Jalaluddin Rumi: Ketika Musuh Meludahi Wajah Ali bin Abu Thalib

Minggu, 10 Oktober 2021 - 20:14 WIB
loading...
Jalaluddin Rumi: Ketika...
Jalaluddin Rumi: Engkau adalah awannya Musa di tengah panasnya gurun yang menghadirkan pesta tak tertandingi untuk jamuan makan. (Foto/Ilustrasi: Ist)
A A A
Jalal al-Din Rumi dalam bukunya berjudul Masnavi bersyair:

Belajarlah bagaimana bersikap tulus dari Ali bin Abi Thalib , sang singa Allah, bebas dari segala keburukan. Dalam pertempuran, dia mengalahkan musuh kemudian menghunus pedangnya untuk melancarkan tebasan terakhir.

Orang itu meludahi wajah Ali yang suci, kebanggaan bagi setiap orang suci dan nabi, yang dalam dan luas: Bahkan bulan pun bersujud di hadapan wajah ini, di mana ia diludahi – ini adalah tindakan yang tercela!

Baca juga: Kisah Sufi Jalaluddin Rumi: Kucing dan Daging Kambing

Ali langsung meletakkan pedangnya dan, meskipun dia berada di posisi yang unggul, dia menghentikan pertarungan. Musuh itu heran dengan tindakannya ini, bahwa dia menunjukkan belas kasih meskipun telah diserang.

Musuh itu berkata, “Engkau mengarahkan pedang tajammu ke arahku sebelumnya, tapi kemudian engkau menjatuhkannya begitu saja ke tanah–– Lebih penting dari pada melawanku, apa yang engkau pikirkan dengan membatalkan seranganmu kepadaku?

“Apa yang engkau pikirkan untuk mengakhiri kehebatan seranganmu, bagaikan petir yang memancarkan kilatnya lalu meredup tiba-tiba? Apa yang engkau pikirkan tercermin di sini jauh di dalam hatiku, dan membuat nyala api muncul?

“Apa yang engkau lihat jauh melampaui baik eksistensi maupun ruang, bahwa engkau telah mengampuniku meskipun aku telah meludahi wajahmu? Melalui keberanianmu dan orang-orang yang mengetahui keluhuran akhlakmu, engkau adalah singa Allah!

“Engkau adalah awannya Musa di tengah panasnya gurun yang menghadirkan pesta tak tertandingi untuk jamuan makan.”

Awan membawa gandum yang dapat digiling dan dipanggang orang-orang untuk membuat roti dan kue yang manis dan bermanfaat: Sayap-sayap belas kasih awan Musa terbentang untuk memberi mereka kue panas dan roti yang sudah matang.

Bagi mereka yang memakan karunia ini dia membentang, melalui rahmat yang begitu baik ini, panji mereka di dunia, selama empat puluh tahun kemurahan yang luar biasa itu memberi makan mereka yang memiliki harapan tanpa kekurangan.

Hingga mereka bertanya, karena mereka telah menjadi begitu rendah, “Mengapa bumbu-bumbu dan bawang-bawang tidak dikirim ke sini!”

Baca juga: Jalaluddin Rumi tentang Kisah Pemuda Qazwin dan Tato Singa

Umat Muhammad, orang-orang yang mulia, dapat melihat bahwa makanan seperti itu berasal dari Allah, dan mereka akan bertahan selamanya: Nabi berkata, “Aku bersama Allah malam sebelumnya, Yang telah memberiku makan,” –– ini bukanlah kiasan!

Terimalah bacaan ini, jangan berdebat, susu dan madu semacam itu, mungkin engkau juga telah diberi-Nya; Menerka-nerka apa yang telah engkau terima sama saja dengan membuangnya, karena kesalahan yang telah engkau persepsikan.

Melihat kekurangan menunjukkan bahwa pikiranmu juga lemah, kebijaksanaan adalah inti, penjelasan hanyalah cangkangnya. Nilailah secara kritis dirimu sendiri yang hina, jangan mengkritik duri mawar, tetapi kritiklah kepala (pikiran)mu!

Baca juga: Jalaluddin Rumi Anggap Perempuan sebagai Suatu Pancaran Ilahi
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Sahabat Nabi Berbuka...
Kisah Sahabat Nabi Berbuka Puasa : Keisengan Biji Kurma Ali bin Abi Thalib
15 Hikmah Isra Mikraj...
15 Hikmah Isra Mikraj bagi Kehidupan, Kaum Muslim Wajib Tahu!
Rahasia dan Hikmah Hujan...
Rahasia dan Hikmah Hujan Menurut Islam, Begini Penjelasannya
Kisah Hikmah : Rumah...
Kisah Hikmah : Rumah dan Tamunya yang Mencari Jalan
Kisah Hikmah : Roti...
Kisah Hikmah : Roti dan Permata, Ketika Takdir Telah Campur Tangan
Rahasia Rezeki Menurut...
Rahasia Rezeki Menurut Ali bin Abi Thalib
Rekomendasi
Kereta dan Kota Emas...
Kereta dan Kota Emas Firaun Ditemukan, Ahli Gali Keberadaan Tongkat Nabi Musa
Ilmuwan Ungkap Misteri...
Ilmuwan Ungkap Misteri Penyebab Terjadinya Lubang Raksasa di Antartika
Bak Kisah Nabi Yunus,...
Bak Kisah Nabi Yunus, Penyelam Selamat Setelah Ditelan Ikan Paus
Artikel Terkini
Bacaan Niat 3 Jenis...
Bacaan Niat 3 Jenis Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Deretan Dalil Kuat Anjuran...
Deretan Dalil Kuat Anjuran 3 Puasa Sunnah di Bulan Muharram
Jadwal Puasa Muharam...
Jadwal Puasa Muharam 1448 H Tahun 2026, Kapan Puasa Tasu'a dan Asyura Dilaksanakan?
Jangan Libatkan Anak...
Jangan Libatkan Anak dalam Konflik Perceraian, Ini Pesan Buya Yahya untuk Orang Tua
Ramai Kasus Perebutan...
Ramai Kasus Perebutan Hak Asuh Anak, Begini Aturan Hadhanah dalam Islam
5 Putusan Rasulullah...
5 Putusan Rasulullah SAW tentang Hak Asuh Anak Setelah Perceraian
Infografis
Abu Musa Jabir Bin Hayyan,...
Abu Musa Jabir Bin Hayyan, Ilmuwan Islam di Bidang Kimia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved