Dahsyatnya Al-Qur'an: Satu-satunya Kalam yang Bersifat Abadi (3/Tamat)
Sabtu, 10 Juli 2021 - 21:55 WIB
loading...
A
A
A
Menurut saya, mimpi Dr Eben itu benar, namun dia salah dalam mengidentifikasi keberadaan arwahnya saat mati suri. Dr Eben yang sampai sekarang getol mengampanyekan adanya eksistensi hidup setelah mati ini sebenarnya belum sampai di alam akhirat. Dia baru masuk ke level alam Barzakh, atau alam yang memisahkan antara alam dunia dan alam akhirat atau disebut juga alam kubur.
Sebagaimana Allah berfirman dalam Al-Qur'an: "Dan di belakang mereka ada alam barzah (dinding) sampai hari mereka dibangkitkan." (QS. 23:100)
Namun, saya mengira Dr Eben belum berurusan dengan Malaikat-malaikat Munkar dan Nakir, atau justru malah sedang 'dikerjain' karena ada sebuah riwayat yang mengatakan bahwa setiap orang yang mati tetap ruhnya akan akan diuji. Misalnya didatangi oleh arwah ayah, ibu, atau orang terdekat yang sudah meninggal terlebih dahulu agar ia masuk Nasrani atau Yahudi.
Pada alam Barzakh ini pula menurut saya, Allah menempatkan ruh-ruh orang yang sudah mati dan tidur, sehingga jangan heran banyak cerita mimpi seseorang bisa bertemu dengan orang yang sudah mati. Ruh-ruh para Nabi dan waliyullah bisa terbang bebas dari alam ini ke alam lain. Seperti diterangkan dalam sebuah hadist ruh, mereka ada dalam burung-burung yang terbang, dan hinggap di bawah singgasana Allah— 'Arsy.
Syekh Ibnu Qayyim al Jauziy mengatakan, roh-roh berbeda tempat di alam Barzakh, sesuai dengan amalannya di dunia. Di antaranya, roh yang ada di Illiyin paling tinggi di Al Mala'ul-A'la, yaitu roh para Nabi.
Sementara ruh orang-orang yang sesat seperti dikemukakan dalam sebuah nash, tidak akan bisa menembus langit, seperti juga dikemukakan oleh Syekh Qayyim bahwa di antara arwah yang tertahan di bumi, yaitu jiwa yang memiliki sifat bumi.
Sebuah hadist shahih mengatakan, bahwa Nabi menyebut arwah nantinya akan bergerombol sesuai dengan kebiasaanya di dunia, orang alim dengan orang alim, orang jahat dengan orang jahat.
Saya beberapa kali mengalami mimpi bertemu dengan tokoh yang sudah meninggal, dan itu pengalaman yang sungguh luar biasa mengingat saya sangat jarang sekali bermimpi. Saya merekomendasikan buku berjudul Barzakh karangan Sufi Akbar, Muhyiddin Ibn Arabi untuk memahami alam diantara dua dunia itu.
Menurut Maulana Khalid, kalam ilahi (Firman Allah Ta’ala) menceritakan berbagi hal. Jika itu menceritakan kejadian yang terjadi atau yang akan terjadi, itu disebut khabar (narasi); jika tidak demikian, itu disebut insha'. Apabila itu menyatakan hal-hal yang harus dilakukan, itu disebut amr (perintah). Jika itu menyatakan larangan, Nahy (larangan). Tapi tidak ada perubahan atau penambahan di Kalam al-ilahiyya.
Setiap kitab atau setiap halaman yang diturunkan adalah selembar firman Allah Ta’ala. Artinya, mereka adalah milik kalam an-Nafsi-Nya. Bila dalam bahasa Arab itu disebut Al-Qur'an. Wahyu yang terungkap dalam puisi dan yang bisa ditulis dan dikatakan dan didengar dan diingat adalah disebut kalam al-lafzi atau Al-Qur'anul-Karim.
Sebagaimana Allah berfirman dalam Al-Qur'an: "Dan di belakang mereka ada alam barzah (dinding) sampai hari mereka dibangkitkan." (QS. 23:100)
Namun, saya mengira Dr Eben belum berurusan dengan Malaikat-malaikat Munkar dan Nakir, atau justru malah sedang 'dikerjain' karena ada sebuah riwayat yang mengatakan bahwa setiap orang yang mati tetap ruhnya akan akan diuji. Misalnya didatangi oleh arwah ayah, ibu, atau orang terdekat yang sudah meninggal terlebih dahulu agar ia masuk Nasrani atau Yahudi.
Pada alam Barzakh ini pula menurut saya, Allah menempatkan ruh-ruh orang yang sudah mati dan tidur, sehingga jangan heran banyak cerita mimpi seseorang bisa bertemu dengan orang yang sudah mati. Ruh-ruh para Nabi dan waliyullah bisa terbang bebas dari alam ini ke alam lain. Seperti diterangkan dalam sebuah hadist ruh, mereka ada dalam burung-burung yang terbang, dan hinggap di bawah singgasana Allah— 'Arsy.
Syekh Ibnu Qayyim al Jauziy mengatakan, roh-roh berbeda tempat di alam Barzakh, sesuai dengan amalannya di dunia. Di antaranya, roh yang ada di Illiyin paling tinggi di Al Mala'ul-A'la, yaitu roh para Nabi.
Sementara ruh orang-orang yang sesat seperti dikemukakan dalam sebuah nash, tidak akan bisa menembus langit, seperti juga dikemukakan oleh Syekh Qayyim bahwa di antara arwah yang tertahan di bumi, yaitu jiwa yang memiliki sifat bumi.
Sebuah hadist shahih mengatakan, bahwa Nabi menyebut arwah nantinya akan bergerombol sesuai dengan kebiasaanya di dunia, orang alim dengan orang alim, orang jahat dengan orang jahat.
Saya beberapa kali mengalami mimpi bertemu dengan tokoh yang sudah meninggal, dan itu pengalaman yang sungguh luar biasa mengingat saya sangat jarang sekali bermimpi. Saya merekomendasikan buku berjudul Barzakh karangan Sufi Akbar, Muhyiddin Ibn Arabi untuk memahami alam diantara dua dunia itu.
Menurut Maulana Khalid, kalam ilahi (Firman Allah Ta’ala) menceritakan berbagi hal. Jika itu menceritakan kejadian yang terjadi atau yang akan terjadi, itu disebut khabar (narasi); jika tidak demikian, itu disebut insha'. Apabila itu menyatakan hal-hal yang harus dilakukan, itu disebut amr (perintah). Jika itu menyatakan larangan, Nahy (larangan). Tapi tidak ada perubahan atau penambahan di Kalam al-ilahiyya.
Setiap kitab atau setiap halaman yang diturunkan adalah selembar firman Allah Ta’ala. Artinya, mereka adalah milik kalam an-Nafsi-Nya. Bila dalam bahasa Arab itu disebut Al-Qur'an. Wahyu yang terungkap dalam puisi dan yang bisa ditulis dan dikatakan dan didengar dan diingat adalah disebut kalam al-lafzi atau Al-Qur'anul-Karim.
Lihat Juga :