Taat Akan Berat Jika Sudah Terbiasa Maksiat
Minggu, 04 Juli 2021 - 05:00 WIB
loading...
A
A
A
Karena itu wahai muslimah, mari kita tinggalkan maksiat, segera kita tinggalkan maksiat. Karena maksiat menjadikan hati kita berat untuk mengamalkan ketaatan kepada Allah Ta'ala
Seseorang akibat perbuatan maksiatnya, seringkali membuat ia tidak mampu untuk shalat tahajud, berat hatinya untuk bangun di waktu malam. Seseorang akibat perbuatan maksiatnya, lisannya kelu untuk berzikir kepada Allah. Bahkan hatinya tak merasakan lagi kenikmatan di saat ia mengucapkan “Subhaanallah, walhamdulillah, laailaaha illallah, allahu akbar”. Bahkan hatinya tak bergetar ketika disebutkan ayat-ayat Allah.
Baca juga: PPKM Darurat, Pemerintah Lacak Pergerakan Masyarakat via Sinyal Ponsel
Pernah, suatu hari datang seorang pemuda bertanya kepada Al Imam Hasan Al Bashri Rahimahullah, “Wahai Imam, aku telah melakukan banyak maksiat, akan tetapi mengapa Allah tidak menghukumku?”
Lantas Sang Imam pun bertanya kembali kepada pemuda itu, “Apakah setiap malam kamu bangun tahajud?”
“Tidak.” Ujar pemuda itu.
Kemudian Imam Hasan Al Bashri menjawab, “Itulah seberat-beratnya hukuman yang Allah berikan untukmu. Tiada hukuman yang lebih berat jika Allah telah berpaling darimu. Ia tidak lagi mau berbicara dan mendengar bicara darimu, dibiarkan engkau terlena, tanpa perasaan menyesal disaat meninggalkannya. Cukuplah Allah menarik nikmat dan kelezatan ibadah dalam dirimu itu sebagai hukuman kepadamu.”
Baca juga: Stasiun Gambir dan Pasar Senen Layani Vaksin Gratis untuk Penumpang KA, Ini Syaratnya
Wallahu A'lam
Seseorang akibat perbuatan maksiatnya, seringkali membuat ia tidak mampu untuk shalat tahajud, berat hatinya untuk bangun di waktu malam. Seseorang akibat perbuatan maksiatnya, lisannya kelu untuk berzikir kepada Allah. Bahkan hatinya tak merasakan lagi kenikmatan di saat ia mengucapkan “Subhaanallah, walhamdulillah, laailaaha illallah, allahu akbar”. Bahkan hatinya tak bergetar ketika disebutkan ayat-ayat Allah.
Baca juga: PPKM Darurat, Pemerintah Lacak Pergerakan Masyarakat via Sinyal Ponsel
Pernah, suatu hari datang seorang pemuda bertanya kepada Al Imam Hasan Al Bashri Rahimahullah, “Wahai Imam, aku telah melakukan banyak maksiat, akan tetapi mengapa Allah tidak menghukumku?”
Lantas Sang Imam pun bertanya kembali kepada pemuda itu, “Apakah setiap malam kamu bangun tahajud?”
“Tidak.” Ujar pemuda itu.
Kemudian Imam Hasan Al Bashri menjawab, “Itulah seberat-beratnya hukuman yang Allah berikan untukmu. Tiada hukuman yang lebih berat jika Allah telah berpaling darimu. Ia tidak lagi mau berbicara dan mendengar bicara darimu, dibiarkan engkau terlena, tanpa perasaan menyesal disaat meninggalkannya. Cukuplah Allah menarik nikmat dan kelezatan ibadah dalam dirimu itu sebagai hukuman kepadamu.”
Baca juga: Stasiun Gambir dan Pasar Senen Layani Vaksin Gratis untuk Penumpang KA, Ini Syaratnya
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :