Barmak: Memeluk Islam di Era Utsman bin Affan, Berjaya di Era Harun Al-Rasyid
Rabu, 29 September 2021 - 17:52 WIB
loading...
Khalifah Harun Al-Rasyid: Barmak memeluk Islam di era Khalifah Utsman bin Affan dan menempati posisi penting dalam pemerinahan Harun Al-Rasyid (Ilustrasi: Ist)
A
A
A
Kisah keluarga al-Baramikah cukup legendaris. Kepala keluarganya, Barmak, memeluk Islam di era Khalifah Utsman bin Affan dengan diwarnai penolakan keluarga besar al-Baramikah. Dalam perjalanan sejarah, anak cucu Barmak menjadi tokoh penting di era Khalifah Harun Al-Rasyid .
Baca juga: Ibn al-Haitham: Ilmuwan "Gila" Penemu Kamera, Jungkir Balikkan Teori Pemikir Yunani
Alkisah, di Persia, hiduplah keluarga besar al-Baramikah. Mereka adalah keluarga terdidik, para pejabat kerajaan Persia yang beragama Buddha. Mereka memiliki pengetahuan, penguasaan, dan minat yang tinggi terhadap pembelajaran dalam bahasa Sanskerta.
Ketika Islam membebaskan seluruh wilayah Persia, keluarga al-Baramikah pindah ke Basrah yang berada di Irak bagian selatan. Meski Persia sudah beralih kekuasaan ke kekhalifahan Islam, posisi keluarga ini sebagai tenaga administrasi kerajaan sebelumnya tidak dicopot. Padahal mereka bertahan pada agama Buddha. Ini terjadi pada era Khalifah Umar bin Khattab .
Pada saat kekhalifahan berganti ke Utsman bin Affan , Barmak yang pada waktu itu merupakan pemimpin keluarga al-Baramikah menemui Khalifah Utsman bin Affan. Menurut Eamonn Gearon dalam bukunya berjudul The History and Achievements of the Islamic Golden Age (2017), kepada Khalifah Utsman Barmak menunjukkan dihqans (semacam bukti administrasi bahwa mereka adalah pemilik lahan tertentu) sebagai jaminan pengganti uang yang akan mereka serahkan kepada negara.
Di sana Barmak kemudian menunjukkan ketertarikannya kepada Islam, dan pada akhirnya dia memeluk Islam dan mengganti namanya menjadi Abdullah. Barmak kemudian kembali ke anak-anaknya, rumahnya, dan keluarganya, tapi mereka tidak dapat menerima keislamannya.
Menanggapi respon kaumnya, Barmak menjawab, “Hanya karena pilihan, dan mengetahui keunggulannya, tanpa rasa takut atau cemas, aku telah memasuki agama ini (Islam). Aku tidak akan kembali ke agama yang jelas-jelas cacat, yang aibnya telah disingkapkan.”
Baca juga: Syekh Subakir Meruqyah Jawa Setelah 6000 Keluarga Muslim Tewas
Era Bani Abbasiyah
Zaman kemudian terus berganti. Era khulafaur rasyidin digantikan oleh kekhalifahanBani Umayyah. Dan ketika Umayyah sudah mendekati masa-masa akhirnya, keluarga al-Baramikah merapat ke Bani Abbasiyah .
Ketika Bani Abbasiyah melakukan pemberontakan kepada Bani Umayyah, keluarga al-Baramikah mendukung pemberontakan tersebut. Pada saat pemberontakan itu berlangsung, kepala keluarga al-Baramikah, Khalid bin Barmak, mengelola wilayah keluarga tersebut di wilayah yang di masa kini disebut Irak, mengawasi pasukan militer, dan mengumpulkan pajak tanah setempat.
Keluarga al-Baramikah dikenal karena pandangan mereka yang toleran terhadap agama dan filsafat, dan mereka kemudian dikenal lebih luas karena dukungan mereka terhadap seni dan sains yang muncul ketika Zaman Keemasan Islam berlangsung.
