Setimbang dalam Memberi Hadiah dan Hukuman Pada Anak

Senin, 16 Agustus 2021 - 17:30 WIB
loading...
Setimbang dalam Memberi...
ilustrasi. Foto istimewa
A A A
Setimbang dalam memberi hadiah dan hukuman pada anak sangat diperlukan. Ada yang terlalu banyak memberikan hadiah dan tidak menjatuhkan sanksi dan hukuman apapun kepada anak ketika ia memang sudah masuk usia untuk diberi sanksi dan hukuman. Ada juga yang sebaliknya, yaitu berlebihan di dalam memberikan hukuman dan sangat bakhil untuk memberikan hadiah.

Baca juga: Doa Puasa Asyura Beserta Latin dan Artinya

"Maka kesetimbangan harus kita lakukan, memberikan porsi yang tepat, menggunakan standar yang digunakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam memberikan pahala dan dosa bagi hamba-hambaNya. Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan balasan satu kebaikan 10 kali lipat dan memberi ganjaran atas sebuah dosa hanya satu. Artinya hadiah harus lebih banyak kita berikan sebagai bentuk apresiasi kepada anak ketimbang hukuman,"ungkap Ustadz Abu Ihsan Al Atsyari dalam salah satu kajiannya di kanal muslim Rodjatv, baru-baru ini.

Menurutnya, tidak semua kesalahan harus ditimpali dengan hukuman, tapi hendaknya setiap kebaikan harus mendapatkan apresiasi. Inilah kesetimbangannya.

Baca juga: Jadikan Surga sebagai Cita-cita dan Tujuan Pernikahan

Berikut uraian ceramah dai yang rutin mengisi kajian parenting anak muslim ini:

Ketika berbicara hadiah, mungkin yang terbetik dalam benak kita adalah hadiah materi. Ini sebenarnya keliru. Karena ternyata hadiah nonmateri adalah hadiah yang terbaik, bahkan lebih baik daripada hadiah-hadiah yang bersifat materi.

Ketika kita katakan bahwa setiap kebaikan harus diberi balasan, bukan berarti harus diberi balasan materi. Tapi balasan itu harus ada, walaupun itu hadiah yang bersifat nonmateri. Dan pemberian hadiah yang nonmateri ini kadang-kadang lebih berkesan, lebih membekas dan lebih dikenang daripada hadiah-hadiah materi.

Baca juga: Shalawat Munjiyat, Shalawat yang Mempermudah Terkabulnya Doa

Ditambah lagi pemberian hadiah berupa materi (barang/uang) berpotensi pada ketergantungan anak terhadap hadiah tersebut. Sehingga hasilnya seorang anak enggan berbuat kebaikan sebelum menerima hadiah. Maka ketika kita memberikan hadiah kepada anak, jangan melulu materi. Tapi ada hadiah-hadiah nonmateri yang selalu kita berikan kepadanya.

Jika anak sudah ketergantungan dengan hadiah berupa materi, maka anak akan minta yang lebih dan lebih lagi tanpa kebaikan dan prestasi yang dia lakukan. Apalagi jika dalam penerapan hal itu tidak sesuai dengan syarat-syarat perhatikan yang harus diperhatikan. Maka sekaya apapun kita bisa-bisa harta yang ada tidak mencukupi jika harus memenuhi semua tuntutan anak.

Baca juga: Tisu Bekas Usap Air Mata Lionel Messi Dijual Seharga Rp14 Miliar

Hadiah Nonmateri
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Keseimbangan Memberi...
Keseimbangan Memberi Hadiah dan Hukuman pada Anak Berlandaskan Syariat
Rekomendasi
Asal-usul Gumpalan Raksasa...
Asal-usul Gumpalan Raksasa di Samudra Pasifik Akhirnya Terungkap
Misteri Dagon hingga...
Misteri Dagon hingga Bulan Terbentuk dari Tabrakan antar Kosmis
Harta Karun Pembawa...
Harta Karun Pembawa Kutukan Paling Mematikan di Dunia
Artikel Terkini
Baca Selawat Nabi 1000...
Baca Selawat Nabi 1000 Kali di Hari Jumat, Kelak Diperlihatkan Kedudukannya di Surga
Cemas karena Ekonomi...
Cemas karena Ekonomi Terpuruk? Baca Doa Ini Bakda Ashar Hari Jumat, InsyaAllah Mustajab!
Amalan Jumat: Raih Cahaya...
Amalan Jumat: Raih Cahaya dengan Membaca Surat Al-Kahfi
15.086 Jemaah Haji Reguler...
15.086 Jemaah Haji Reguler dan 7.547 Haji Khusus Telah Tiba di Indonesia
Keistimewaan Hari Jumat,...
Keistimewaan Hari Jumat, Yaumul Maiz Saat Allah Menampakan Diri di Surga
4 Amalan Hari Jumat...
4 Amalan Hari Jumat yang Jarang Diketahui, Pahalanya Dahsyat!
Infografis
Janda Hamil dan Melahirkan...
Janda Hamil dan Melahirkan dalam 1 Jam Ternyata Anak Mantan Suami
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved