Ketika Al-Qur'an 'Membunuh' Pendengarnya, Berikut Kisahnya

loading...
Ketika Al-Quran Membunuh Pendengarnya, Berikut Kisahnya
Ali Mustafha Siregar, mahasiswa Universitas Al-Ahgaff Yaman asal Indonesia. Foto/Ist
Ali Musthafa Siregar
Mahasiswa Fakultas Syari'ah
Universitas Al-Ahgaff Hadhramaut Yaman

Pada masa dahulu hiduplah dua orang sholihin, sekaligus sebagai ayah dan anak yaitu Ali bin Fudhoil (anak) dan Fudhoil bin 'Iyadh (ayah).

Fudhoil bin 'Iyadh bin Mas'uud bin Bisyr At-Tamimi Al-Yarbuu'i sendiri adalah seorang ulama besar dan termasuk guru dari Imam Syafi'i yang hidup pada abad kedua, dan wafat pada tahun 187 Hijriyah.

Kesalehan Fudhail bin Iyadh ini tak pantas diragukan lagi, hingga kesalehan itu menurun kepada putranya, yaitu Ali bin Fudhail Ibn 'Iyadh. Sehingga mereka berdua termasuk dari orang-orang yang sangat salih lagi takut kepada Allah.sebagaimama yang diungkapkan Imam Sufyan bin Uyainah radhiyallahu 'anhuma:

مَا رَأَيْتُ أَحَدًا أَخْوَفَ مِنَ الْفُضَيْلِ وَابْنِهِ

"Tidaklah aku pernah lihat seseorang yang lebih besar rasa takutnya kepada Allah daripada Fudhoil dan Anaknya."

Masuklah kita ke sebuah kisah tentang Al-Qur'an yang 'membunuh' pendengarnya. Dikisahkan, ketika Fudhoil bin Iyadh menjadi imam sholat dan anaknya Ali bin Fudhoil menjadi makmumnya. Kemudian Fudhoil membaca ayat yang membuat takut kepada Allah:

قَالُوا رَبَّنَا غَلَبَتْ عَلَيْنَا شِقْوَتُنَا وَكُنَّا قَوْماً ضَالِّينَ

"Mereka berkata: 'Ya Tuhan kami, kami telah dikuasai oleh kejahatan kami, dan adalah kami orang-orang yang sesat." (QS Mu'minun: 106)

Maka Ali bin Fudhoil pun tersungkur pingsan karenanya. Ketika Fudhail mengetahui bahwa ternyata anaknya di belakang telah jatuh, maka beliau mempercepat bacaannya.
halaman ke-1
cover top ayah
وَلَا تَسُبُّوا الَّذِيۡنَ يَدۡعُوۡنَ مِنۡ دُوۡنِ اللّٰهِ فَيَسُبُّوا اللّٰهَ عَدۡوًاۢ بِغَيۡرِ عِلۡمٍ ‌ؕ كَذٰلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ اُمَّةٍ عَمَلَهُمۡ ۖ ثُمَّ اِلٰى رَبِّهِمۡ مَّرۡجِعُهُمۡ فَيُنَبِّئُهُمۡ بِمَا كَانُوۡا يَعۡمَلُوۡنَ
Dan janganlah kamu memaki sesembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa dasar pengetahuan. Demikianlah, Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan tempat kembali mereka, lalu Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan.

(QS. Al-An’am:108)
cover bottom ayah
preload video