Kisah Siti Khadijah di Surat Al-Muzzammil, Selimut Nabi SAW dari Istri Tercinta
Kamis, 05 Agustus 2021 - 14:56 WIB
loading...
A
A
A
Pada saat di Gua Hira itu Malaikat Jibril datang dan berkata: 'Bacalah!' Beliau menjawab: 'Aku tidak bisa membaca.' Beliau berkata: 'Lalu malaikat itu memeluk dan mendekapku erat-erat sehingga aku merasa kepayahan.' Lalu ia melepaskanku seraya berkata: 'Bacalah!' Aku menjawab: 'Aku tidak bisa membaca.' Dia memeluk dan mendekapku untuk yang kedua kali hingga aku merasa kepayahan. Kemudian dia melepaskanku sambil berkata: 'Bacalah!' Aku jawab: 'Aku tidak bisa membaca.'
Dia memeluk dan mendekapku untuk ketiga kalinya sehingga aku merasa kepayahan.' Lalu dia melepaskanku dan berkata: 'Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang paling Pemurah.'
Rasulullah SAW pulang membawa ayat tersebut, sementara hati beliau gemetar sekali, hingga beliau masuk ke rumah Khadijah binti Khuwailid ra seraya berkata: 'Selimutilah aku, selimutilah aku.'
Lalu dia menyelimuti suaminya itu sehingga hilang rasa takut beliau. Kemudian beliau menceritakan apa-apa yang telah beliau alami kepada Khadijah seraya berkata: 'Aku sungguh khawatir sekali akan keselamatan diriku.'
Baca juga: Pengorbanan Sayyidah Khadijah yang Membuat Rasulullah Menangis
Khadijah berkata: 'Jangan begitu, bergembiralah! Demi Allah, Allah tidak bakal mengecewakanmu selamanya. Sesungguhnya engkau telah menyambung tali persaudaraan, engkau suka memikul beban orang lain, engkau suka memenuhi kebutuhan orang tak punya, engkau suka memuliakan tamu, dan engkau senantiasa membela kebenaran.'"
Kemudian Khadijah mengajak Nabi pergi menemui Waraqah bin Naufal bin Asad ibnul Uzza, saudara misan Khadijah. Waraqah bin Naufal telah memeluk agama Nasrani sejak zaman jahiliah. Dia sudah terbiasa menulis dengan tulisan Ibrani, dan cukup banyak menulis dari Injil dengan tulisan Ibrani. Ketika itu dia sudah tua dan buta.
Khadijah berkata kepadanya: "Wahai anak pamanku, dengarkanlah cerita anak saudaramu ini!"
Waraqah bin Naufal berkata kepada Nabi SAW: "Wahai anak saudaraku, apa yang engkau alami?"
Rasulullah SAW menceritakan kepada Waraqah segala sesuatu yang telah beliau alami. Lalu Waraqah berkata kepada Rasulullah SAW: "Ini adalah Namus (Jibril) yang telah diturunkan oleh Allah kepada Musa. Oh, kalau saja aku pada masa kenabianmu kelak masih muda belia. Oh, kalau saja aku masih hidup pada saat engkau diusir oleh kaummu."
Rasulullah SAW bertanya: "Apakah mereka akan mengusirku?"
Waraqah menjawab: "Ya, setiap orang yang datang dengan mengemban tugas sepertimu, pasti dimusuhi. Jika harimu itu sempat aku alami, tentu aku akan membelamu mati-matian." (HR Bukhari dan Muslim)
Dalam satu riwayat menurut versi Ahmad disebutkan bahwa Rasulullah SAW berkata: "(Khadijah) beriman ketika orang-orang kafir kepadaku, dia membenarkanku ketika orang-orang mendustakanku, dan dia membantuku dengan hartanya ketika orang-orang memblokade."
Dia memeluk dan mendekapku untuk ketiga kalinya sehingga aku merasa kepayahan.' Lalu dia melepaskanku dan berkata: 'Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang paling Pemurah.'
Rasulullah SAW pulang membawa ayat tersebut, sementara hati beliau gemetar sekali, hingga beliau masuk ke rumah Khadijah binti Khuwailid ra seraya berkata: 'Selimutilah aku, selimutilah aku.'
Lalu dia menyelimuti suaminya itu sehingga hilang rasa takut beliau. Kemudian beliau menceritakan apa-apa yang telah beliau alami kepada Khadijah seraya berkata: 'Aku sungguh khawatir sekali akan keselamatan diriku.'
Baca juga: Pengorbanan Sayyidah Khadijah yang Membuat Rasulullah Menangis
Khadijah berkata: 'Jangan begitu, bergembiralah! Demi Allah, Allah tidak bakal mengecewakanmu selamanya. Sesungguhnya engkau telah menyambung tali persaudaraan, engkau suka memikul beban orang lain, engkau suka memenuhi kebutuhan orang tak punya, engkau suka memuliakan tamu, dan engkau senantiasa membela kebenaran.'"
Kemudian Khadijah mengajak Nabi pergi menemui Waraqah bin Naufal bin Asad ibnul Uzza, saudara misan Khadijah. Waraqah bin Naufal telah memeluk agama Nasrani sejak zaman jahiliah. Dia sudah terbiasa menulis dengan tulisan Ibrani, dan cukup banyak menulis dari Injil dengan tulisan Ibrani. Ketika itu dia sudah tua dan buta.
Khadijah berkata kepadanya: "Wahai anak pamanku, dengarkanlah cerita anak saudaramu ini!"
Waraqah bin Naufal berkata kepada Nabi SAW: "Wahai anak saudaraku, apa yang engkau alami?"
Rasulullah SAW menceritakan kepada Waraqah segala sesuatu yang telah beliau alami. Lalu Waraqah berkata kepada Rasulullah SAW: "Ini adalah Namus (Jibril) yang telah diturunkan oleh Allah kepada Musa. Oh, kalau saja aku pada masa kenabianmu kelak masih muda belia. Oh, kalau saja aku masih hidup pada saat engkau diusir oleh kaummu."
Rasulullah SAW bertanya: "Apakah mereka akan mengusirku?"
Waraqah menjawab: "Ya, setiap orang yang datang dengan mengemban tugas sepertimu, pasti dimusuhi. Jika harimu itu sempat aku alami, tentu aku akan membelamu mati-matian." (HR Bukhari dan Muslim)
Dalam satu riwayat menurut versi Ahmad disebutkan bahwa Rasulullah SAW berkata: "(Khadijah) beriman ketika orang-orang kafir kepadaku, dia membenarkanku ketika orang-orang mendustakanku, dan dia membantuku dengan hartanya ketika orang-orang memblokade."
Lihat Juga :