Setelah Bani Abbasiyah berhasil menggulingkan Dinasti Umayyah dan naik ke tampuk kekuasaan pada tahun 750, Khalid bin Barmak memainkan peran utama dalam pemerinahan dengan menjadi kepala berbagai biro kesekretariatan dan juga menjadi gubernur di beberapa provinsi.
Sementara itu Yahya, putra Khalid, menjadi guru dan pengajar ilmu-ilmu pemerintahan dan militer bagi Harun al-Rasyid yang kala itu belum menjadi khalifah.
Baca juga: Ibn al-Haitham: Ilmuwan "Gila" Penemu Kamera, Jungkir Balikkan Teori Pemikir Yunani
Alkisah, di Persia, hiduplah keluarga besar al-Baramikah. Mereka adalah keluarga terdidik, para pejabat kerajaan Persia yang beragama Buddha. Mereka memiliki pengetahuan, penguasaan, dan minat yang tinggi terhadap pembelajaran dalam bahasa Sanskerta.
Ketika Islam membebaskan seluruh wilayah Persia, keluarga al-Baramikah pindah ke Basrah yang berada di Irak bagian selatan. Meski Persia sudah beralih kekuasaan ke kekhalifahan Islam, posisi keluarga ini sebagai tenaga administrasi kerajaan sebelumnya tidak dicopot. Padahal mereka bertahan pada agama Buddha. Ini terjadi pada era Khalifah Umar bin Khattab .
Pada saat kekhalifahan berganti ke Utsman bin Affan , Barmak yang pada waktu itu merupakan pemimpin keluarga al-Baramikah menemui Khalifah Utsman bin Affan. Menurut Eamonn Gearon dalam bukunya berjudul The History and Achievements of the Islamic Golden Age (2017), kepada Khalifah Utsman Barmak menunjukkan dihqans (semacam bukti administrasi bahwa mereka adalah pemilik lahan tertentu) sebagai jaminan pengganti uang yang akan mereka serahkan kepada negara.
Di sana Barmak kemudian menunjukkan ketertarikannya kepada Islam, dan pada akhirnya dia memeluk Islam dan mengganti namanya menjadi Abdullah. Barmak kemudian kembali ke anak-anaknya, rumahnya, dan keluarganya, tapi mereka tidak dapat menerima keislamannya.
Menanggapi respon kaumnya, Barmak menjawab, “Hanya karena pilihan, dan mengetahui keunggulannya, tanpa rasa takut atau cemas, aku telah memasuki agama ini (Islam). Aku tidak akan kembali ke agama yang jelas-jelas cacat, yang aibnya telah disingkapkan.”
Baca juga: Syekh Subakir Meruqyah Jawa Setelah 6000 Keluarga Muslim Tewas
Era Bani Abbasiyah
Zaman kemudian terus berganti. Era khulafaur rasyidin digantikan oleh kekhalifahanBani Umayyah. Dan ketika Umayyah sudah mendekati masa-masa akhirnya, keluarga al-Baramikah merapat ke Bani Abbasiyah .
Ketika Bani Abbasiyah melakukan pemberontakan kepada Bani Umayyah, keluarga al-Baramikah mendukung pemberontakan tersebut. Pada saat pemberontakan itu berlangsung, kepala keluarga al-Baramikah, Khalid bin Barmak, mengelola wilayah keluarga tersebut di wilayah yang di masa kini disebut Irak, mengawasi pasukan militer, dan mengumpulkan pajak tanah setempat.
Keluarga al-Baramikah dikenal karena pandangan mereka yang toleran terhadap agama dan filsafat, dan mereka kemudian dikenal lebih luas karena dukungan mereka terhadap seni dan sains yang muncul ketika Zaman Keemasan Islam berlangsung.
Setelah Bani Abbasiyah berhasil menggulingkan Dinasti Umayyah dan naik ke tampuk kekuasaan pada tahun 750, Khalid bin Barmak memainkan peran utama dalam pemerinahan dengan menjadi kepala berbagai biro kesekretariatan dan juga menjadi gubernur di beberapa provinsi.
Sementara itu Yahya, putra Khalid, menjadi guru dan pengajar ilmu-ilmu pemerintahan dan militer bagi Harun al-Rasyid yang kala itu belum menjadi khalifah.
Lihat Juga :