Melesat dan Melejit, Dahsyatnya Sunnah Awwaabiin (1)
Kamis, 05 Agustus 2021 - 21:16 WIB
loading...
A
A
A
Dari sini semua berawal. 12 tahun ini penuh sempurna. Kaamilan banget, Taamman banget-banget. Gak ada wajib yang ketinggalan dan telat-telat. Dan gak ada sunnah apa aja, yang ketinggalan. Seakan-akan semua, selama 12 tahun penuh dikerjakan oleh semua yang melakukan sholat Sunnah Awwaabiin ini.
Kiranya inilah amalan yang mempercepat banget segala kebaikan. Bahkan di Hadits yang lain disebutkan 50 tahun, ganjarannya 50 tahun, Maasyaa Allah.
Kita sama-sama tau, orang ngerjain sepotong-sepotong aja. Misal, dia baik sama tetangga, baik sama orang tua, baik sama saudara, baik sama guru. Sesekali gak terus-terusan sepanjang 12 tahun. Itu aja sudah ngangkat banget apa yang menjadi hajat-hajatnya. Ngapus-ngapusin dosa dan maksiatnya.
Kita sama-sama tau, orang ngerjain sepotong-sepotong aja dari sunnah. Sedekah misalnya, Gak rutin cuma sesekali. Ini nendang banget kok. Apalagi misal rutin, tiap abis shubuh, tiap Jum'at. Tiap akhir atau awal bulan, ini pasti lebih nendang lagi. Tapi? Siapa yang sanggup melakukan 12 tahun berturut-turut?
Apalagi jika melakukan Awwaabiin misalnya, 10 Maghrib 10 malam? 10 hari? Itu skor nilainya, 120 tahun. Bahkan 500 tahun. Jika pakai hadits dorongan dan motivasi (targhiib wattarhiib). Selama 120 tahun, selama 500 tahun, seakan bersedekah gak putus. Sholluu 'Alan-Nabiy, kita bershalawat kepada Nabi Muhammad, yang mengabarkan kabar ringan tapi dahsyat ini kepada kita.
Shalawat sebagai hadiah dan bentuk terima kasih kita ke beliau dan keluarganya, turunan-turunannya, sahabat-sahabatnya dan ummatnya semua. Yang udah jadi mata rantai sampe ke kita. Mereka yang bantuin Nabi sejak Nabi masih hidup masih ada.
Alloohumma sholli wasallim wabaarik 'alaa Sayyidinaa wa Maulaanaa, Muhammad wa aalih, wa dzuriyyatih, wa ash-haabihii, wa ummatihi ajma'iin. 'Adada kholqih, wa ridho nafsih, wa zinata 'arsyih, wa midaada kalimaatih.
Oke lanjut. Siapa juga yang sanggup? Jagain shalat wajib berjamaah setiap waktu tanpa henti? 12 tahun, 50 tahun? Gak ada. Kecuali yang dikehendaki Allah. Lengkap dengan qobliyah ba'diyah, dengan bilangan qobliyah ba'diyah sempurna. Misal qobliyah zuhur, 4 rokaat dan qobliyah ashar, 4 rokaat. Shalat sunnah dengan rokaat mentok atas, hehehe.Shalat malamnya juga, ngikutin standar Allah.
Wuaah... Gak ada. Orang jatuh-jatuh, bisa ngerjain bisa enggak. Banyak enggaknya. Bahkan yang wajib, banyak "dientar-entarinnya", banyak telat-telatnya dan banyak lalainya. Baca Qur'an juga begitu. Siapa yang bener-bener sanggup ngerjain 12 tahun tanpa henti? Gak ada yang sanggup ibadah pol selama 12 tahun. Plus ngejaga diri dari gak maksiat sama sekali. Hidup manfaat di semua lini, yang diitung sebagai 12 tahun oleh Al 'Aziiz, Yang Maha Mulia, Yang ar Ro-uuf bil 'ibaad. Yang Maha Baik Banget, yang dengan Rahman RahimNya diringankan semua ummat manusia, hambaNya yang kacau-kacau model kita, hingga berpeluang bisa punya amalan hebat ini.
Sekarang kita sedikit bandingkan dengan Lailatul Qodar. Di luar "tafsir" bahwa Lailatul Qodar itu sesungguhnya, malam yang lebih baik dari seluruh malam sepanjang hidup. Bukan hanya 1000 bulan atau 83 tahun sesuai angka yang tertulis. Tidak. Bahwa katanya angka itu benar-benar menunjukkan ketiadaan tepi dan bilangan. Okelah, Gak ada lawan itu Lailatul Qodar. Ada Surahnya pula, Innaaa anzalnaahu fii lailatil qodr.
Kiranya inilah amalan yang mempercepat banget segala kebaikan. Bahkan di Hadits yang lain disebutkan 50 tahun, ganjarannya 50 tahun, Maasyaa Allah.
Kita sama-sama tau, orang ngerjain sepotong-sepotong aja. Misal, dia baik sama tetangga, baik sama orang tua, baik sama saudara, baik sama guru. Sesekali gak terus-terusan sepanjang 12 tahun. Itu aja sudah ngangkat banget apa yang menjadi hajat-hajatnya. Ngapus-ngapusin dosa dan maksiatnya.
Kita sama-sama tau, orang ngerjain sepotong-sepotong aja dari sunnah. Sedekah misalnya, Gak rutin cuma sesekali. Ini nendang banget kok. Apalagi misal rutin, tiap abis shubuh, tiap Jum'at. Tiap akhir atau awal bulan, ini pasti lebih nendang lagi. Tapi? Siapa yang sanggup melakukan 12 tahun berturut-turut?
Apalagi jika melakukan Awwaabiin misalnya, 10 Maghrib 10 malam? 10 hari? Itu skor nilainya, 120 tahun. Bahkan 500 tahun. Jika pakai hadits dorongan dan motivasi (targhiib wattarhiib). Selama 120 tahun, selama 500 tahun, seakan bersedekah gak putus. Sholluu 'Alan-Nabiy, kita bershalawat kepada Nabi Muhammad, yang mengabarkan kabar ringan tapi dahsyat ini kepada kita.
Shalawat sebagai hadiah dan bentuk terima kasih kita ke beliau dan keluarganya, turunan-turunannya, sahabat-sahabatnya dan ummatnya semua. Yang udah jadi mata rantai sampe ke kita. Mereka yang bantuin Nabi sejak Nabi masih hidup masih ada.
Alloohumma sholli wasallim wabaarik 'alaa Sayyidinaa wa Maulaanaa, Muhammad wa aalih, wa dzuriyyatih, wa ash-haabihii, wa ummatihi ajma'iin. 'Adada kholqih, wa ridho nafsih, wa zinata 'arsyih, wa midaada kalimaatih.
Oke lanjut. Siapa juga yang sanggup? Jagain shalat wajib berjamaah setiap waktu tanpa henti? 12 tahun, 50 tahun? Gak ada. Kecuali yang dikehendaki Allah. Lengkap dengan qobliyah ba'diyah, dengan bilangan qobliyah ba'diyah sempurna. Misal qobliyah zuhur, 4 rokaat dan qobliyah ashar, 4 rokaat. Shalat sunnah dengan rokaat mentok atas, hehehe.Shalat malamnya juga, ngikutin standar Allah.
Wuaah... Gak ada. Orang jatuh-jatuh, bisa ngerjain bisa enggak. Banyak enggaknya. Bahkan yang wajib, banyak "dientar-entarinnya", banyak telat-telatnya dan banyak lalainya. Baca Qur'an juga begitu. Siapa yang bener-bener sanggup ngerjain 12 tahun tanpa henti? Gak ada yang sanggup ibadah pol selama 12 tahun. Plus ngejaga diri dari gak maksiat sama sekali. Hidup manfaat di semua lini, yang diitung sebagai 12 tahun oleh Al 'Aziiz, Yang Maha Mulia, Yang ar Ro-uuf bil 'ibaad. Yang Maha Baik Banget, yang dengan Rahman RahimNya diringankan semua ummat manusia, hambaNya yang kacau-kacau model kita, hingga berpeluang bisa punya amalan hebat ini.
Sekarang kita sedikit bandingkan dengan Lailatul Qodar. Di luar "tafsir" bahwa Lailatul Qodar itu sesungguhnya, malam yang lebih baik dari seluruh malam sepanjang hidup. Bukan hanya 1000 bulan atau 83 tahun sesuai angka yang tertulis. Tidak. Bahwa katanya angka itu benar-benar menunjukkan ketiadaan tepi dan bilangan. Okelah, Gak ada lawan itu Lailatul Qodar. Ada Surahnya pula, Innaaa anzalnaahu fii lailatil qodr.
Lihat Juga :