Khutbah Terakhir Rasulullah yang Menggetarkan Hati Saat Haji Wada
Selasa, 20 Juli 2021 - 10:18 WIB
loading...
A
A
A
Ingat, hendaklah yang hadir saat ini menyampaikan pesan ini kepada yang tidak hadir. Siapa tahu mereka lebih mampu menjaga pesan dibanding yg mendengar langsung dariku hari ini. Bukankah aku telah menyampaikan? Bukankah aku telah menyampaikan? Barangsiapa diberi amanah, tunaikanlah kepada yang berhak mendapatkannya.
Segala bentuk riba sudah tidak berlaku. Tetapi, kalian berhak menerima modal kalian. Kalian tidak boleh berbuat zalim juga tidak boleh dizalimi. Allah telah menetapkan tidak ada lagi riba dan bahwa riba Abbas ibn Abdul Mutthalib adalah riba yang pertama dihapuskan. Demikian pula setiap tuntutan darah pada masa Jahiliyah sudah dihapuskan. Dan tuntutan darah pertama yg kuakhiri adalah tuntutan darah Rabi'ah ibn al-Harits ibn Abdil Mutthalib (sepupu Nabi).
"Selanjutnya saudara-saudara, sesungguhnya setan telah patah harapan untuk dipertuan di bumi kalian ini, selamanya! Tetapi, jika ia ditakuti dalam hal lain, ia pasti senang dan ini akan membuat kalian terhina dari segi amal kalian. Karena itu, waspadailah ia atas agama kalian.
"Saudara-saudara, sesungguhnya mengundur-undurkan bulan haram (suci) itu menambah kekafiran. Disesatkan orang yang kafir itu karena mengundur-ngundurkannya. Mereka menghalalkannya pada satu tahun dan mengharamkannya pada tahun lain agar mereka dapat menyesuaikan dengan bilangan yang Allah haramkan maka mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah.
Saudara-saudara, sesungguhnya kalian punya hak atas istri-istri kalian dan mereka pun punya hak atas kalian. Kalian berhak melarang mereka memasukkan siapa pun yang tidak kalian sukai ke rumah kalian, melarang mereka melakukan perbuatan keji. Jika mereka tetap melakukan, Allah mengizinkan kalian pisah ranjang dan memukul mereka dengan pukulan yg tidak menyakiti. Adapun atas diri kalian mereka berhak mendapat rezeki dan pakaian dengan baik.
Saudara-saudara, berilah istri-istri kalian nasihat yang baik. Sebab mereka adalah mitra kalian yang tidak bisa berbuat apa-apa atas diri mereka. Maka, camkanlah kata-kataku, Saudara-saudara, karena aku telah menyampaikannya kepada kalian. Dan telah kutinggalkan untuk kalian sesuatu, yang jika kalian pegang teguh, pasti kalian tidak akan pernah sesat selamanya. Sesuatu yang sudah jelas bagi kalian yaitu Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya.
Saudara-saudara, dengarkanlah kata-kataku dan camkanlah. Kalian sungguh telah tahu bahwa setiap muslim adalah saudara bagi muslim lain dan bahwa segenap muslim adalah saudara. Tidak halal bagi seseorang mengambil dari saudaranya kecuali apa yang diberikan dengan lapang hati. Maka, janganlah kalian zalimi diri kalian.
"Ya Allah, bukankah telah kusampaikan?" Semua menjawab serentak dari seluruh penjuru, "Ya Allah, benar!" Kemudian beliau bersabda, "Ya Allah saksikanlah!"
Setelah menyampaikan khutbah tersebut, Nabi pun turun dari untanya. Demikian khutbah terakhir Baginda Nabi Muhammad yang membuat ratusan ribu orang menangis di lembah Uranah tersebut. Beberapa bulan kemudian setelah menyampaikan khutbah itu, Rasululah SAW pun wafat pada 12 Rabiul Awal Tahun 11 Hijriyah. Mudah-mudahan kita selalu mengenang pesan Baginda Nabi ini dan dimudahkan dalam mengamalkannya.
