Khasiat Daun Bidara, Sering Dipakai Ruqyah Oleh Salafus Saleh
Kamis, 15 Juli 2021 - 16:00 WIB
loading...
Pohon Bidara selain disebutkan di dalam Al-Quran juga terdapat anjuran penggunaannya di dalam Hadis. Foto/Ist
A
A
A
Daun Bidara (As-Sidr) adalah tanaman herbal yang banyak tumbuh di wilayah kering. Pohon ini disebut juga di dalam Al-Qur'an dalam beberapa ayat.
Daun Bidara ini tak hanya bermanfaat untuk kesehatan, tetapi juga digunakan untuk pengobatan Ruqyah oleh Salafus Saleh. Dai lulusan Sastra Arab Universitas Indonesia, Ustaz Farid Nu'man Hasan menyebutkan keistimewaan daun bidara ini dengan menukil beberapa ayat Al-Qur'an.
فَأَعْرَضُوا فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ سَيْلَ الْعَرِمِ وَبَدَّلْنَاهُمْ بِجَنَّتَيْهِمْ جَنَّتَيْنِ ذَوَاتَيْ أُكُلٍ خَمْطٍ وَأَثْلٍ وَشَيْءٍ مِنْ سِدْرٍ قَلِيلٍ
"Tetapi mereka berpaling, maka Kami kirim kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Asl dan sedikit pohon Sidr (bidara)." (QS. Saba' Ayat 16)
Ayat lain:
فِي سِدْرٍ مَخْضُودٍ
"(Mereka) berada di antara pohon bidara tidak berduri" (QS. Al-Waqi'ah: Ayat 28)
Mandi dan Ruqyah dengan Daun Bidara
Khasiat lain dari Daun Bidara adalah bisa digunakan untuk mandi dan ruqyah.
عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ
دَخَلَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَحْنُ نَغْسِلُ ابْنَ فَقَالَ اغْسِلْنَهَا ثَلَاثًا أَوْ خَمْسًا أَوْ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ بِمَاءٍ وَسِدْرٍ وَاجْعَلْنَ فِي الْآخِرَةِ كَافُورًا فَإِذَا فَرَغْتُنَّ فَآذِنَّنِي ....
"Dari Ummu 'Athiyyah radhiallahu 'anha berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menemui kami ketika kami akan memandikan puteri. Beliau lalu bersabda: "Mandikanlah dengan mengguyurkan air yang dicampur dengan daun bidara tiga kali, lima kali atau lebih dari itu jika kalian anggap perlu dan jadikanlah yang terakhirnya dengan kafur barus (wewangian). Dan bila kalian telah selesai beritahu aku...."
(HR Al-Bukhari No 1254)
Daun Bidara ini tak hanya bermanfaat untuk kesehatan, tetapi juga digunakan untuk pengobatan Ruqyah oleh Salafus Saleh. Dai lulusan Sastra Arab Universitas Indonesia, Ustaz Farid Nu'man Hasan menyebutkan keistimewaan daun bidara ini dengan menukil beberapa ayat Al-Qur'an.
فَأَعْرَضُوا فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ سَيْلَ الْعَرِمِ وَبَدَّلْنَاهُمْ بِجَنَّتَيْهِمْ جَنَّتَيْنِ ذَوَاتَيْ أُكُلٍ خَمْطٍ وَأَثْلٍ وَشَيْءٍ مِنْ سِدْرٍ قَلِيلٍ
"Tetapi mereka berpaling, maka Kami kirim kepada mereka banjir yang besar dan Kami ganti kedua kebun mereka dengan dua kebun yang ditumbuhi (pohon-pohon) yang berbuah pahit, pohon Asl dan sedikit pohon Sidr (bidara)." (QS. Saba' Ayat 16)
Ayat lain:
فِي سِدْرٍ مَخْضُودٍ
"(Mereka) berada di antara pohon bidara tidak berduri" (QS. Al-Waqi'ah: Ayat 28)
Mandi dan Ruqyah dengan Daun Bidara

Khasiat lain dari Daun Bidara adalah bisa digunakan untuk mandi dan ruqyah.
عَنْ أُمِّ عَطِيَّةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ
دَخَلَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَحْنُ نَغْسِلُ ابْنَ فَقَالَ اغْسِلْنَهَا ثَلَاثًا أَوْ خَمْسًا أَوْ أَكْثَرَ مِنْ ذَلِكَ بِمَاءٍ وَسِدْرٍ وَاجْعَلْنَ فِي الْآخِرَةِ كَافُورًا فَإِذَا فَرَغْتُنَّ فَآذِنَّنِي ....
"Dari Ummu 'Athiyyah radhiallahu 'anha berkata: Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam menemui kami ketika kami akan memandikan puteri. Beliau lalu bersabda: "Mandikanlah dengan mengguyurkan air yang dicampur dengan daun bidara tiga kali, lima kali atau lebih dari itu jika kalian anggap perlu dan jadikanlah yang terakhirnya dengan kafur barus (wewangian). Dan bila kalian telah selesai beritahu aku...."
(HR Al-Bukhari No 1254)
Lihat Juga :