Gus Baha: Keutamaan Surat Toha
Rabu, 11 Agustus 2021 - 19:16 WIB
loading...
A
A
A
Kedua, mengandung al-ismul a'dzam (nama Allah yang paling agung), jika berdoa dengannya akan dikabulkan.
Ketiga, diberikan catatan amal perbuatan dengan tangan kanan dan tidak dihisap atas apa yang dilakukannya setelah Islam.
Dari Abi Abdullah telah berkata, "Janganlah kalian bosan membaca Surat Thaha, karena sesungguhnya Allah mencintainya dan mencintai yang membacanya. Barangsiapa yang membacanya dengan istiqamah, maka Allah akan memberikan kitab (catatan amal perbuatan) dengan tangan kanannya di hari kiamat, Allah tidak menghisabnya atas apa yang dilakukannya setelah Islam, dan memberinya pahala di akhirat hingga ia merasa ridha." (Tsawabul- A'mal: 137)
Keempat, bisa digunakan untuk wasilah doa agar melembutkan hati. Bagi seseorang yang merasa hatinya keras, atau ada seseorang yang saudara atau sahabatnya memiliki hati yang keras, maka dapat dibacakan ayat 1-5 dari Surat Thaha.
Terdapat kisah yang terkenal berkaitan dengan hal ini. Yaitu ketika Nabi Muhammad SAW mulai menyebarkan Islam secara terang-terangan, sementara Umar bin Khattab masih masih mempertahankan tradisi masyarakat Quraisy.
Umar adalah salah satu yang paling kuat menentang Islam pada masa itu. Menurut ahli sejarah Islam, semasa Umar dalam perjalanan membunuh Rasulullah, beliau bertemu dengan seseorang yang mengatakan bahwa beliau haruslah membunuh adik perempuannya dahulu sebelum membunuh Rasulullah SAW, karena adik Umar sendiri sudah memeluk Islam.
Sayidina Umar pergi ke rumah adiknya dan mendapati adiknya sedang membaca Al-Qur'an. Dalam keadaan yang marah dan kecewa, beliau memukul adiknya sampai berdarah. Kepada adiknya Umar minta dibacakan sedikit ayat Al-Qur'an.
Beliau merasa terharu ketika mendengar ayat-ayat Al-Qur'an yang begitu indah sehingga beliau memeluk Islam pada hari itu juga. Itulah kelebihan Surat Thaha yang dibaca oleh beliau. Setelah peristiwa tersebut, beliau berjanji akan melindungi Islam hingga tetes darah terakhir.
Baca juga: Gus Baha Bercerita Tentang Kematian dan Corona
Ketiga, diberikan catatan amal perbuatan dengan tangan kanan dan tidak dihisap atas apa yang dilakukannya setelah Islam.
Dari Abi Abdullah telah berkata, "Janganlah kalian bosan membaca Surat Thaha, karena sesungguhnya Allah mencintainya dan mencintai yang membacanya. Barangsiapa yang membacanya dengan istiqamah, maka Allah akan memberikan kitab (catatan amal perbuatan) dengan tangan kanannya di hari kiamat, Allah tidak menghisabnya atas apa yang dilakukannya setelah Islam, dan memberinya pahala di akhirat hingga ia merasa ridha." (Tsawabul- A'mal: 137)
Keempat, bisa digunakan untuk wasilah doa agar melembutkan hati. Bagi seseorang yang merasa hatinya keras, atau ada seseorang yang saudara atau sahabatnya memiliki hati yang keras, maka dapat dibacakan ayat 1-5 dari Surat Thaha.
Terdapat kisah yang terkenal berkaitan dengan hal ini. Yaitu ketika Nabi Muhammad SAW mulai menyebarkan Islam secara terang-terangan, sementara Umar bin Khattab masih masih mempertahankan tradisi masyarakat Quraisy.
Umar adalah salah satu yang paling kuat menentang Islam pada masa itu. Menurut ahli sejarah Islam, semasa Umar dalam perjalanan membunuh Rasulullah, beliau bertemu dengan seseorang yang mengatakan bahwa beliau haruslah membunuh adik perempuannya dahulu sebelum membunuh Rasulullah SAW, karena adik Umar sendiri sudah memeluk Islam.
Sayidina Umar pergi ke rumah adiknya dan mendapati adiknya sedang membaca Al-Qur'an. Dalam keadaan yang marah dan kecewa, beliau memukul adiknya sampai berdarah. Kepada adiknya Umar minta dibacakan sedikit ayat Al-Qur'an.
Beliau merasa terharu ketika mendengar ayat-ayat Al-Qur'an yang begitu indah sehingga beliau memeluk Islam pada hari itu juga. Itulah kelebihan Surat Thaha yang dibaca oleh beliau. Setelah peristiwa tersebut, beliau berjanji akan melindungi Islam hingga tetes darah terakhir.
Baca juga: Gus Baha Bercerita Tentang Kematian dan Corona
(mhy)
Lihat Juga :