Rumah Tangga, Tempat Awal Iblis Merusak Masyarakat
Rabu, 16 Juni 2021 - 11:41 WIB
loading...
A
A
A
Artinya iblis belum puas dengan apa yang mereka lakukan. Hingga datanglah salah seorang tentara iblis yang lainnya dan berkata melapor:
مَا تَرَكْتُهُ حَتَّى فَرَّقْتُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ امْرَأَتِهِ
“Tidaklah aku meninggalkan anak Adam melainkan setelah aku berhasil memisahkan dirinya dengan istrinya.”
Yaitu merusak hubungannya dengan istrinya, menghancurkan rumah tangganya. Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata setelah itu bahwa iblis menyuruh tentaranya tersebut mendekat ke sisinya dan berkata:
نِعْمَ أَنْتَ
“Engkau baru sebaik-baik tentaraku.”
Baca juga: Hukum Mendoakan Keburukan
Artinya iblis baru puas dengan apa yang telah dilakukan oleh tentaranya itu. Yaitu merusak rumah tangga muslim.
Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary mengatakan, hal tersebut adalah langkah iblis. Tujuan utama tentunya bukanlah merusak rumah tangga ini, tapi ini merupakan salah satu sarana rusaknya sebuah bangsa atau masyarakat atau generasi, dengan rusaknya rumah tangga.
Merusak rumah tangga bukan tujuan utama, tapi sebagai wasilah kepada kerusakan yang lebih besar. Dan kita dapati sebuah masyarakat menjadi rusak jika elemen rumah tangga ini rusak. Itulah yang menjadi tujuan iblis, bagaimana merusak rumah tangga. Hal ini supaya bisa merusak masyarakat. Karena sebuah bangsa tersusun dari rumah tangga-rumah tangga.
Baca juga: Kemenkes: Varian Delta Cepat Menular lewat Orang Tanpa Gejala
Dalam sebuah tausiyahnya, Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary menambahkan bahwa apabila rumah tangga ini roboh, pondasi rumah tangga itu ambruk, maka akan rubuhlah juga bangsa tersebut. Yang dirusak di sini adalah pendidikan generasi. Ketika rumah tangga tidak bisa menjalankan fungsinya, maka yang rusak adalah generasi.
مَا تَرَكْتُهُ حَتَّى فَرَّقْتُ بَيْنَهُ وَبَيْنَ امْرَأَتِهِ
“Tidaklah aku meninggalkan anak Adam melainkan setelah aku berhasil memisahkan dirinya dengan istrinya.”
Yaitu merusak hubungannya dengan istrinya, menghancurkan rumah tangganya. Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata setelah itu bahwa iblis menyuruh tentaranya tersebut mendekat ke sisinya dan berkata:
نِعْمَ أَنْتَ
“Engkau baru sebaik-baik tentaraku.”
Baca juga: Hukum Mendoakan Keburukan
Artinya iblis baru puas dengan apa yang telah dilakukan oleh tentaranya itu. Yaitu merusak rumah tangga muslim.
Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary mengatakan, hal tersebut adalah langkah iblis. Tujuan utama tentunya bukanlah merusak rumah tangga ini, tapi ini merupakan salah satu sarana rusaknya sebuah bangsa atau masyarakat atau generasi, dengan rusaknya rumah tangga.
Merusak rumah tangga bukan tujuan utama, tapi sebagai wasilah kepada kerusakan yang lebih besar. Dan kita dapati sebuah masyarakat menjadi rusak jika elemen rumah tangga ini rusak. Itulah yang menjadi tujuan iblis, bagaimana merusak rumah tangga. Hal ini supaya bisa merusak masyarakat. Karena sebuah bangsa tersusun dari rumah tangga-rumah tangga.
Baca juga: Kemenkes: Varian Delta Cepat Menular lewat Orang Tanpa Gejala
Dalam sebuah tausiyahnya, Ustadz Abu Ihsan Al-Atsary menambahkan bahwa apabila rumah tangga ini roboh, pondasi rumah tangga itu ambruk, maka akan rubuhlah juga bangsa tersebut. Yang dirusak di sini adalah pendidikan generasi. Ketika rumah tangga tidak bisa menjalankan fungsinya, maka yang rusak adalah generasi.
Lihat Juga :