Barmak: Memeluk Islam di Era Utsman bin Affan, Berjaya di Era Harun Al-Rasyid
Rabu, 29 September 2021 - 17:52 WIB
loading...
A
A
A
Pada sekitar tahun 779, Harun muda — sebagai anak laki-laki yang masih berusia sekitar 14 tahun— ditunjuk untuk memimpin ekspedisi militer Abbasiyah melawan kekaisaran Kristen Bizantium.
Dalam ekspedisi itu dia ditemani oleh Yahya yang terlatih dan cakap. Yahya mengawasi dengan cermat dan memastikan agar Harun muda dapat menyukseskan misi tersebut agar pada saat dia pulang dia dapat disambut dan dielu-elukan di lingkungan istananya.
Kakak laki-laki Harun al-Rasyid, Al-Hadi, sempat naik ke tampuk kekhalifahan. Tapi dia meninggal tak lama kemudian karena sebab yang misterius. Alhasil, Harun al-Rasyid, pada saat itu berusia 20 tahun, menjadi khalifah Abbasiyah yang kelima.
Di bawah khalifah yang baru ini Yahya kemudian diangkat menjadi wazirnya. Ia diberi kuasa untuk mengendalikan administrasi kerajaan hampir secara total hingga selama 17 tahun berikutnya.
Putra Yahya, yaitu Jafar, juga memiliki peranan yang sama pentingnya selama periode ini, dia diberi kepercayaan untuk menjadi gubernur beberapa provinsi, memimpin tentara, dan mendampingi calon khalifah muda.
Berbagai catatan sejarah menekankan bahwa pada masa-masa ini keluarga Abbasiyah dan keluarga al-Baramikah secara pribadi sangat dekat, bahkan dari sejak awal.
Yahya sendiri pada periode ini menaruh minat pribadi pada karya-karya Sanskerta dan agama-agama dari India. Di bawah dorongan al-Baramikah Dinasti Abbasiyah melakukan penerjemahan buku-buku Sanskerta ke dalam bahasa Arab.
Ketika keturunan Barmak tiba-tiba dan secara paksa disingkirkan dari kekuasaan oleh Khalifah Harun al-Rasyid pada tahun 803, dan pengaruh al-Baramikah menghilang, tidak ada terjemahan lebih lanjut dari bahasa Sanskerta ke dalam bahasa Arab yang diketahui.
Penerjemahan Sanskerta ke Arab baru ada kembali dua abad kemudian di India sendiri. Hal ini dilakukan oleh cendekiawan al-Biruni dalam keadaan yang sudah benar-benar berbeda.
Laporan menyatakan bahwa penyingkiran al-Baramikah dari lingkungan istana adalah karena Yahya terlampau berkuasa. Dan selain itu Jafar bin Yahya dikabarkan melakukan perselingkuhan dengan saudara perempuan Harun aI-Rasyid, Abbasah. Harun kemudian memerintahkan Jafar untuk dibunuh.
Baca juga: Syekh Subakir, Tombak Kiai Panjang dan Tumbal Tanah Jawa
Dalam ekspedisi itu dia ditemani oleh Yahya yang terlatih dan cakap. Yahya mengawasi dengan cermat dan memastikan agar Harun muda dapat menyukseskan misi tersebut agar pada saat dia pulang dia dapat disambut dan dielu-elukan di lingkungan istananya.
Kakak laki-laki Harun al-Rasyid, Al-Hadi, sempat naik ke tampuk kekhalifahan. Tapi dia meninggal tak lama kemudian karena sebab yang misterius. Alhasil, Harun al-Rasyid, pada saat itu berusia 20 tahun, menjadi khalifah Abbasiyah yang kelima.
Di bawah khalifah yang baru ini Yahya kemudian diangkat menjadi wazirnya. Ia diberi kuasa untuk mengendalikan administrasi kerajaan hampir secara total hingga selama 17 tahun berikutnya.
Putra Yahya, yaitu Jafar, juga memiliki peranan yang sama pentingnya selama periode ini, dia diberi kepercayaan untuk menjadi gubernur beberapa provinsi, memimpin tentara, dan mendampingi calon khalifah muda.
Berbagai catatan sejarah menekankan bahwa pada masa-masa ini keluarga Abbasiyah dan keluarga al-Baramikah secara pribadi sangat dekat, bahkan dari sejak awal.
Yahya sendiri pada periode ini menaruh minat pribadi pada karya-karya Sanskerta dan agama-agama dari India. Di bawah dorongan al-Baramikah Dinasti Abbasiyah melakukan penerjemahan buku-buku Sanskerta ke dalam bahasa Arab.
Ketika keturunan Barmak tiba-tiba dan secara paksa disingkirkan dari kekuasaan oleh Khalifah Harun al-Rasyid pada tahun 803, dan pengaruh al-Baramikah menghilang, tidak ada terjemahan lebih lanjut dari bahasa Sanskerta ke dalam bahasa Arab yang diketahui.
Penerjemahan Sanskerta ke Arab baru ada kembali dua abad kemudian di India sendiri. Hal ini dilakukan oleh cendekiawan al-Biruni dalam keadaan yang sudah benar-benar berbeda.
Laporan menyatakan bahwa penyingkiran al-Baramikah dari lingkungan istana adalah karena Yahya terlampau berkuasa. Dan selain itu Jafar bin Yahya dikabarkan melakukan perselingkuhan dengan saudara perempuan Harun aI-Rasyid, Abbasah. Harun kemudian memerintahkan Jafar untuk dibunuh.
Baca juga: Syekh Subakir, Tombak Kiai Panjang dan Tumbal Tanah Jawa
(mhy)
Lihat Juga :