Kisah Pemuda Mengagungkan Maulid Nabi Diangkat Jadi Wali

Sabtu, 09 Oktober 2021 - 21:52 WIB
loading...
Kisah Pemuda Mengagungkan...
Tradisi perayaan Maulid Nabi di Hadhramaut Yaman diawali dengan pembacaan Kitab Maulid dan sholawat kepada Baginda Nabi. Foto/dok Fb Abdullah Alwi
A A A
Hari kelahiran Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam sering disebut dengan Maulid atau Maulud. Perayaan Maulid Nabi ini sudah menjadi tradisi bagi masyarakat muslim dunia termasuk di Indonesia yang bermazhab Syafi'i.

Orang yang pertama kali mengadakan peringatan Maulid Nabi adalah Sultan Al-Muzhaffar. Demikian kata Ibnu Katsir, Al-Hafizh Al-Sakhawi, Al-Hafizh Al-Suyuthi. Sultan Al-Muzhaffar (549-630 H) mengundang seluruh rakyatnya termasuk para ulama, ahli tasawuf, ilmuwan, di Irak untuk memperingati Maulid Nabi. Hal serupa juga dilakukan Shalahuddin Al-Ayyubi (567-622 H) untuk meningkatkan semangat jihad kaum muslimin saat membebaskan Baitul Maqdis.

Baca Juga: Sejarah Maulid Nabi dan Orang Pertama yang Merayakannya

Kisah Hikmah Merayakan Maulid Nabi
Berikut ini beberapa kisah Hikmah perayaan Maulid Nabi dinukil dari Kitab I'anah al-Thalibin karya Sayyid Abu Bakar Muhammad Syatha al-Dimyathi. Di antaranya, ada kisah pemuda yang diangkat jadi Waliyullah berkat mengagungkan Maulid Nabi.

Dikisahkan, pada masa Amirul Mukminin, Harun Ar-Rasyid, ada seorang pemuda di Bashrah yang gemar berbuat dosa, hingga penduduk selalu memandangnya dengan pandangan hina karena ulah perbuatannya. Tapi selain itu, ia memiliki kebiasaan, saat datang bulan Rabiul Awal, ia cuci bajunya dan menggunakan wewangian kemudian berhias dan mengadakan walimah, dan meminta dibacakan Maulid Nabi shallallahu 'alaihi wasallam.

Kebiasaan ini ia lakukan terus menerus dalam waktu yang lama. Saat ia meninggal dunia penduduk Bashrah mendengar hatif (suara tanpa rupa) yang menyerukan: "Wahai penduduk Bashrah, datang dan saksikanlah jenazah salah satu wali (kekasih) Allah. Ia adalah orang mulia di sisi-Kku."

Penduduk Bashrah pun menghadiri dan merawat jenazah serta menguburnya. Mereka pun bermimpi melihat pemuda tersebut mengenakan pakaian yang terbuat dari sutra sundus dan istabraq. Kemudian ditanyakan kepadanya: "Sebab apa engkau mendapatkan kemuliaan ini?" Pemudah itu menjawab: "Sebab memuliakan Maulid Nabi shallallahu 'alaihi wasallam."

Kisah berikutnya, pada zaman Khalifah Malik Ibn Marwan, ada seorang pemuda tampan yang suka menunggang kuda. Suatu hari, saat dia sedang di atas punggung kudanya tiba-tiba kudanya lari dengan kencang dan membawanya masuk lorong-lorong di Syam.

Ia tak mampu mengendalikan kudanya hingga masuk ke jalan menuju pintu khalifah dan berpapasan dengan putra khalifah. Sang putra khalifah pun tidak mampu menghindari kuda itu dan akhirnya tertabrak hingga meninggal dunia.

Berita itu akhirnya sampai ke telinga khalifah, dan memerintahkan agar pemuda itu ditangkap dan dihadapkan kepadanya. Ketika pemuda itu menuju khalifah, ia berkata dalam hati: "Jika Allah menyelamatkanku dari kejadian ini maka aku akan membuat walimah, dan aku akan meminta dibacakan Maulid Nabi ."

Saat pemuda itu sampai di hadapannya, sang khalifah pun memandangnya, lalu tertawa padahal sebelumnya dia sangat marah. "Wahai pemuda, apakah kau pandai ilmu sihir?" tanya khalifah.

"Tidak, demi Allah, wahai Amirul Mukminin," jawab si pemuda.

"Aku telah memaafkanmu, tapi katakan kepadaku apa yang kau katakan (dalam hatimu)? Khalifah balik tanya.

"Jika Allah menyelamatkanku dari kejadian ini maka aku akan membuat walimah, dan aku akan meminta di bacakan Maulid Nabi," jawab pemuda itu.

"Aku telah memaafkanmu, dan ini uang 1000 Dinar untuk merayakan Maulid Nabi shallallahu 'alaihi wasallam. Engkau telah terbebas dari darah anakku," kata khalifah.

Pemuda itu pun keluar dari kediaman khalifah. Betapa gembiranya ia terbebas dari Qishos, bahkan mendapatkan 1000 Dinar berkah dari kecintaannya terhadap Maulid Nabi.

Sumber:
Lajnah Ta'lif wan Nasyr
Keluarga Santri dan Alumni Langitan 1443 H

Baca Juga: Sambut Rabiul Awal, Ini Keutamaan Merayakan Maulid Nabi
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Pendosa yang Gemar...
Kisah Pendosa yang Gemar Rayakan Maulid Nabi di Bulan Rabiul Awwal
Wamenag Apresiasi Kemayoran...
Wamenag Apresiasi Kemayoran Berselawat sebagai Agenda Nasional Perayaan Maulid Nabi
Kisah Lelaki Miskin...
Kisah Lelaki Miskin dan Hadiah Anggurnya untuk Rasulullah SAW
Maulid Nabi Muhammad...
Maulid Nabi Muhammad SAW, Prabowo Ajak Teladani Akhlak Rasulullah dan Semangat Gotong Royong
Perayaan Maulid Nabi...
Perayaan Maulid Nabi dalam Pandangan Hadis
Maulid Nabi Muhammad...
Maulid Nabi Muhammad SAW, Menag Kenalkan Konsep Ekoteologi ke Presiden dan Wapres
Rekomendasi
Cerro El Cono Diyakini...
Cerro El Cono Diyakini Piramida yang Tersembunyi di Hutan Amazon
Berhala yang Biasa Disembah...
Berhala yang Biasa Disembah Firaun Ditemukan di Dasar Laut
3 Fakta Orbit Planet...
3 Fakta Orbit Planet di Tata Surya yang Sesuai dengan Penjelasan di Al Quran
Artikel Terkini
Di Dua Waktu Istimewa...
Di Dua Waktu Istimewa Ini, Malaikat Pengawas Saling Bertemu
Kisah Nabi Daud Bertobat...
Kisah Nabi Daud Bertobat 40 Hari 40 Malam, Diampuni Allah pada 10 Muharram
Puasa Tasua, Keutamaan...
Puasa Tasua, Keutamaan dan Jadwal Pelaksanaannya
Asal-usul Puasa Asyura...
Asal-usul Puasa Asyura dan Tasua, Benarkah Berasal dari Tradisi Yahudi?
Rahasia Keutamaan Puasa...
Rahasia Keutamaan Puasa Asyura, Ibadah Sunnah yang Sangat Dianjurkan Rasulullah SAW
Khotbah Jumat Pertama...
Khotbah Jumat Pertama Muharram : Ada Apa dengan Hari Asyura?
Infografis
Ilmuwan NASA Yakin Jupiter...
Ilmuwan NASA Yakin Jupiter Jadi Sarang Alien
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved