Keutamaan Sujud dalam Shalat dan Dalil-dalilnya
Senin, 06 September 2021 - 12:19 WIB
loading...
A
A
A
لاَ يَصْلُحُ لِبَشَرٍ أَنْ يَسْجُدَ لِبَشَرٍ، وَلَوْ صَلُحَ لِبَشَرٍ أَنْ يَسْجُدَ لِبَشَرٍ لأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا مِنْ عِظَمِ حَقِّهِ عَلَيْهَا
"Tidak sepatutnya bagi manusia bersujud kepada sesama manusia. Seandainya patut bagi manusia bersujud kepada sesama manusia, niscaya aku perintahkan wanita bersujud kepada suaminya, karena besarnya haknya atas isterinya". [HR. Tirmidzi, Ahmad dan lain-lain)
Hadis ini menunjukkan betapa tingginya nilai sujud sebagai suatu peribadatan.
2) Posisi terdekat seorang hamba dengan Tuhannya
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pun pernah bersabda:
أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ
"Sedekat-dekatnya seorang hamba dengan Rabb-Nya adalah dalam keadaan dia sujud". [HR. Muslim, Abu Dawud, Nasa'i, dan Ahmad]
3) Bergugurannya dosa saat sujud shalat
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا قَامَ يُصَلِّي أُتِيَ بِذُنُوبِهِ فَوَضَعَتْ عَلَى رَأْسِهِ أَوْ عَاتِقِهِ فَكُلَّمَا رَكَعَ أَوْ سَجَدَ تساقطت عنه
"Sesungguhnya, tatkala seorang hamba berdiri shalat, didatangkanlah seluruh dosanya, kemudian diletakkan di atas kepala dan kedua bahunya, maka ketika ia rukuk dan sujud, dosa-dosa tersebut berguguran". [HR. Ibnu Hibban no.1734, Thabrani dalam Al-Ausath 7314, Al-Mawarzi dalam Ash Shalat 294, Al-Baghawi 656. Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam Ash-Shahihah 1398, mengatakan, dan ini merupakan sanad yang shahih, seluruh perawinya dapat dipercaya]
"Tidak sepatutnya bagi manusia bersujud kepada sesama manusia. Seandainya patut bagi manusia bersujud kepada sesama manusia, niscaya aku perintahkan wanita bersujud kepada suaminya, karena besarnya haknya atas isterinya". [HR. Tirmidzi, Ahmad dan lain-lain)
Hadis ini menunjukkan betapa tingginya nilai sujud sebagai suatu peribadatan.
2) Posisi terdekat seorang hamba dengan Tuhannya
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pun pernah bersabda:
أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ
"Sedekat-dekatnya seorang hamba dengan Rabb-Nya adalah dalam keadaan dia sujud". [HR. Muslim, Abu Dawud, Nasa'i, dan Ahmad]
3) Bergugurannya dosa saat sujud shalat
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا قَامَ يُصَلِّي أُتِيَ بِذُنُوبِهِ فَوَضَعَتْ عَلَى رَأْسِهِ أَوْ عَاتِقِهِ فَكُلَّمَا رَكَعَ أَوْ سَجَدَ تساقطت عنه
"Sesungguhnya, tatkala seorang hamba berdiri shalat, didatangkanlah seluruh dosanya, kemudian diletakkan di atas kepala dan kedua bahunya, maka ketika ia rukuk dan sujud, dosa-dosa tersebut berguguran". [HR. Ibnu Hibban no.1734, Thabrani dalam Al-Ausath 7314, Al-Mawarzi dalam Ash Shalat 294, Al-Baghawi 656. Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam Ash-Shahihah 1398, mengatakan, dan ini merupakan sanad yang shahih, seluruh perawinya dapat dipercaya]
Lihat Juga :