Baca Surat Yasin, Gus Baha: Rasulullah SAW Tak Terlihat Saat Dikepung
Kamis, 16 September 2021 - 16:48 WIB
loading...
Membaca Surat Yasin banyak keutamaannya. (Foto: Ist)
A
A
A
Gus Baha menyampaikan kisah peristiwa di malam hari sebelum Nabi Muhammad SAW hijrah ke Madinah. Beliau SAW tak terlihat saat dikepung. Ini karena pada saat peristiwa itu terjadi Turun Surat Yasin .
Baca juga: Tafsir Surat Yasin Ayat 20-21 Tentang Kisah Habib An-Najjar
Kiai bernama lengkap KH Ahmad Bahauddin Nursalim ini dalam kanal YouTube Santri Gayeng menjelaskan Nabi Muhammad pada saat itu dalam situasi genting, mendapat wahyu dari malaikat Jibril dan kemudian membacanya. Wahyu tersebut adalah surat Yasin ayat 9.
Selimut Nabi Muhammad diserahkan kepada sahabat Ali bin Abi Thalib untuk mengelabuhi, kemudian Nabi Muhammad keluar dan menaburkan tanah ke arah atas kepala orang-orang kafir tersebut.
Adapun ayat yang dibaca oleh Nabi Muhammad SAW saat itu adalah surat Yasin ayat 9, yang berbunyi:
Dan Kami jadikan di hadapan mereka sekat (dinding) dan di belakang mereka juga sekat, dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat. ( QS. Yasin: 9 )
Berkat kemuliaan Nabi SAW yang membaca ayat tersebut, orang-orang kafir yang sudah mengintai dan mengepung rumah Nabi Muhammad tertidur pulas dan tidak sadarkan diri. Sebagian meriwayatkan bahwa para pengepung tersebut tidak bisa melihat Nabi.
Baca juga: Doa Setelah Membaca Surat Yasin lengkap dengan Lafadz Arab. Latin dan Artinya
Cendekiawan Muslim Turki, Muhammad Fethullah Gulen, dalam bukunya Cahaya Abadi Muhammad SAW Kebanggaan Umat Manusia juga menjelaskan hal yang sama. "Kala itu, Rasulullah benar-benar telah berhasil menjaga keyakinan dan keberanian beliau untuk kemudian melangkah menuju gua Tsur. Sebuah gua yang terletak di puncak gunung dan sangat sulit untuk dicapai, termasuk oleh para pemuda. Tapi Rasulullah mampu mendaki puncak gunung itu ketika beliau telah berusia lima puluh tiga tahun," jelasnya.
Baca juga: Tafsir Surat Yasin Ayat 20-21 Tentang Kisah Habib An-Najjar
Kiai bernama lengkap KH Ahmad Bahauddin Nursalim ini dalam kanal YouTube Santri Gayeng menjelaskan Nabi Muhammad pada saat itu dalam situasi genting, mendapat wahyu dari malaikat Jibril dan kemudian membacanya. Wahyu tersebut adalah surat Yasin ayat 9.
Selimut Nabi Muhammad diserahkan kepada sahabat Ali bin Abi Thalib untuk mengelabuhi, kemudian Nabi Muhammad keluar dan menaburkan tanah ke arah atas kepala orang-orang kafir tersebut.
Adapun ayat yang dibaca oleh Nabi Muhammad SAW saat itu adalah surat Yasin ayat 9, yang berbunyi:
وَجَعَلْنَا مِنْۢ بَيْنِ اَيْدِيْهِمْ سَدًّا وَّمِنْ خَلْفِهِمْ سَدًّا فَاَغْشَيْنٰهُمْ فَهُمْ لَا يُبْصِرُوْنَ
Dan Kami jadikan di hadapan mereka sekat (dinding) dan di belakang mereka juga sekat, dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat. ( QS. Yasin: 9 )
Berkat kemuliaan Nabi SAW yang membaca ayat tersebut, orang-orang kafir yang sudah mengintai dan mengepung rumah Nabi Muhammad tertidur pulas dan tidak sadarkan diri. Sebagian meriwayatkan bahwa para pengepung tersebut tidak bisa melihat Nabi.
Baca juga: Doa Setelah Membaca Surat Yasin lengkap dengan Lafadz Arab. Latin dan Artinya
Cendekiawan Muslim Turki, Muhammad Fethullah Gulen, dalam bukunya Cahaya Abadi Muhammad SAW Kebanggaan Umat Manusia juga menjelaskan hal yang sama. "Kala itu, Rasulullah benar-benar telah berhasil menjaga keyakinan dan keberanian beliau untuk kemudian melangkah menuju gua Tsur. Sebuah gua yang terletak di puncak gunung dan sangat sulit untuk dicapai, termasuk oleh para pemuda. Tapi Rasulullah mampu mendaki puncak gunung itu ketika beliau telah berusia lima puluh tiga tahun," jelasnya.
Lihat Juga :