Gus Baha: Ciri Utama Kebenaran Itu Mudah Dipahami

Jum'at, 20 Agustus 2021 - 19:26 WIB
loading...
Gus Baha: Ciri Utama...
Gus Baha. Foto/youtube
A A A
Gus Baha atau dengan nama lengkap KH Ahmad Bahauddin Nursalim mengatakan ciri utama kebenaran itu mudah dipahami. Dan menurut dia, ajaran yang ada dalam mazhab Ahlussunah wal Jama'ah bisa diterima secara luas karena dinilai mudah dan tidak mempersulit umat.

Baca juga: Ngaji ke Gus Baha, Ahmad Muzani Dapat Pelajaran Berharga soal Politik

Hal tersebut disampaikan saat mengisi acara peringatan 40 hari wafatnya Habib Ali Zainal Abidin bin Husein bin Yahya yang digelar di halaman maqbarah Desa Ngampal, Kecamatan Sumberrejo, Kabupeten Bojonegoro, Jawa Timur, Rabu (18/8/2021).

"Saya minta semuanya meniru apa yang dilakukan Habib Husein dan Habib Ali. Pokoknya senang mazhab Ahlussunah wal Jama'ah karena mazhab yang mudah dicerna, ciri utama kebenaran itu mudah dipahami," kata Rais Syuriyah PBNU ini seperti dikutip laman Nahdlatul Ulama, Jumat (20/8/2021)

Gus Baha menambahkan, dalam mazhab Ahlussunah wal Jama'ah orang masuk surga itu karena karunia dari Allah. Diceritakan, ada orang yang mempertanyakan alasan tidak dijadikannya amal sebagai pertimbangan untuk masuk surga.

“Lalu ditanya Allah, kenapa masuk surga? Karena tidak pernah maksiat. Berapa lama tidak maksiat? dijawab 80 tahun. Ya sudah, masuk surga selama itu, kok tidak selamanya Ya Allah? kata kamu masuk surga karena amalmu, ya segitu,” papar kiai asal Rembang, Jawa Tengah tersebut.

Baca juga: Gus Baha: Keutamaan Surat Toha

Dijelaskan Gus Baha, Allah kemudian menjelaskan bahwa rahmat-Nya tak terbatas maka surga-Nya pun tidak terbatas.

Setelah mendapat penjelasan ini, orang yang tadi bertanya kemudian tidak mengandalkan amalnya melainkan mengharapkan anugerah dari Allah.

"Ketika Ahlussunah berpendapat masuk surga karena rahmat Allah itu mudah dipahami. Tidak sulit, semua tergantung Allah. Tidak perlu mengafirkan orang lain. Sangat aneh kebenaran yang sampai mengancam itu," jelas Ketua Tim Lajnah Mushaf UII Yogyakarta itu.

Contoh lain, kata Gus Baha, Nabi Muhammad memiliki konsep tauhid atau satu Tuhan. Awalnya orang Arab banyak yang menganggap hal itu janggal. Nabi kemudian menjelaskan dengan model bertanya, jika ada pembantu punya satu majikan dan punya banyak majikan itu enak yang mana?

“Saat itu, orang Arab menjawab enak punya satu majikan, perintahnya tidak banyak, kata orang yang menentang. Lalu Nabi bilang, begitu juga dengan Tuhan. Nabi mudah menjelaskan konsep ini dengan logika yang sederhana,” tuturnya.

Gus Baha juga menjelaskan tentang ajaran Ahlussunah wal Jama'ah yang mencintai Nabi Muhammad serta keluarga dan sahabatnya.

“Logikanya sederhana, Nabi itu baik, yang menemaninya juga baik. Istrinya baik, anaknya baik, dan menantu juga baik. Teman duduk juga orang baik. Kalau ada mazhab yang sulit, maka dipertanyakan kebenarannya," imbuh Gus Baha.

Dikatakan, alasan Ahlussunah memiliki konsep mudah dicerna karena meniru sikap Nabi Muhammad yang berpandangan luas bahwa rahmat Allah tidak terbatas meskipun umatnya ada yang nakal. Allah sangat mudah memaaafkan dan menghapus semua dosa seseorang dan Nabi pun memiliki konsep syafa’at.

Baca juga: Biografi dan Silsilah Gus Baha, Nasabnya Sampai kepada Brawijaya V

Pada kesempatan tersebut, Gus Baha menceritakan kisah muridnya sahabat Jabir bernama Muhammad bin Mukadir yang punya kebiasaan melakukan shalat mayit kepada jenazah orang fasik, misalnya meninggal karena mabuk.

“Alasannya sangat luar biasa, saya malu pada Allah, jangan-jangan saya berpikiran Allah yang memiliki rahmat luas ternyata tidak cukup merahmati orang fasik ini. Jadi niatnya bersaksi bahwa rahmat Allah tidak terbatas," ujarnya.
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Mana Lebih Utama, Seekor...
Mana Lebih Utama, Seekor Kambing atau Patungan Satu Sapi untuk Hewan Kurban?
Menag Nasaruddin Umar:...
Menag Nasaruddin Umar: NU Mampu Menjembatani Peradaban Timur dan Barat
4 Amalan yang Besar...
4 Amalan yang Besar Pahalanya di Hari Raya Idulfitri, Cek Penjelasannya di Sini!
Menyikapi Perayaan Tahun...
Menyikapi Perayaan Tahun Baru Masehi, Simak Penjelasan Buya Yahya dan Gus Baha Ini
Kapan Waktu Terbaik...
Kapan Waktu Terbaik Puasa Rajab? Simak di Sini!
Poligami dalam Pandangan...
Poligami dalam Pandangan Gus Baha, Simak Penjelasannya!
Rekomendasi
Fenomena Alam di Indonesia...
Fenomena Alam di Indonesia Ini Sama Persis dengan Al-Quran Surat An-Naml
Takut Terkena Kutukan,...
Takut Terkena Kutukan, Ilmuwan Pakai Robot Ungkap Tempat Misterius di Piramida Giza
5 Tanda Akan Terjadi...
5 Tanda Akan Terjadi Hujan Lebat yang Dapat Dilihat Mata
Artikel Terkini
Kapan Tahun Baru Islam...
Kapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriyah?
7 Kisah Para Nabi di...
7 Kisah Para Nabi di Bulan Muharram yang Diabadikan Al Quran
3 Puasa Sunnah Muharram...
3 Puasa Sunnah Muharram yang Pahala Tidak Main-main!
Sebaik-baikya Puasa...
Sebaik-baikya Puasa Setelah Ramadan, Ternyata Puasa Muharram!
Wamenhaj Ungkap Dugaan...
Wamenhaj Ungkap Dugaan Penipuan Rp1,4 M Modus Dam dan Badal Haji
Larangan Menikah di...
Larangan Menikah di Bulan Suro: Bagaimana Pandangan Islam?
Infografis
Berjasa dalam Penemuan...
Berjasa dalam Penemuan Obat Kanker, 3 Ilmuwan Meraih Nobel Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved