Hamzah bin Abdul Muthalib: Bersama Roh Para Syuhada di Perut Burung
Minggu, 03 Oktober 2021 - 17:43 WIB
loading...
A
A
A
“Janganlah engkau mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezeki.” (QS Ali Imran : 169)
Hadits ini diriwatkan bu Dawud (No. 2520) dan al-Hakim (Vol 2, hlm 88, 297)..
Baca juga: Karomah Hamzah Bin Abdul Muthalib, Singa Allah dan Pemimpin Para Syuhada
Dalam kesempatan lain, seseorang bertanya kepada Abdullah bin Masud:
Kami bertanya kepada Abdullah bin Masud rentang ayat ini (yaitu QS Ali Imran : 169). Maka dia berkata, “Kami juga pernah bertanya tentang hal itu kepada Rasulullah SAW, maka beliau bersabda, ‘Ruh-ruh mereka di dalam perut burung berwarna hijau. Ia mempunyai lentera-lentera yang bergantungan di ‘Arsy. Ia hilir-mudik di dalam surga sesuka-sukanya, kemudian ia bertengger di lentera-lentera tersebut.’
‘Lalu Rabb mereka melongok kepada mereka lalu berfirman, ‘Apakah kalian menginginkan sesuatu?’
‘Mereka menjawab,’Apa yang kami inginkan (lagi), sementara kami hilir mudik di surga sesuka kami?’
‘Lalu Allah melakukan hal itu kepada mereka sebanyak tiga kali. Ketika mereka melihat bahwa mereka akan terus ditanya, mereka berkata, ‘Ya Rabbi, kami ingin Engkau mengembalikan ruh kami ke jasad kami sehingga kami terbunuh di jalan-Mu sekali lagi.’
‘Ketika Allah melihat bahwa mereka tidak lagi memendam hajat, maka mereka dibiarkan.’.”
Hadits ini diriwayatkan oleh Muslim (No. 1887) dari jalan al-A’masy dari Abdullah bin Murrah dari Masruq, dikutip oleh Adz-Dzahabi, Siyar A’laamin Nubalaa (Vol 1, hlm 179).
Tak Ada yang Menangisi Hamzah
Ibnu Ishaq dalam bukunya berjudul Sirat Rasul Allah, diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh A Guillaume, The Life of Muhammad (Oxford University Press: Karachi, 1967) memaparkan Rasulullah SAW dan para sahabat kemudian pulang ke Madinah. Di tengah perjalanan Rasulullah SAW mendengar tangisan dari para wanita. Ibnu Ishaq meriwayatkan:
Hadits ini diriwatkan bu Dawud (No. 2520) dan al-Hakim (Vol 2, hlm 88, 297)..
Baca juga: Karomah Hamzah Bin Abdul Muthalib, Singa Allah dan Pemimpin Para Syuhada
Dalam kesempatan lain, seseorang bertanya kepada Abdullah bin Masud:
Kami bertanya kepada Abdullah bin Masud rentang ayat ini (yaitu QS Ali Imran : 169). Maka dia berkata, “Kami juga pernah bertanya tentang hal itu kepada Rasulullah SAW, maka beliau bersabda, ‘Ruh-ruh mereka di dalam perut burung berwarna hijau. Ia mempunyai lentera-lentera yang bergantungan di ‘Arsy. Ia hilir-mudik di dalam surga sesuka-sukanya, kemudian ia bertengger di lentera-lentera tersebut.’
‘Lalu Rabb mereka melongok kepada mereka lalu berfirman, ‘Apakah kalian menginginkan sesuatu?’
‘Mereka menjawab,’Apa yang kami inginkan (lagi), sementara kami hilir mudik di surga sesuka kami?’
‘Lalu Allah melakukan hal itu kepada mereka sebanyak tiga kali. Ketika mereka melihat bahwa mereka akan terus ditanya, mereka berkata, ‘Ya Rabbi, kami ingin Engkau mengembalikan ruh kami ke jasad kami sehingga kami terbunuh di jalan-Mu sekali lagi.’
‘Ketika Allah melihat bahwa mereka tidak lagi memendam hajat, maka mereka dibiarkan.’.”
Hadits ini diriwayatkan oleh Muslim (No. 1887) dari jalan al-A’masy dari Abdullah bin Murrah dari Masruq, dikutip oleh Adz-Dzahabi, Siyar A’laamin Nubalaa (Vol 1, hlm 179).
Tak Ada yang Menangisi Hamzah
Ibnu Ishaq dalam bukunya berjudul Sirat Rasul Allah, diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh A Guillaume, The Life of Muhammad (Oxford University Press: Karachi, 1967) memaparkan Rasulullah SAW dan para sahabat kemudian pulang ke Madinah. Di tengah perjalanan Rasulullah SAW mendengar tangisan dari para wanita. Ibnu Ishaq meriwayatkan:
Lihat Juga :