Nabi Muhammad Tidak Anti kepada Non-Muslim [2/Tamat]
Selasa, 27 Juli 2021 - 10:37 WIB
loading...
A
A
A
Seorang ulama berkata: "Bukan ulama jika ia melihat orang yang berbeda dengannya sebagai musuh.". Karena memang ulama pasti tahu bagaimana mengejawantahkan sifat Nabi ke dalam metode dakwahnya. Bukan dengan kebencian pastinya.
Dalam riwayat Imam Turmudzi, Rasulullah SAW memberikan wejangan:
اتَّقِ اللَّهِ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعْ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ
"Bertakwalah dimanapun kalian berada, dan ikutilah keburukan dengan kebaikan, niscaya ia akan menghapus keburukan tersebut. Dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik."
Hebatnya, Nabi di dalam hadis ini tidak mengatakan "pergaulilah saudara muslim". Justru Nabi mengatakan Kholiqin-Naas (pergaulilah manusia). Artinya, berbuat baik tidak hanya kepada sesama muslim, tetapi semua orang tanpa memandang agama dan suku. Siapa pun dia, selama statusnya masih manusia (makhluk Allah), seorang muslim wajib berbuat baik kepadanya.
Jika orang yang tidak seakidah saja kita diperintah untuk berbuat baik, apalagi kepada sesama muslim? Tentu jauh lebih wajib lagi karena ada kesamaan tujuan dan akidah, yakni Allah. Kita diikat dengan kalimat yang tidak mungkin terlepas sampai hari Kiamat, yakni kalimat Tauhid. Lalu, apa alasan kita merusak kalimat itu dengan kebencian dan prasangka buruk? Semoga Allah menyelimuti kita dengan akhlak yang baik sebagaimana dicontohkan Baginda Nabi.
Wallahu A'lam
Baca Juga: Nabi Muhammad Tidak Anti kepada Non-Muslim (Bagian 1)
![Nabi Muhammad Tidak Anti kepada Non-Muslim [2/Tamat]]()
Ustaz Ahmad Zarkasih Lc MA
Dalam riwayat Imam Turmudzi, Rasulullah SAW memberikan wejangan:
اتَّقِ اللَّهِ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعْ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ
"Bertakwalah dimanapun kalian berada, dan ikutilah keburukan dengan kebaikan, niscaya ia akan menghapus keburukan tersebut. Dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik."
Hebatnya, Nabi di dalam hadis ini tidak mengatakan "pergaulilah saudara muslim". Justru Nabi mengatakan Kholiqin-Naas (pergaulilah manusia). Artinya, berbuat baik tidak hanya kepada sesama muslim, tetapi semua orang tanpa memandang agama dan suku. Siapa pun dia, selama statusnya masih manusia (makhluk Allah), seorang muslim wajib berbuat baik kepadanya.
Jika orang yang tidak seakidah saja kita diperintah untuk berbuat baik, apalagi kepada sesama muslim? Tentu jauh lebih wajib lagi karena ada kesamaan tujuan dan akidah, yakni Allah. Kita diikat dengan kalimat yang tidak mungkin terlepas sampai hari Kiamat, yakni kalimat Tauhid. Lalu, apa alasan kita merusak kalimat itu dengan kebencian dan prasangka buruk? Semoga Allah menyelimuti kita dengan akhlak yang baik sebagaimana dicontohkan Baginda Nabi.
Wallahu A'lam
Baca Juga: Nabi Muhammad Tidak Anti kepada Non-Muslim (Bagian 1)
![Nabi Muhammad Tidak Anti kepada Non-Muslim [2/Tamat]](https://pict.sindonews.com/dyn/600/pena/sindo-article/original/2021/07/27/Ustaz%20Ahmad%20Zarkasih%20dok%20RFI%20ok.jpg)
Ustaz Ahmad Zarkasih Lc MA
(rhs)
Lihat Juga :