Keturunan Rasulullah SAW: Cucu Ali bin Abu Thalib yang Banyak Julukan
Jum'at, 16 Juli 2021 - 17:49 WIB
loading...
A
A
A
Saran Ali disetujui dan segera dilaksanakan oleh Umar. Putri yang pertama memilih Abdullah bin Umar, putri kedua memilih Muhammad bin Abu Bakar, sedangkan ketiga yang dipanggil dengan Syah Zinan memilih Husain bin Ali bin Abi Thalib, cucu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Tak lama setelah itu, putri yang ketiga langsung masuk Islam dan bagus keislamannya. Sehingga dia beruntung dengan agama yang lurus, juga dimerdekakan dan diambil istri oleh Husain setelah tadinya berstatus budak.
Setelah itu dia tinggalkan segala sesuatu yang berkenaan dengan paganisme (penyembahan berhala) dan mengganti nama “Syah Zinan” yang berarti ratunya para wanita menjadi “Ghazalah”.
Ghazalah amat bahagia menjadi istri dari suami yang paling baik dan paling layak untuk mendapatkan putri raja. Sehingga tiada lagi yang dia cita-citakan selain mendapatkan karunia anak.
Beberapa waktu kemudian, Allah pun memuliakan beliau dengan dikaruniai seorang anak yang tampan. Beliau memberinya nama Ali, sama dengan nama kakeknya Ali bin Abi Thalib.
Baca juga: Untaian Kalimat Umar bin Khattab yang Meningkatkan Wibawa dan Hikmah
Hanya saja, kebahagiaan itu tidak lama dirasakan Ghazalah. Ia segera memenuhi panggilan Rabb-nya akibat pendarahan terus-menerus setelah melahirkan. Sehingga tidak ada kesempatan bagi beliau untuk bersenang-senang dengan anaknya.
Selanjutnya anak tersebut dirawat oleh seorang budak wanita. Dia dicintai seperti darah dagingnya sendiri, dipelihara lebih baik daripada anaknya sendiri. Maka si kecil tumbuh tanpa mengenal orang lain selain budak wanita itu.
Menginjak usia remaja Ali bin Husain sangat tekun dan antusias menuntut ilmu. Madrasah pertama beliau adalah rumahnya sendiri, rumah yang paling mulia dan gurunya pun ayahandanya sendiri. Madrasah yang kedua adalah masjid Nabawi Asy-Syarif yang ramai dikunjungi sisa-sisa sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan generasi tabi’in.
Mereka begitu semangat mendidik para putra sahabat utama. Mengajari Kitabullah, fiqih serta riwayat hadits-hadits nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sesuai dengan target dan obyek yang ditujunya.
Tak lama setelah itu, putri yang ketiga langsung masuk Islam dan bagus keislamannya. Sehingga dia beruntung dengan agama yang lurus, juga dimerdekakan dan diambil istri oleh Husain setelah tadinya berstatus budak.
Setelah itu dia tinggalkan segala sesuatu yang berkenaan dengan paganisme (penyembahan berhala) dan mengganti nama “Syah Zinan” yang berarti ratunya para wanita menjadi “Ghazalah”.
Ghazalah amat bahagia menjadi istri dari suami yang paling baik dan paling layak untuk mendapatkan putri raja. Sehingga tiada lagi yang dia cita-citakan selain mendapatkan karunia anak.
Beberapa waktu kemudian, Allah pun memuliakan beliau dengan dikaruniai seorang anak yang tampan. Beliau memberinya nama Ali, sama dengan nama kakeknya Ali bin Abi Thalib.
Baca juga: Untaian Kalimat Umar bin Khattab yang Meningkatkan Wibawa dan Hikmah
Hanya saja, kebahagiaan itu tidak lama dirasakan Ghazalah. Ia segera memenuhi panggilan Rabb-nya akibat pendarahan terus-menerus setelah melahirkan. Sehingga tidak ada kesempatan bagi beliau untuk bersenang-senang dengan anaknya.
Selanjutnya anak tersebut dirawat oleh seorang budak wanita. Dia dicintai seperti darah dagingnya sendiri, dipelihara lebih baik daripada anaknya sendiri. Maka si kecil tumbuh tanpa mengenal orang lain selain budak wanita itu.
Menginjak usia remaja Ali bin Husain sangat tekun dan antusias menuntut ilmu. Madrasah pertama beliau adalah rumahnya sendiri, rumah yang paling mulia dan gurunya pun ayahandanya sendiri. Madrasah yang kedua adalah masjid Nabawi Asy-Syarif yang ramai dikunjungi sisa-sisa sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan generasi tabi’in.
Mereka begitu semangat mendidik para putra sahabat utama. Mengajari Kitabullah, fiqih serta riwayat hadits-hadits nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sesuai dengan target dan obyek yang ditujunya.
Lihat Juga :