Gus Baha Ceritakan Kisah Wali yang Suka Sepak Bola
Rabu, 23 Juni 2021 - 15:25 WIB
loading...
A
A
A
Ternyata ketika beliau pulang, beliau melihat orang di antara langit dan bumi duduk di kursi, lalu beliau dipanggil:
"Wahai Sya'roni, kamu tidak punya malu dengan aku. Orang tadi yang bermain sepak bola itu wali Abdal. Kamu itu wali baru kok tidak memiliki sopan."
Untuk diketahui, dalam ilmu tasawuf, Wali Abdal adalah sekelompok orang terpilih yang memiliki kedudukan mulia di sisi Allah. Mereka adalah manusia pengganti yang diberi karunia khusus sepeninggal Para Nabi.
Beliau bertanya, "Anda wali kok bermain sepak bola dan bercelana pendek?"
"Ya biarkan, aku lagi senang dengan umatnya Nabi. Namanya orang senang ya main sepak bola."
Lucu jawabnya. "Itu buka aurat!" kata Imam Sya'roni.
"Ya, ketika sholat Mazhabku Syafi'i, jadi aku sarungan, tapi kalau di luar sholat Mazhab Hambali."
Masih dijawab damai. Wali itu bilang: "Ana Sayyidul Mullamatiyah (aku ini Wali Qutb yang menjadi ketuanya, aliran Mulamatiyah."
Aliran Mulamatiyah ini adalah sekelompok wali yang tidak pernah sholat qabliyah juga tidak pernah sholat ba'diyah. Tapi, mereka sangat rindu pada Allah. Cuma ingin menunjukkan kepada umatnya Nabi bahwa sholat ini tidak wajib.
Kalau pedagang sholat fardhu saja, tidak perlu qabliyah-ba'diyah. Orang yang kerja satpam tidak perlu qabliyah-ba'diyah. Sudah hidupnya susah, utang banyak, qabliyah-ba'diyah ruwet.
Jadi sampai begitu. Ada umat Nabi yang jadi wali, saking kepengin umatnya Nabi yang tidak shalat qobliyah-ba’diyah agar tidak dicap jelek, dia seorang wali yang sangat merindukan Tuhan, tapi tidak pernah qabliyah-ba’diyah.
"Wahai Sya'roni, kamu tidak punya malu dengan aku. Orang tadi yang bermain sepak bola itu wali Abdal. Kamu itu wali baru kok tidak memiliki sopan."
Untuk diketahui, dalam ilmu tasawuf, Wali Abdal adalah sekelompok orang terpilih yang memiliki kedudukan mulia di sisi Allah. Mereka adalah manusia pengganti yang diberi karunia khusus sepeninggal Para Nabi.
Beliau bertanya, "Anda wali kok bermain sepak bola dan bercelana pendek?"
"Ya biarkan, aku lagi senang dengan umatnya Nabi. Namanya orang senang ya main sepak bola."
Lucu jawabnya. "Itu buka aurat!" kata Imam Sya'roni.
"Ya, ketika sholat Mazhabku Syafi'i, jadi aku sarungan, tapi kalau di luar sholat Mazhab Hambali."
Masih dijawab damai. Wali itu bilang: "Ana Sayyidul Mullamatiyah (aku ini Wali Qutb yang menjadi ketuanya, aliran Mulamatiyah."
Aliran Mulamatiyah ini adalah sekelompok wali yang tidak pernah sholat qabliyah juga tidak pernah sholat ba'diyah. Tapi, mereka sangat rindu pada Allah. Cuma ingin menunjukkan kepada umatnya Nabi bahwa sholat ini tidak wajib.
Kalau pedagang sholat fardhu saja, tidak perlu qabliyah-ba'diyah. Orang yang kerja satpam tidak perlu qabliyah-ba'diyah. Sudah hidupnya susah, utang banyak, qabliyah-ba'diyah ruwet.
Jadi sampai begitu. Ada umat Nabi yang jadi wali, saking kepengin umatnya Nabi yang tidak shalat qobliyah-ba’diyah agar tidak dicap jelek, dia seorang wali yang sangat merindukan Tuhan, tapi tidak pernah qabliyah-ba’diyah.
Lihat Juga :