Ngaji Gus Baha Terbaru: Sunan Kalijaga Pelopor Jawanisasi Islam

Jum'at, 03 September 2021 - 17:37 WIB
loading...
A A A
Baca juga: Sunan Kalijaga (4): Dari Pakaian Takwa Sampai Suluk Linglung

Jadi, kata Gus Baha, yang khawariyyin dihapus kebaikannya karena angkuh, yang preman dihapus kejelekkanya karena tawadu. Kata Allah, keduanya harus mulai dari nol untuk menjadi orang baik.

“Sehingga dari cerita-cerita kitab Ihya Ulumuddin seperti ini, saya menyaksikan sendiri guru saya KH Maimoen Zubair atau dari bapak saya bahwa bertetangga dengan siapapun itu tidak masalah. Karena, ada orang yang sedang fasik atau sedang preman. Jadi, itu dibahasakan sedang. Dan Sedang itu artinya tidak ada jaminan kalau dia akan berakhir dengan seperti itu,” tutur dia.

Jadi bagian dari kearifan kiai-kiai dalam berbangsa dan bernegara karena tidak pernah menstigmasi bahwa orang lain itu lebih buruk ketimbang diri sendiri. “Sehingga kita nyaman saja, nyaman berteman dengan siapa saja karena kita tidak pernah merasa lebih baik,” kata dia.

Alasan para kiai kita itu fleksibel berteman dengan berbagai kelompok karena tidak pernah merasa lebih baik, atau dalam bahasa terkenalnya disebut tawadu.

Jadi, ketika orang merasa lebih baik maka akan ada keangkuhan, keangkuhan ini kemudian melahirkan sentimen, dan sentimen ini lama-lama menjadikan sosial yang tidak sehat atau bisa chaos.

“Nah, dari pelajaran itu akhirnya cara bernegara atau cara bersosialisasi kita juga itu nyaman-nyaman saja. Karena, Allah SWT itu membuat status sebenarnya itu di akhir, yang disebut dengan husnul khatimah atau su’ul khatimah,” paparnya.

Jadi banyak dicerita dari orang-orang dulu, misalnya orang yang niatnya nyantri tapi tidak menjadi wali. Tapi, Sunan Kalijaga yang pertama kali kenal Sunan Bonang ingin merampok atau begal, justru menjadi santrinya dan menjadi wali.

Baca juga: Sunan Kalijaga (5): Mubaligh yang Seniman dan Budayawan
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Mana Lebih Utama, Seekor...
Mana Lebih Utama, Seekor Kambing atau Patungan Satu Sapi untuk Hewan Kurban?
4 Amalan yang Besar...
4 Amalan yang Besar Pahalanya di Hari Raya Idulfitri, Cek Penjelasannya di Sini!
Menyikapi Perayaan Tahun...
Menyikapi Perayaan Tahun Baru Masehi, Simak Penjelasan Buya Yahya dan Gus Baha Ini
Kapan Waktu Terbaik...
Kapan Waktu Terbaik Puasa Rajab? Simak di Sini!
Poligami dalam Pandangan...
Poligami dalam Pandangan Gus Baha, Simak Penjelasannya!
Gus Baha Beri Catatan...
Gus Baha Beri Catatan Tafsir Kemenag: Benar Saja Tidak Cukup, Harus Nyaman Dibaca
Rekomendasi
Belum Terungkap Sampai...
Belum Terungkap Sampai Sekarang, Fenomena Badai Bola Petir Sudah Diamati 750 Tahun Lalu
Struktur Misterius Ditemukan...
Struktur Misterius Ditemukan di dalam Perut Bumi
Dua Gempa Bumi Terbesar...
Dua Gempa Bumi Terbesar di Dunia Diprediksi Akan Terjadi Bersamaan
Artikel Terkini
Mengapa Berbhakti pada...
Mengapa Berbhakti pada Ibu Didahulukan dalam Islam? Ini Penjelasan Al Quran dan Hadis
Kisah Uwais Al-Qarni,...
Kisah Uwais Al-Qarni, Teladan Berbakti kepada Orang Tua yang Dijamin Doanya Mustajab
10 Ayat Al-Quran tentang...
10 Ayat Al-Qur'an tentang Berbakti kepada Orang Tua, Lengkap dengan Arab, Latin, dan Artinya
10 Cara Berbakti kepada...
10 Cara Berbakti kepada Ibu Menurut Islam, Terinspirasi Momen Haru Timnas Maroko di Piala Dunia 2026
4 Amalan Hari Jumat...
4 Amalan Hari Jumat yang Jarang Diketahui, Pahalanya Dahsyat!
7 Ayat Al-Quran tentang...
7 Ayat Al-Qur'an tentang Akhlak yang Wajib Diketahui Setiap Muslim, Lengkap dengan Penjelasannya
Infografis
Penemuan Terbaru, Planet...
Penemuan Terbaru, Planet Merkurius Ternyata Penuh dengan Berlian
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved