Ketika Abu Hanifah Kalah Berdebat dengan Bahlul
Minggu, 29 Agustus 2021 - 15:44 WIB
loading...
A
A
A
Bahlul bertanya lagi, "Dapatkah kau perlihatkan rasa sakitmu?"
Abu Hanifah menjawab, "Mana mungkin rasa sakit diperlihatkan?"
Bahlul lalu menjawab, "Pertama, kau sendiri berkata bahwa suatu keberadaan pasti dapat dilihat, sehingga kau mengkritik Imam Ja'far Shadiq dengan mengatakan bagaimana mungkin Allah itu ada tetapi tidak terlihat (mata fisik).
Kedua, kau salah ketika mengatakan bahwa gumpalan tanah itu memyakiti kepalamu. Karena gumpalan itu terbuat dari lumpur (campuran tanah dan air) dan kau juga terbuat dari lumpur. Jadi bagaimana bisa suatu benda menyakiti benda lain yang sejenis?
Ketiga, kau mengatakan bahwa seluruh perbuatan manusia adalah kehendak Allah. Jadi bagaimana bisa kau mengatakan bahwa aku bersalah, lalu menyerahkan aku pada khalifah, mengadukan aku, dan meminta hukuman untukku!"
Abu Hanifah mendengarkan jawaban Bahlul yang cerdas itu, dan dengan perasaan malu ia meninggalkan istana.
Baca juga: Benarkah Kisah Harun A-Rasyid dan Abu Nawas Bohong Belaka?
Abu Hanifah menjawab, "Mana mungkin rasa sakit diperlihatkan?"
Bahlul lalu menjawab, "Pertama, kau sendiri berkata bahwa suatu keberadaan pasti dapat dilihat, sehingga kau mengkritik Imam Ja'far Shadiq dengan mengatakan bagaimana mungkin Allah itu ada tetapi tidak terlihat (mata fisik).
Kedua, kau salah ketika mengatakan bahwa gumpalan tanah itu memyakiti kepalamu. Karena gumpalan itu terbuat dari lumpur (campuran tanah dan air) dan kau juga terbuat dari lumpur. Jadi bagaimana bisa suatu benda menyakiti benda lain yang sejenis?
Ketiga, kau mengatakan bahwa seluruh perbuatan manusia adalah kehendak Allah. Jadi bagaimana bisa kau mengatakan bahwa aku bersalah, lalu menyerahkan aku pada khalifah, mengadukan aku, dan meminta hukuman untukku!"
Abu Hanifah mendengarkan jawaban Bahlul yang cerdas itu, dan dengan perasaan malu ia meninggalkan istana.
Baca juga: Benarkah Kisah Harun A-Rasyid dan Abu Nawas Bohong Belaka?
(mhy)
Lihat Juga :