Kekayaan Elon Musk Orang Terkaya di Dunia, Cuma Setengah Harta Mansa Musa
Rabu, 06 Oktober 2021 - 05:15 WIB
loading...
A
A
A
Garam dan Emas
Kekayaan Mansa Musa bisa disebut sebagai keberuntungan alami, mengingat posisinya sebagai penguasa Kekaisaran Mali. Pada masa itu, Mali merupakan pusat perdagangan regional yang tumbuh secara kuat dan kaya karena diberkahi dengan berlimpahnya dua komoditas yang tak ternilai: garam dan emas.
Kekaisaran Mali muncul sebagai kekuatan regional sekitar 100 tahun sebelum pemerintahan Mansa Musa. Pada awal 1300-an, kekaisaran tersebut mencakup kira-kira setengah juta mil persegi, menjadikannya salah satu wilayah teritorial terbesar di bawah otoritas pusat di manapun di dunia ini.
Bagian terpenting dari kekaisaran adalah tempat-tempat terpencil di jantung Sahara. Sebagai gambaran, luas territorial Mansa Musa mencakup Mauritania modern, Senegal, Gambia, Guinea, Burkina Faso, Mali, Niger, Nigeria, dan Chad.
Emas dan garam yang merupakan komoditas utama dan menjadi urat nadi kekayaan Mali dilindungi dengan sangat hati-hati. Demikian ketat dan hati-hatinya penjagaan terhadap sumber daya utama Mali ini, sehingga gangguan sekecil apapun terhadap emas dan garam, tampak mustahil untuk dilakukan.
Adapun di dalam kekaisaran, semua emas adalah milik pribadi Mansa atau kaisar, dan siapa pun yang tertangkap mencuri, akan langsung ditindak keras.
Selain emas dan garam, Mansa Musa juga memiliki sumber pendapatan penting lainnya dalam bentuk perpajakan. Pajak-pajak ini diambil dari kafilah pedagang yang melewati kerajaannya.
Terlepas dari sumber daya alamnya, kekaisaran tersebut berisi banyak kota oasis yang merupakan jalur selatan dari rute perdagangan trans-Sahara yang sibuk.
Sebagaimana kekayaan negerinya yang melimpah ruah, lagi-lagi nasib menyandingkan Mansa Musa dengan kekuasaannya.
Ia naik tahta menggantikan kakeknya yang pergi dalam sebuah ekspedisi dan tidak pernah kembali. Sebagaimana tradisi di wilayah tersebut, seorang raja akan menunjuk wakilnya untuk menggantikan kedudukannya bila raja sedang dalam suatu perjalanan yang berbahaya dan beresiko tinggi.
Demikian juga dengan kakek Mansa Musa, dia berangkat dengan angkatan lautnya memimpin misi untuk menjelajahi ujung terjauh dari Samudra Atlantik, dan selama kepergiannya, ia menunjuk Mansa Musa untuk menggantikannya mengurus semua urusan pemerintahan.
Baca juga: 5 Miliarder Cilik Terkaya di Dunia, Ada yang Hartanya Mencapai Rp70 Triliun!
Kekayaan Mansa Musa bisa disebut sebagai keberuntungan alami, mengingat posisinya sebagai penguasa Kekaisaran Mali. Pada masa itu, Mali merupakan pusat perdagangan regional yang tumbuh secara kuat dan kaya karena diberkahi dengan berlimpahnya dua komoditas yang tak ternilai: garam dan emas.
Kekaisaran Mali muncul sebagai kekuatan regional sekitar 100 tahun sebelum pemerintahan Mansa Musa. Pada awal 1300-an, kekaisaran tersebut mencakup kira-kira setengah juta mil persegi, menjadikannya salah satu wilayah teritorial terbesar di bawah otoritas pusat di manapun di dunia ini.
Bagian terpenting dari kekaisaran adalah tempat-tempat terpencil di jantung Sahara. Sebagai gambaran, luas territorial Mansa Musa mencakup Mauritania modern, Senegal, Gambia, Guinea, Burkina Faso, Mali, Niger, Nigeria, dan Chad.
Emas dan garam yang merupakan komoditas utama dan menjadi urat nadi kekayaan Mali dilindungi dengan sangat hati-hati. Demikian ketat dan hati-hatinya penjagaan terhadap sumber daya utama Mali ini, sehingga gangguan sekecil apapun terhadap emas dan garam, tampak mustahil untuk dilakukan.
Adapun di dalam kekaisaran, semua emas adalah milik pribadi Mansa atau kaisar, dan siapa pun yang tertangkap mencuri, akan langsung ditindak keras.
Selain emas dan garam, Mansa Musa juga memiliki sumber pendapatan penting lainnya dalam bentuk perpajakan. Pajak-pajak ini diambil dari kafilah pedagang yang melewati kerajaannya.
Terlepas dari sumber daya alamnya, kekaisaran tersebut berisi banyak kota oasis yang merupakan jalur selatan dari rute perdagangan trans-Sahara yang sibuk.
Sebagaimana kekayaan negerinya yang melimpah ruah, lagi-lagi nasib menyandingkan Mansa Musa dengan kekuasaannya.
Ia naik tahta menggantikan kakeknya yang pergi dalam sebuah ekspedisi dan tidak pernah kembali. Sebagaimana tradisi di wilayah tersebut, seorang raja akan menunjuk wakilnya untuk menggantikan kedudukannya bila raja sedang dalam suatu perjalanan yang berbahaya dan beresiko tinggi.
Demikian juga dengan kakek Mansa Musa, dia berangkat dengan angkatan lautnya memimpin misi untuk menjelajahi ujung terjauh dari Samudra Atlantik, dan selama kepergiannya, ia menunjuk Mansa Musa untuk menggantikannya mengurus semua urusan pemerintahan.
Baca juga: 5 Miliarder Cilik Terkaya di Dunia, Ada yang Hartanya Mencapai Rp70 Triliun!
(mhy)
Lihat Juga :