Baca Juga: Pesan Rasulullah SAW Saat Beliau Menghadapi Sakaratul Maut
Segala bentuk riba sudah tidak berlaku. Tetapi, kalian berhak menerima modal kalian. Kalian tidak boleh berbuat zalim juga tidak boleh dizalimi. Allah telah menetapkan tidak ada lagi riba dan bahwa riba Abbas ibn Abdul Mutthalib adalah riba yang pertama dihapuskan. Demikian pula setiap tuntutan darah pada masa Jahiliyah sudah dihapuskan. Dan tuntutan darah pertama yg kuakhiri adalah tuntutan darah Rabi'ah ibn al-Harits ibn Abdil Mutthalib (sepupu Nabi).
"Selanjutnya saudara-saudara, sesungguhnya setan telah patah harapan untuk dipertuan di bumi kalian ini, selamanya! Tetapi, jika ia ditakuti dalam hal lain, ia pasti senang dan ini akan membuat kalian terhina dari segi amal kalian. Karena itu, waspadailah ia atas agama kalian.
"Saudara-saudara, sesungguhnya mengundur-undurkan bulan haram (suci) itu menambah kekafiran. Disesatkan orang yang kafir itu karena mengundur-ngundurkannya. Mereka menghalalkannya pada satu tahun dan mengharamkannya pada tahun lain agar mereka dapat menyesuaikan dengan bilangan yang Allah haramkan maka mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah.
Saudara-saudara, sesungguhnya kalian punya hak atas istri-istri kalian dan mereka pun punya hak atas kalian. Kalian berhak melarang mereka memasukkan siapa pun yang tidak kalian sukai ke rumah kalian, melarang mereka melakukan perbuatan keji. Jika mereka tetap melakukan, Allah mengizinkan kalian pisah ranjang dan memukul mereka dengan pukulan yg tidak menyakiti. Adapun atas diri kalian mereka berhak mendapat rezeki dan pakaian dengan baik.
Saudara-saudara, berilah istri-istri kalian nasihat yang baik. Sebab mereka adalah mitra kalian yang tidak bisa berbuat apa-apa atas diri mereka. Maka, camkanlah kata-kataku, Saudara-saudara, karena aku telah menyampaikannya kepada kalian. Dan telah kutinggalkan untuk kalian sesuatu, yang jika kalian pegang teguh, pasti kalian tidak akan pernah sesat selamanya. Sesuatu yang sudah jelas bagi kalian yaitu Kitabullah dan Sunnah Nabi-Nya.
Saudara-saudara, dengarkanlah kata-kataku dan camkanlah. Kalian sungguh telah tahu bahwa setiap muslim adalah saudara bagi muslim lain dan bahwa segenap muslim adalah saudara. Tidak halal bagi seseorang mengambil dari saudaranya kecuali apa yang diberikan dengan lapang hati. Maka, janganlah kalian zalimi diri kalian.
"Ya Allah, bukankah telah kusampaikan?" Semua menjawab serentak dari seluruh penjuru, "Ya Allah, benar!" Kemudian beliau bersabda, "Ya Allah saksikanlah!"
Setelah menyampaikan khutbah tersebut, Nabi pun turun dari untanya. Demikian khutbah terakhir Baginda Nabi Muhammad yang membuat ratusan ribu orang menangis di lembah Uranah tersebut. Beberapa bulan kemudian setelah menyampaikan khutbah itu, Rasululah SAW pun wafat pada 12 Rabiul Awal Tahun 11 Hijriyah. Mudah-mudahan kita selalu mengenang pesan Baginda Nabi ini dan dimudahkan dalam mengamalkannya.
Baca Juga: Pesan Rasulullah SAW Saat Beliau Menghadapi Sakaratul Maut
(rhs)
Lihat Juga :