Bukti Cinta Pada Nabi: Seorang Majusi Bermimpi Ketemu Nabi SAW
Senin, 30 Agustus 2021 - 14:25 WIB
loading...
Bagaimana membuktikan bahwa kita cinta Nabi? Ilustrasi/Ist
A
A
A
Alkisah, di negeri Arab ada seorang janda miskin yang mempunyai anak. Karena anaknya menangis kelaparan, janda itu terpaksa harus meninggalkan rumahnya untuk berkelana mencari uang.
Di depan sebuah masjid, ia bertemu seorang muslim dan meminta bantuan. "Anakku yatim dan kelaparan, aku minta pertolonganmu," kata janda itu.
"Mana buktinya?" Lelaki muslim itu bertanya.
Baca juga: Nabi Musa dan Seorang Wali Tuhan: Gara-gara Segelas Air
Janda itu tidak bisa membuktikan karena ia sendiri orang asing di tempat itu. Akhirnya lelaki muslim itu tidak menolongnya.
Setelah itu, janda miskin bertemu dengan seorang Majusi. Ia pun meminta pertolongannya. Orang Majusi itu membawa janda itu ke rumahnya dan memuliakannya dengan memberikan uang dan pakaian.
Pada malam harinya, lelaki muslim yang menolak menolong itu bermimpi bertemu dengan Rasulullah SAW . Semua orang mendatangi Nabi dan Nabi menyambut orang-orang itu dengan baik. Ketika tiba giliran lelaki itu mendatang Rasulullah SAW, Nabi mengusirnya dan menyuruhnya pergi. Lelaki itu berteriak, "Ya Rasulullah, aku ini umatmu yang mencintaimu juga".
Rasulullah bertanya, "Mana buktinya?"
Lelaki itu tersadar bahwa Rasulullah SAW menyindirnya karena ia telah meminta bukti saat diminta pertolongan. Ia menangis. Rasulullah SAW lalu menunjukkan sebuah taman yang indah dan gedung yang megah di surga. "Lihat ini," kata Rasulullah SAW, "Seharusnya aku berikan semua ini untukmu. Tapi karena kau tidak menolong janda dan anak yatim itu, aku berikan semua ini pada seorang Majusi."
Pagi harinya, lelaki itu terbangun. Dia lalu mencari janda miskin dan ternyata dia menemukannya sedang berada di rumah seorang Majusi. "Ikutlah kau bersamaku," pinta lelaki itu kepada si janda. Tetapi orang Majusi tidak mau menyerahkannya.
Di depan sebuah masjid, ia bertemu seorang muslim dan meminta bantuan. "Anakku yatim dan kelaparan, aku minta pertolonganmu," kata janda itu.
"Mana buktinya?" Lelaki muslim itu bertanya.
Baca juga: Nabi Musa dan Seorang Wali Tuhan: Gara-gara Segelas Air
Janda itu tidak bisa membuktikan karena ia sendiri orang asing di tempat itu. Akhirnya lelaki muslim itu tidak menolongnya.
Setelah itu, janda miskin bertemu dengan seorang Majusi. Ia pun meminta pertolongannya. Orang Majusi itu membawa janda itu ke rumahnya dan memuliakannya dengan memberikan uang dan pakaian.
Pada malam harinya, lelaki muslim yang menolak menolong itu bermimpi bertemu dengan Rasulullah SAW . Semua orang mendatangi Nabi dan Nabi menyambut orang-orang itu dengan baik. Ketika tiba giliran lelaki itu mendatang Rasulullah SAW, Nabi mengusirnya dan menyuruhnya pergi. Lelaki itu berteriak, "Ya Rasulullah, aku ini umatmu yang mencintaimu juga".
Rasulullah bertanya, "Mana buktinya?"
Lelaki itu tersadar bahwa Rasulullah SAW menyindirnya karena ia telah meminta bukti saat diminta pertolongan. Ia menangis. Rasulullah SAW lalu menunjukkan sebuah taman yang indah dan gedung yang megah di surga. "Lihat ini," kata Rasulullah SAW, "Seharusnya aku berikan semua ini untukmu. Tapi karena kau tidak menolong janda dan anak yatim itu, aku berikan semua ini pada seorang Majusi."
Pagi harinya, lelaki itu terbangun. Dia lalu mencari janda miskin dan ternyata dia menemukannya sedang berada di rumah seorang Majusi. "Ikutlah kau bersamaku," pinta lelaki itu kepada si janda. Tetapi orang Majusi tidak mau menyerahkannya.
Lihat Juga :