Kesabaran Tak Berbatas, Kisah Nabi Ayyub Ketika Diuji Iblis
Rabu, 15 September 2021 - 21:29 WIB
loading...
A
A
A
Iblis tidak berhenti sampai di situ. Dia mengganggu kekayaan yang lain. Iblis menghancurkan semua kambing milik Nabi Ayyub beserta tempat penggembalaannya. Ia datang lagi ke tempat Nabi Ayyub seraya memberitahukan peristiwa itu.
"Angin panas telah menghancurkan kebunmu, tidak ada yang tersisa sedikitpun," kata Iblis usai merusak semua kebun milik Nabi Ayyub.
Nabi Ayyub menjawab: "Alhamdulillah". Kemudian Beliau memuji Allah dan menyanjung-Nya.
Usaha Iblis tidak berhenti sampai di situ. Ia kembali menghadap Allah seraya memohon agar diberi kekuasaan (wewenang) untuk menguji Nabi Ayyub melalui anak-anaknya. Allah berfirman: "Silakan, pergilah. Aku memberi kekuasaan penuh kepadamu untuk menguji Ayyub melalui anak-anaknya."
Iblis pun berangkat. Yang dituju adalah rumah tempat anak-anak Nabi Ayyub berlindung di bawahnya. Gedung itu diguncang lalu hancur lebur menindih habis anak-anak Nabi Ayyub, semuanya mati.
Iblis lalu memberitahu Nabi Ayyub tentang bencana yang menimpa anak-anaknya. Apa reaksi Beliau? Nabi Ayyub justru beristighfar memohon ampun kepada Allah.
Usaha Iblis tetap tidak menghasilkan apapun untuk mengubah ketaatan Nabi Ayyub. Beliau tetap taat kepada Allah dan senantiasa bersyukur kepada-Nya.
Iblis kembali menghadap Allah seraya meminta agar diberi kekuasaan untuk mengujinya lagi. Allah berfirman kepadanya: "Silakan. Aku beri kekuasaan kepadamu untuk menguji melalui tubuh, lisan dan akalnya. Tetapi bukan hatinya."
Iblis segera berangkat untuk menggoda Nabi Ayyub. Sesampai ke tempat yang dituju, ternyata Beliau sedang bersujud. Iblis datang dari arah kepala Beliau, lalu meniup kedua lubang hidungnya dengan sekali tiup.
Seketika itu, badan Nabi Ayyub terasa gatal-gatal. Makin lama terasa semakin gatal. Nabi Ayyub menggaruk-garuk bagian-bagian tubuh yang gatal dengan ujung jemarinya. Tetapi penyakit gatal-gatal tak kunjung hilang.
Nabi Ayyub mencoba menggaruk-garuknya dengan kain kasar. Belum juga hilang gatal-gatal itu. Lalu menggunakan pecahan batu. Beliau tidak henti-hentinya menggaruk badannya hingga melepuh, sehingga bernanah dan berbau busuk. Masyarakat sekitarnya menganggap penyakit itu berbahaya sehingga mereka sepakat mengasingkan Nabi Ayyub ke luar daerah.
Beliau terusir ke tempat yang kotor. Mereka membuatkan untuk Beliau sebuah gubuk yang hanya ditemani istrinya bernama Rahmah binti Efraim bin Yusuf bin Ya'qub. Meskipun demikian istri beliau tetap setia melayaninya. Rahmah berbuat baik kepadanya dan memperlakukan suaminya penuh kasih sayang. Kebutuhan makan dan minumnya selalu diperhatikan.
"Angin panas telah menghancurkan kebunmu, tidak ada yang tersisa sedikitpun," kata Iblis usai merusak semua kebun milik Nabi Ayyub.
Nabi Ayyub menjawab: "Alhamdulillah". Kemudian Beliau memuji Allah dan menyanjung-Nya.
Usaha Iblis tidak berhenti sampai di situ. Ia kembali menghadap Allah seraya memohon agar diberi kekuasaan (wewenang) untuk menguji Nabi Ayyub melalui anak-anaknya. Allah berfirman: "Silakan, pergilah. Aku memberi kekuasaan penuh kepadamu untuk menguji Ayyub melalui anak-anaknya."
Iblis pun berangkat. Yang dituju adalah rumah tempat anak-anak Nabi Ayyub berlindung di bawahnya. Gedung itu diguncang lalu hancur lebur menindih habis anak-anak Nabi Ayyub, semuanya mati.
Iblis lalu memberitahu Nabi Ayyub tentang bencana yang menimpa anak-anaknya. Apa reaksi Beliau? Nabi Ayyub justru beristighfar memohon ampun kepada Allah.
Usaha Iblis tetap tidak menghasilkan apapun untuk mengubah ketaatan Nabi Ayyub. Beliau tetap taat kepada Allah dan senantiasa bersyukur kepada-Nya.
Iblis kembali menghadap Allah seraya meminta agar diberi kekuasaan untuk mengujinya lagi. Allah berfirman kepadanya: "Silakan. Aku beri kekuasaan kepadamu untuk menguji melalui tubuh, lisan dan akalnya. Tetapi bukan hatinya."
Iblis segera berangkat untuk menggoda Nabi Ayyub. Sesampai ke tempat yang dituju, ternyata Beliau sedang bersujud. Iblis datang dari arah kepala Beliau, lalu meniup kedua lubang hidungnya dengan sekali tiup.
Seketika itu, badan Nabi Ayyub terasa gatal-gatal. Makin lama terasa semakin gatal. Nabi Ayyub menggaruk-garuk bagian-bagian tubuh yang gatal dengan ujung jemarinya. Tetapi penyakit gatal-gatal tak kunjung hilang.
Nabi Ayyub mencoba menggaruk-garuknya dengan kain kasar. Belum juga hilang gatal-gatal itu. Lalu menggunakan pecahan batu. Beliau tidak henti-hentinya menggaruk badannya hingga melepuh, sehingga bernanah dan berbau busuk. Masyarakat sekitarnya menganggap penyakit itu berbahaya sehingga mereka sepakat mengasingkan Nabi Ayyub ke luar daerah.
Beliau terusir ke tempat yang kotor. Mereka membuatkan untuk Beliau sebuah gubuk yang hanya ditemani istrinya bernama Rahmah binti Efraim bin Yusuf bin Ya'qub. Meskipun demikian istri beliau tetap setia melayaninya. Rahmah berbuat baik kepadanya dan memperlakukan suaminya penuh kasih sayang. Kebutuhan makan dan minumnya selalu diperhatikan.
Lihat Juga :