Ternyata Merasa Diri Sendiri Sial Adalah Syirik, Ini Dalilnya
Kamis, 02 September 2021 - 08:51 WIB
loading...
A
A
A
"Kemudian apabila datang kepada mereka kemakmuran mereka berkata ini ini adalah karena usaha kami. Dan jika mereka ditimpa kesusahan mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan orang-orang yang bersamanya." (QS Al A'raf 131)
Dalam sebuah hadis Rasul Sahallalahu 'alaihi wa sallam mengingatkan umatnya dengan sabda beliau :
“Seandainya umat berkumpul untuk memberikan kemanfaatan bagimu dengan sesuatu niscaya mereka tidak dapat memberikan kemanfaatan bagimu kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan untukmu. Dan sebaliknya, jika mereka semuanya berkumpul untuk memudaratkanmu dengan sesuatu niscaya mereka tidak dapat menimpakan kemudaratan tersebut kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan atasmu.” (HR. Tirmidzi)
Karena itu jika ada yang merasa dirinya mendatangkan keburukan, padahal Allah Ta'ala yang mengatur semuanya, maka dia harus beristighfar. Taubat kepada Allah. Sebab, Allah Ta'ala menetapkan sesuatu untuk kita. Niscaya hanya kebaikan dan hikmah terbaik yang akan kita dapatkan.
Rasulullah mengajarkan : “Dan apabila engkau ditimpa sesuatu maka katakanlah ‘Qadarullah wa maa syaa’a fa’al, 'Telah ditakdirkan oleh Allah dan apa yang Dia kehendaki pasti terjadi.” (HR. Muslim).
Dan apabila kita melihat atau merasa sesuatu yang tidak disenangi maka hendaklah mengucapkan :
“Allaahumma laa ya’tii bii hasanaati illaa anta walaa yadfa’us sayyiaati illaa anta walaa haula walaa quwwata illaa bika”.
(Ya Allah, tidak ada yang dapat mendatangkan kebaikan kecuali Engkau dan tidak ada yang dapat menghindarkan bahaya kecuali Engkau, tidak ada daya dan tidak ada kekuatan kecuali atas pertolongan-Mu).” (HR. Abu Daud)
Baca juga: Adab Seorang Muslim Ketika Sedang dalam Perjalanan
Wallahu 'alam
Dalam sebuah hadis Rasul Sahallalahu 'alaihi wa sallam mengingatkan umatnya dengan sabda beliau :
“Seandainya umat berkumpul untuk memberikan kemanfaatan bagimu dengan sesuatu niscaya mereka tidak dapat memberikan kemanfaatan bagimu kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan untukmu. Dan sebaliknya, jika mereka semuanya berkumpul untuk memudaratkanmu dengan sesuatu niscaya mereka tidak dapat menimpakan kemudaratan tersebut kecuali dengan sesuatu yang telah Allah tetapkan atasmu.” (HR. Tirmidzi)
Karena itu jika ada yang merasa dirinya mendatangkan keburukan, padahal Allah Ta'ala yang mengatur semuanya, maka dia harus beristighfar. Taubat kepada Allah. Sebab, Allah Ta'ala menetapkan sesuatu untuk kita. Niscaya hanya kebaikan dan hikmah terbaik yang akan kita dapatkan.
Rasulullah mengajarkan : “Dan apabila engkau ditimpa sesuatu maka katakanlah ‘Qadarullah wa maa syaa’a fa’al, 'Telah ditakdirkan oleh Allah dan apa yang Dia kehendaki pasti terjadi.” (HR. Muslim).
Dan apabila kita melihat atau merasa sesuatu yang tidak disenangi maka hendaklah mengucapkan :
“Allaahumma laa ya’tii bii hasanaati illaa anta walaa yadfa’us sayyiaati illaa anta walaa haula walaa quwwata illaa bika”.
(Ya Allah, tidak ada yang dapat mendatangkan kebaikan kecuali Engkau dan tidak ada yang dapat menghindarkan bahaya kecuali Engkau, tidak ada daya dan tidak ada kekuatan kecuali atas pertolongan-Mu).” (HR. Abu Daud)
Baca juga: Adab Seorang Muslim Ketika Sedang dalam Perjalanan
Wallahu 'alam
(wid)
Lihat Juga :