah sholatnya bagaimana. Bedanya dengan orang beriman, ya paling 'sekolah' di nerakanya lebih lama.

Menariknya, klasifikasi gaib yang diterapkan Ibn Abbas menurut saya masih bisa dipakai untuk untuk mendiversifikasi makna sholat. Maksud saya begini, ada orang yang mendefiniskan sholat sebagai sebuah ritual gerakan sesuai urutan-urutan rukun. Tujuan sholat bagi mereka juga sangat sederhana dan mudah dikalkulasikan, atau kuantitatif.

Misalnya, bahwa sholat sendirian itu pahalanya lebih rendah dari sholat Jamaah, atau shaf shalat harus rapih sekali, semakin panjang bacaan semakin afdhol dan memang demikian banyak hadis shahih menyatakan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Khotbah Iduladha di...
Khotbah Iduladha di Lapangan Masjid Agung Al Azhar, Din Syamsuddin Tekankan Pentingnya Persatuan Umat Islam
Momen Vicky Shu Belajar...
Momen Vicky Shu Belajar Al-Fatihah Bahasa Isyarat Bersama Disabilitas Tunarungu
Berapa Lama Seluruh...
Berapa Lama Seluruh Ayat Al Quran Diturunkan? Ini Fakta di Balik 22 Tahun Perjalanannya!
Dukung Pemenuhan Kebutuhan...
Dukung Pemenuhan Kebutuhan Al-Qur'an, Sinar Mas Wakafkan 2.000 Mushaf kepada ICMI
Segera Hadir untuk Umat...
Segera Hadir untuk Umat Muslim, Al-Qur’an Terjemah Bahasa Betawi
5 Keutamaan dan Hikmah...
5 Keutamaan dan Hikmah Salat Berjamaah bagi Umat Islam
Rekomendasi
Fenomena Alam yang Membuat...
Fenomena Alam yang Membuat Daratan di Bumi Terangkat Terungkap
Bagaimana Lautan Berada...
Bagaimana Lautan Berada di Bumi Terkuak, Ini Penjelasan Ilimiahnya
Kerangka Manusia Purba...
Kerangka Manusia Purba dengan Kondisi Terawetkan Sempurna Ditemukan di Irak
Artikel Terkini
Kapan Tahun Baru Islam...
Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah?
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
3 Puasa Sunnah Muharram...
3 Puasa Sunnah Muharram yang Pahala Tidak Main-main!
Sebaik-baikya Puasa...
Sebaik-baikya Puasa Setelah Ramadan, Ternyata Puasa Muharram!
Wamenhaj Ungkap Dugaan...
Wamenhaj Ungkap Dugaan Penipuan Rp1,4 M Modus Dam dan Badal Haji
Larangan Menikah di...
Larangan Menikah di Bulan Suro: Bagaimana Pandangan Islam?
Infografis
3 Sholat Sunnah yang...
3 Sholat Sunnah yang Tidak Boleh Dilaksanakan Berjamaah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved