4 Sebab Iblis Menangis Keras, Salah Satunya Saat Nabi Muhammad Dilahirkan

loading...
4 Sebab Iblis Menangis Keras, Salah Satunya Saat Nabi Muhammad Dilahirkan
Semua bergembira, hanya Iblis yang menangis keras ketika kelahiran Nabi Muhammad. Foto ilustras/Ist
Kelahiran Al-Musthofa Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam pada tanggal 12 Rabiul Awal Tahun Gajah (15 abad lalu) adalah kegembiraan bagi umatnya. Beliau tak hanya diutus untuk kaum muslim, tetapi juga untuk seluruh umat manusia.

Semua bergembira, hanya Iblis yang menangis keras ketika Rasulullah dilahirkan ke dunia. Tak heran jika di bulan ini muslim di dunia ramai-ramai menggelar maulidan, membaca kitab sirah, sholawat dan berziarah ke makam Nabi di Madinah.

Baca Juga: Sejarah Maulid Nabi dan Orang Pertama yang Merayakannya

Kelahiran Rasulullah disebut juga dengan Maulid atau Maulud. Orang yang pertama kali merayakan Maulid adalah Baginda Rasulullah sendiri. Dalam Sahih Muslim disebutkan ketika Beliau ditanya tentang alasan Beliau berpuasa pada hari Isnin (Senin), Nabi menjawab: "Pada hari itu aku dilahirkan".

Dalam Kitab Al-Bidayah wa An-Nihayah Juz 2, Hal 326, Lil Allaamah Al Imam Al Hafidz Ibnu Katsir menerangkan.

اَنَّ إِبْلِيْسَ رَنَّ أَرْبَعَ رَنَّاتٍ: حِيْنَ لُعِنَ، وَحِيْنَ أُهْبِطَ وَحِيْنَ وُلِدَ رَسُوْلُ اللّٰه صلّى اللّٰه عليه وسلّم وَحِيْنَ أُنْزِلَتِ الْفَاتِحَةُ

Bahwasanya Iblis menangis sangat keras sebanyak empat kali. Di antaranya:
1. Ketika Iblis dilaknat oleh Allah.
2. Ketika Iblis diusir dari Surga.
3. Ketika Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dilahirkan.
4. Ketika Surat Al-Fatihah diturunkan.

Jika ada yang bertanya, mengapa kalian merayakan Maulid Nabi? Itu sama halnya dengan pertanyaan, "Mengapa kalian berbahagia dengan kelahiran Baginda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam".

Ulama ahli makrifat mengatakan, tidak ada Islam tanpa kelahiran Nabi Muhammad. Jika bukan karena Beliau, tentulah kita tidak mengenal Islam, tidak dapat mengenal Allah. Oleh karena itu, hidupkanlah sunnah beliau, perbanyaklah sholawat kepada Beliau, karena Allah dan Para Malaikat juga bersholawat kepada Baginda Nabi.

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَاٰلِهٖ وَصَحْبِهٖ وَسَلِّم

Allahumma Sholli 'Ala Sayyidina Muhammadin wa Aalihi wa Shahbihi wa Sallim

"Ya Allah limpahkanlah sholawat kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan semoga keselamatan tercurah kepada segenap keluarga dan para sahabatnya."

Baca Juga: 11 Keutamaan Memperingati Maulid Nabi Muhammad
(rhs)
cover top ayah
وَلَا تُصَلِّ عَلٰٓى اَحَدٍ مِّنۡهُمۡ مَّاتَ اَبَدًا وَّلَا تَقُمۡ عَلٰى قَبۡرِهٖ ؕ اِنَّهُمۡ كَفَرُوۡا بِاللّٰهِ وَرَسُوۡلِهٖ وَمَاتُوۡا وَهُمۡ فٰسِقُوۡنَ‏
Dan janganlah engkau (Muhammad) melaksanakan shalat untuk seseorang yang mati di antara orang-orang munafik, selama-lamanya dan janganlah engkau berdiri mendoakan di atas kuburnya. Sesungguhnya mereka ingkar kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik.

(QS. At-Taubah:84)
cover bottom ayah
preload video