Rasulullah SAW Terharu Mendengar Cerita Sang Ayah yang Mencuri Uang Anaknya Sendiri

Jum'at, 17 September 2021 - 17:35 WIB
loading...
Rasulullah SAW Terharu...
Rasulullah SAW membolehkan sang ayah yang sudah jompo mengambil duit putranya. (Ilustrasi: Dok. SINDOnews)
A A A
Seorang lelaki datang kepada Nabi Muhammad SAW , mengadukan ayahnya yang menghabiskan uang miliknya tanpa meminta izin terlebih dahulu kepadanya. Nabi yang mulia memanggil ayah orang itu ke hadapannya. Ketika lelaki jompo itu datang dengan tertatih-tatih bersandar pada tongkatnya, Nabi bertanya, “Betulkah kau mengambil uang anakmu tanpa seizinnya?”

“Wahai Nabi Allah,” lelaki itu menangis, “Ketika aku kuat dan anakku lemah, ketika aku kaya dan dia miskin, aku tidak membelanjakan uangku kecuali untuk memberi makan kepadanya, bahkan terkadang aku membiarkan diriku kelaparan asalkan dia bisa makan.

Sekarang aku telah tua dan lemah sementara anakku tumbuh kuat. Aku telah jatuh miskin sementara anakku menjadi kaya. Ia mulai menyembunyikan uangnya dariku.

Dahulu aku menyediakan makan untuknya tapi sekarang ia hanya menyiapkan makan untuk dirinya. Aku tak pernah memperlakukan ia seperti ia mempelakukanku. Jika saja aku masih sekuat dulu, aku akan merelakan uangku untuknya.”

Ketika mendengar hal ini, airmata Nabi SAW jatuh berlinang seperti untaian mutiara menimpa janggutnya yang suci, “Baiklah,” Nabi berkata, “Habiskan seluruh uang anakmu sekehendak hatimu. Uang itu milikmu ...”

Baca juga: Baca Surat Yasin, Gus Baha: Rasulullah SAW Tak Terlihat Saat Dikepung

Mengambil Sesuai Kebutuhan
Dari kisah di atas seakan-akan orang tua dibolehkan mengambil harta sang anak sesuka hati. Yang berpendapa demikian adalah Ibnu Qudamah dan kebanyakan ulama Hanafiyah . Menurutnya, orangtua boleh mengambil harta anaknya secara mutlak, baik sangat membutuhkan atau tidak, anaknya masih kecil atau sudah besar.

Sementara itu, Imam Abu Hanifah , Imam Malik , dan Imam Syafii , berpendapat orangtua tidak boleh mengambil harta anaknya tanpa izin. Ini kecuali orangtua sangat membutuhkan harta tersebut dan mengambil sesuai kebutuhannya. Jika tidak butuh atau mengambil melebihi kebutuhannya, maka hukumnya tidak diperbolehkan.

Menurut sebagian ulama, mengambil harta anak dibolehkan dengan dua syarat. Pertama, tidak memusnahkan harta dan tidak memudaratkan anak, juga bukan mengambil yang jadi kebutuhan penting anaknya. Kedua, tidak boleh mengambil harta tersebut dengan tujuan untuk memberikan pada yang lain.

Baca juga: Wisata ke Borobudur Haram? Begini Pendapat Para Ulama Berbagai Mazhab
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Menakjubkan dalam...
Kisah Menakjubkan dalam Al-Qur'an: Orang-Orang yang Diselamatkan Allah dari Berbagai Musibah
Kisah Hikmah : Perempuan...
Kisah Hikmah : Perempuan yang Sering Menangis karena Allah
Kisah Qarun dalam Al-Quran:...
Kisah Qarun dalam Al-Qur'an: Dari Orang Saleh Menjadi Binasa karena Harta
Kisah Uwais Al-Qarni,...
Kisah Uwais Al-Qarni, Teladan Berbakti kepada Orang Tua yang Dijamin Doanya Mustajab
Kisah Nabi Muhammad...
Kisah Nabi Muhammad SAW Sujud Sangat Lama, Ternyata Ini Penyebabnya
Kisah Hikmah : Tidak...
Kisah Hikmah : Tidak Melakukan Ibadah Haji Tapi Dapat Pahala Haji, Kok Bisa?
Rekomendasi
Ilmuwan Ungkap Peningkatkan...
Ilmuwan Ungkap Peningkatkan Titik Panas yang Akan Picu Kebakaran di Asia Tenggara
Al Battani : Astronom...
Al Battani : Astronom Muslim yang Tepat Menghitung Jumlah Waktu dan Hari
Debu Gurun Sahara Diprediksi...
Debu Gurun Sahara Diprediksi Akan Menutupi Wilayah AS Minggu Ini
Artikel Terkini
Kisah Dakwah Nabi Muhammad...
Kisah Dakwah Nabi Muhammad di Gua Tsur, Pelajaran Besar dari Hijrah ke Madinah
Muslimah pun Perlu Berdakwah,...
Muslimah pun Perlu Berdakwah, Ini Peran Penting Wanita dalam Syiar Islam
Metode Dakwah Para Nabi:...
Metode Dakwah Para Nabi: Nabi Ibrahim Memulai dari Keluarga, Nabi Muhammad Meneladaninya
Dakwah di Media Sosial...
Dakwah di Media Sosial : Cara Menebar Kebaikan dan Meraih Pahala Jariyah
Tafsir Surat Al Kahfi...
Tafsir Surat Al Kahfi Ayat 1-10 : Siapa yang Rutin Membacanya akan Dilindungi dari Dajjal
Mengapa Al-Quran Tidak...
Mengapa Al-Qur'an Tidak Menyebut Dajjal? Ini Penjelasan dan Hikmah di Baliknya
Infografis
Tri Mumpuni, Ilmuwan...
Tri Mumpuni, Ilmuwan Muslim Indonesia Paling Berpengaruh di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved