Hati-hati, Penyakit Hati Bisa Menyebabkan Kufur Nikmat
Selasa, 01 Juni 2021 - 21:29 WIB
loading...
Seorang muslim yang merindukan surga, pasti qolbunya bersih dari pikiran-pikiran keduniaan. Karena pikiran dunia, hal Itu mengakibatkan dirinya melupakan ketaatan kepada Allah Azza wa jalla. Foto ilustrasi/ist
A
A
A
Penyakit hati harus diwaspadai setiap muslim, karena kotoran hati akan menjadikan seseorang kufur nikmat dan mendatangkan azab Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Baca juga: Amalan Wanita Haid yang Sayang Bila Dilewatkan
Ya, kenapa kebanyakan manusia masih banyak yang menyimpan penyakit hati seperti hasad, sombong, kedengkian, iri hati, amarah, dan sifat buruk lainnya dalam dirinya? Itu karena hatinya dipenuhi sifat duniawi daripada sifat ukhrawi. Lebih cinta dunia daripada merindukan surga.
Tidak fokus mengingat akhirat itulah yang membuat orang-orang muslim lalai. Tidak menyukuri nikmat. Padahal, muslim yang merindukan surga, pasti qolbunya bersih dari pikiran-pikiran keduniaan. Dan pikiran keduniaan itulah yang mengakibatkan dirinya melupakan ketaatan kepada Allah Azza wa jalla.
Baca juga: Rumah Tangga Tentram Karena Paham Agama
Seorang ulama ahli zikir, Syekh Ahmad As-Syarif As-Sanusi dalam kitabnya, Fuyudhat Al Mawahib Al Makiyyah mengatakan, "Hati yang bersih dapat memantulkan cahaya Allah Subhanahu wa Ta'ala." Selama ini hati manusia penuh kotoran. Akibat debu-debu duniawi itulah, hati pun buram.
Akibat kerak dosa, membuat hati yang fitrah (suci) menjadi ternoda. Seiring menebalnya kerak dosa --karena mengikuti hawa nafsu-- hati pun menjadi gelap pekat. Tak bisa menerima cahaya, bahkan akan hilang sinarnya bila bertemu dengan hati yang seperti ini. Terpental.
Baca juga: Rutin Membaca Sholawat, Pahalanya Sangat Dahsyat
Dosa hati itu misalnya adalah hasad. Sedangkan hasad adalah menginginkan hilangnya nikmat yang ada pada orang lain.” (buku At-Tashiil li Ta’wil At-Tanziil Juz ‘Amma fii Sual wa Jawab)
Hasad menurut Ibnu Taimiyah adalah,
الْحَسَدَ هُوَ الْبُغْضُ وَالْكَرَاهَةُ لِمَا يَرَاهُ مِنْ حُسْنِ حَالِ الْمَحْسُودِ
“Hasad adalah membenci dan tidak suka terhadap keadaan baik yang ada pada orang yang dihasad.” (Majmu’ah Al-Fatawa).
Baca juga: Kajian Ilmiah yang Menguatkan Ancaman Gempa 8,9 M dan Tsunami 29 Meter di Jawa
Baca juga: Amalan Wanita Haid yang Sayang Bila Dilewatkan
Ya, kenapa kebanyakan manusia masih banyak yang menyimpan penyakit hati seperti hasad, sombong, kedengkian, iri hati, amarah, dan sifat buruk lainnya dalam dirinya? Itu karena hatinya dipenuhi sifat duniawi daripada sifat ukhrawi. Lebih cinta dunia daripada merindukan surga.
Tidak fokus mengingat akhirat itulah yang membuat orang-orang muslim lalai. Tidak menyukuri nikmat. Padahal, muslim yang merindukan surga, pasti qolbunya bersih dari pikiran-pikiran keduniaan. Dan pikiran keduniaan itulah yang mengakibatkan dirinya melupakan ketaatan kepada Allah Azza wa jalla.
Baca juga: Rumah Tangga Tentram Karena Paham Agama
Seorang ulama ahli zikir, Syekh Ahmad As-Syarif As-Sanusi dalam kitabnya, Fuyudhat Al Mawahib Al Makiyyah mengatakan, "Hati yang bersih dapat memantulkan cahaya Allah Subhanahu wa Ta'ala." Selama ini hati manusia penuh kotoran. Akibat debu-debu duniawi itulah, hati pun buram.
Akibat kerak dosa, membuat hati yang fitrah (suci) menjadi ternoda. Seiring menebalnya kerak dosa --karena mengikuti hawa nafsu-- hati pun menjadi gelap pekat. Tak bisa menerima cahaya, bahkan akan hilang sinarnya bila bertemu dengan hati yang seperti ini. Terpental.
Baca juga: Rutin Membaca Sholawat, Pahalanya Sangat Dahsyat
Dosa hati itu misalnya adalah hasad. Sedangkan hasad adalah menginginkan hilangnya nikmat yang ada pada orang lain.” (buku At-Tashiil li Ta’wil At-Tanziil Juz ‘Amma fii Sual wa Jawab)
Hasad menurut Ibnu Taimiyah adalah,
الْحَسَدَ هُوَ الْبُغْضُ وَالْكَرَاهَةُ لِمَا يَرَاهُ مِنْ حُسْنِ حَالِ الْمَحْسُودِ
“Hasad adalah membenci dan tidak suka terhadap keadaan baik yang ada pada orang yang dihasad.” (Majmu’ah Al-Fatawa).
Baca juga: Kajian Ilmiah yang Menguatkan Ancaman Gempa 8,9 M dan Tsunami 29 Meter di Jawa
Lihat Juga :