Gus Baha Ceritakan Kisah Wali yang Suka Sepak Bola

loading...
Gus Baha Ceritakan Kisah Wali yang Suka Sepak Bola
Ulama tafsir asal Rembang Gus Baha (kanan) saat menghadiri kajian bersama Ustaz Yusuf Mansur. Foto/dok iqra.id
Pesta sepak bola Piala Eropa 2021 kini menjadi pusat perhatian dunia di tengah pandemi saat ini. Hajatan bola ini pun menjadi hiburan bagi pecinta bola di Tanah Air.

Ada satu kajian menarik disampaikan ulama tafsir Gus Baha (KH Ahmad Bahauddin Nursalim) terkait sepak bola. Pengasuh Ponpes Tahfidz Qur'an LP3IA Kragan, Kabupaten Rembang itu menceritakan kisah Wali yang suka sepak bola dalam satu kajiannya bersama santri.

Baca Juga: Gus Baha Menyikapi Pedagang Warung dengan Aurat Terbuka

Melansir dari portal Islam iqra.id, KH Ahmad Bahauddin Nursalim menerangkan kisah waliyullah Imam Sya'roni (wafat 973 H/1565 M) bertemu Wali yang menyukai sepak bola. Berikut cerita Gus Baha:

Saya belajar banyak itu demi kalian semua sebagai umatnya Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Saya ini punya pigura yang tertulis:

يا بني، إني أكثر العلم لأكثر الشهادة أن رحمته الله عمت ووسعت كل شيء
(Ya bunayya inni uksirul 'ilma liuksira syahadah anna rahmatahu 'ammat wa wasi'at kulli syai-in)

Saya wasiatkan ke anak-anak saya, "Cung aku dulu belajar banyak bukan karena ingin disebut alim, tapi hanya ingin mengerti betapa luasnya rahmat Allah, sehingga aku bisa takzhim (hormat) ke semua umat Kanjeng Nabi Muhammad SAW."

Saya pernah belajar kitab wali, Kitabnya Imam Sya'roni. Namanya kitab yaitu Al-Minan Al-Kubro. Imam Sya'roni itu wali kelas berat. Imam Sya'roni juga terkenal pengarang kitab Manaqib.

Manaqib Syekh Abdul Qodir adalah karangannya Syekh Al-Barzanji, tapi beliau merujuk Kitab Manaqib yang dikarang oleh Imam Sya'roni.

Imam Sya'roni berkali-kali dipermalukan oleh wali lainnya. Dia pernah bertemu orang bercelana pendek sedang bermain sepak bola di suatu pantai.
halaman ke-1
cover top ayah
وَاِذۡ قَالَ اِبۡرٰهٖمُ رَبِّ اَرِنِىۡ كَيۡفَ تُحۡىِ الۡمَوۡتٰى ؕ قَالَ اَوَلَمۡ تُؤۡمِنۡ‌ؕ قَالَ بَلٰى وَلٰـكِنۡ لِّيَطۡمَٮِٕنَّ قَلۡبِىۡ‌ؕ قَالَ فَخُذۡ اَرۡبَعَةً مِّنَ الطَّيۡرِ فَصُرۡهُنَّ اِلَيۡكَ ثُمَّ اجۡعَلۡ عَلٰى كُلِّ جَبَلٍ مِّنۡهُنَّ جُزۡءًا ثُمَّ ادۡعُهُنَّ يَاۡتِيۡنَكَ سَعۡيًا ‌ؕ وَاعۡلَمۡ اَنَّ اللّٰهَ عَزِيۡزٌ حَكِيۡمٌ
Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata, “Ya Tuhanku, perlihatkanlah kepadaku bagaimana Engkau menghidupkan orang mati.” Allah berfirman, “Belum percayakah engkau?” Dia (Ibrahim) menjawab, “Aku percaya, tetapi agar hatiku tenang (mantap).” Dia (Allah) berfirman, “Kalau begitu ambillah empat ekor burung, lalu cincanglah olehmu kemudian letakkan di atas masing-masing bukit satu bagian, kemudian panggillah mereka, niscaya mereka datang kepadamu dengan segera.” Ketahuilah bahwa Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.

(QS. Al-Baqarah:260)
cover bottom ayah
preload video