Beda Pendapat Tentang Nabi Ilyas Adalah Nabi Idris
Kamis, 03 Juni 2021 - 19:20 WIB
loading...
A
A
A
Imam Syaukani menuturkan, “Ibnu Mas’ud, al-A’masy, dan Yahya bin Watsab membacanya,(و إدريس لمن المرسلين).Bahwasannya beliau adalah Ilyas, bukan Idris. Mengacu pada pendapat ini maka nama beliau adalah: Ilyas bin Nasai bin Fanhash bin al-‘Izar bin Harun saudara Musa bin Imran, wallahu a’lam. (Lihat Ibnu Hajar al-Asqalani, dalam Fathul Bari: 6/432, dan dinisbatkan kepada Ibnu Ishaq. Disebutkan oleh ath-Thabariy dalam Tarikhnya : 1/461, dan oleh Ibnu Katsir dalam tafsirnya : 4/19).
Adapula yang mengatakan beliau adalah Ilyas bin Yas cucu nabi Harun saudara Musa. Beliau adalah Ilyas at-Tasybiy.
Diceritakan beliau adalah Ilyas bin al-‘Azir bin al-‘Izar bin Harun bin Imran.
Baca juga: Nabi Idris Serahkan Tugas Kenabian Kepada Anak Cucunya
Kaum Nabi Ilyas
Dahulu Ilyas diutus kepada penduduk Ba’labak yang terletak di sebelah barat Damaskus. Dan kota Ba’labak saat ini berada dalam terutorial negeri Libanon.
Allah Ta’ala mengutus Ilyas kepada penduduk Ba’labak, untuk menyeru mereka kepada Allah Azza wa jalla dan meninggalkan peribadahan berhala yang mereka beri nama Ba’i.
al-Hafidz Ibnu Asakir menukil dengan sanadnya dari Ibnu Abbas, ia berkata, “Dinamakan daerah itu dengan Ba’labak karena mereka menyembah Ba’i. Dan tempat mereka berada di depan sehingga dinamakan Ba’labak”
Dan para ulama berbeda pendapat tentang arti Ba’i menjadi beberapa pendapat: Ba’i adalah nama berhala yang mereka sembah.
Al-Hafidz Ibnu Katsir mengatakan, “Pendapat ini lebih mendekati kebenaran”.
Dia adalah nama seorang wanita yang bernama Ba’i yang mereka sembah.
Sedang Mujahid menuturkan, “Ba’i artinya adalah Rabb”. Pendapat ini yang dipegang oleh Imam Bukhari dalam kitab shahihnya.
Dan pendapat yang benar dari pendapat-pendapat di atas adalah pendapat pertama sebagaimana diisyaratkan oleh Ibnu Katsir.
Sesungguhnya mereka dahulu menyembah berhala yang bernama Ba’i. Maka Ilyas menyeru mereka untuk mentauhidkan Allah Ta’ala dan melarang dari peribadatan kepada selain Allah Shubhanahu wa Ta’alla. Yang mana sebelumnya Raja mereka telah beriman namun kemudian murtad, selanjutnya mereka terus menerus di atas kesesatan dan tidak ada seorangpun yang beriman kepada Ilyas. Maka nabi Ilyas ‘Alaih sallam berdoa kepada Allah SWT untuk menimpakan keburukan pada mereka, sehingga Allah Shubhanahu wa Ta’alla menahan hujan untuk mereka selama tiga tahun.
Adapula yang mengatakan beliau adalah Ilyas bin Yas cucu nabi Harun saudara Musa. Beliau adalah Ilyas at-Tasybiy.
Diceritakan beliau adalah Ilyas bin al-‘Azir bin al-‘Izar bin Harun bin Imran.
Baca juga: Nabi Idris Serahkan Tugas Kenabian Kepada Anak Cucunya
Kaum Nabi Ilyas
Dahulu Ilyas diutus kepada penduduk Ba’labak yang terletak di sebelah barat Damaskus. Dan kota Ba’labak saat ini berada dalam terutorial negeri Libanon.
Allah Ta’ala mengutus Ilyas kepada penduduk Ba’labak, untuk menyeru mereka kepada Allah Azza wa jalla dan meninggalkan peribadahan berhala yang mereka beri nama Ba’i.
al-Hafidz Ibnu Asakir menukil dengan sanadnya dari Ibnu Abbas, ia berkata, “Dinamakan daerah itu dengan Ba’labak karena mereka menyembah Ba’i. Dan tempat mereka berada di depan sehingga dinamakan Ba’labak”
Dan para ulama berbeda pendapat tentang arti Ba’i menjadi beberapa pendapat: Ba’i adalah nama berhala yang mereka sembah.
Al-Hafidz Ibnu Katsir mengatakan, “Pendapat ini lebih mendekati kebenaran”.
Dia adalah nama seorang wanita yang bernama Ba’i yang mereka sembah.
Sedang Mujahid menuturkan, “Ba’i artinya adalah Rabb”. Pendapat ini yang dipegang oleh Imam Bukhari dalam kitab shahihnya.
Dan pendapat yang benar dari pendapat-pendapat di atas adalah pendapat pertama sebagaimana diisyaratkan oleh Ibnu Katsir.
Sesungguhnya mereka dahulu menyembah berhala yang bernama Ba’i. Maka Ilyas menyeru mereka untuk mentauhidkan Allah Ta’ala dan melarang dari peribadatan kepada selain Allah Shubhanahu wa Ta’alla. Yang mana sebelumnya Raja mereka telah beriman namun kemudian murtad, selanjutnya mereka terus menerus di atas kesesatan dan tidak ada seorangpun yang beriman kepada Ilyas. Maka nabi Ilyas ‘Alaih sallam berdoa kepada Allah SWT untuk menimpakan keburukan pada mereka, sehingga Allah Shubhanahu wa Ta’alla menahan hujan untuk mereka selama tiga tahun.
Lihat Juga :