Inilah Penjelasan Al-Qur'an Tentang Bahaya Zina dan Seks Bebas
Jum'at, 22 Oktober 2021 - 17:21 WIB
loading...
A
A
A
Juga ayat ini:
“Pezina perempuan dan pezina laki-laki, deralah masing-masing dari keduanya seratus kali, dan janganlah rasa belas kasihan kepada keduanya mencegah kalian untuk (menjalankan) agama (hukum) Allah, jika kalian beriman kepada Allah dan Hari Kemudian. Dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sebagian orang-orang yang beriman.” (QS an-Nur: 2)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Apabila seorang hamba berzina, keluarlah iman darinya, lalu iman itu seperti naungan (di atas kepalanya). Apabila dia telah bertobat darinya, kembalilah iman itu kepadanya.” (HR. Abu Dawud dan at-Tirmidzi, dinyatakan shahih oleh al-Albani dalam ash–Shahihah)
Baca juga: Sifat Buruk yang Sering Diabaikan Manusia
Juga hadis :
“Ada tiga golongan (manusia) yang Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat, tidak menyucikan mereka, dan tidak melihat kepada mereka, dan bagi mereka siksa yang sangat pedih, yaitu: orang yang sudah tua tetapi berzina, raja yang pendusta, dan orang miskin yang sombong.” (HR. Muslim)
Dalam kitab 'al-Jawab al-Kafi', Al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah menjelaskan, bahaya seks bebas atau zina sangat mengerikan. Ia setingkat di bawah pembunuhan. Oleh karenanya, Allah menggandengkan keduanya di dalam Al-Qur’an.
Al-Imam Ahmad rahimahullah berkata, “Saya tidak mengetahui sebuah dosa—setelah dosa membunuh jiwa—yang lebih besar daripada dosa zina.”
Allah Ta'ala berfirman :
“Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina. Barang siapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipatgandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertaubat.” (QS al-Furqan: 68)
Dalam ayat Al-Qur'an tersebut, Allah menggandengkan zina dengan syirik dan membunuh jiwa. Hukumannya adalah kekal dalam azab yang berat dan dilipatgandakan, selama pelakunya tidak membersihkan diri darinya dengan cara bertobat, beriman, dan beramal saleh.
ٱلزَّانِيَةُ وَٱلزَّانِي فَٱجۡلِدُواْ كُلَّ وَٰحِدٖ مِّنۡهُمَا مِاْئَةَ جَلۡدَةٖۖ وَلَا تَأۡخُذۡكُم بِهِمَا رَأۡفَةٞ فِي دِينِ ٱللَّهِ إِن كُنتُمۡ تُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِۖ وَلۡيَشۡهَدۡ عَذَابَهُمَا طَآئِفَةٞ مِّنَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ
“Pezina perempuan dan pezina laki-laki, deralah masing-masing dari keduanya seratus kali, dan janganlah rasa belas kasihan kepada keduanya mencegah kalian untuk (menjalankan) agama (hukum) Allah, jika kalian beriman kepada Allah dan Hari Kemudian. Dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sebagian orang-orang yang beriman.” (QS an-Nur: 2)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Apabila seorang hamba berzina, keluarlah iman darinya, lalu iman itu seperti naungan (di atas kepalanya). Apabila dia telah bertobat darinya, kembalilah iman itu kepadanya.” (HR. Abu Dawud dan at-Tirmidzi, dinyatakan shahih oleh al-Albani dalam ash–Shahihah)
Baca juga: Sifat Buruk yang Sering Diabaikan Manusia
Juga hadis :
“Ada tiga golongan (manusia) yang Allah tidak akan berbicara kepada mereka pada hari kiamat, tidak menyucikan mereka, dan tidak melihat kepada mereka, dan bagi mereka siksa yang sangat pedih, yaitu: orang yang sudah tua tetapi berzina, raja yang pendusta, dan orang miskin yang sombong.” (HR. Muslim)
Dalam kitab 'al-Jawab al-Kafi', Al-Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah menjelaskan, bahaya seks bebas atau zina sangat mengerikan. Ia setingkat di bawah pembunuhan. Oleh karenanya, Allah menggandengkan keduanya di dalam Al-Qur’an.
Al-Imam Ahmad rahimahullah berkata, “Saya tidak mengetahui sebuah dosa—setelah dosa membunuh jiwa—yang lebih besar daripada dosa zina.”
Allah Ta'ala berfirman :
وَٱلَّذِينَ لَا يَدۡعُونَ مَعَ ٱللَّهِ إِلَٰهًا ءَاخَرَ وَلَا يَقۡتُلُونَ ٱلنَّفۡسَ ٱلَّتِي حَرَّمَ ٱللَّهُ إِلَّا بِٱلۡحَقِّ وَلَا يَزۡنُونَۚ وَمَن يَفۡعَلۡ ذَٰلِكَ يَلۡقَ أَثَامٗا
“Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina. Barang siapa yang melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), (yakni) akan dilipatgandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu dalam keadaan terhina, kecuali orang-orang yang bertaubat.” (QS al-Furqan: 68)
Dalam ayat Al-Qur'an tersebut, Allah menggandengkan zina dengan syirik dan membunuh jiwa. Hukumannya adalah kekal dalam azab yang berat dan dilipatgandakan, selama pelakunya tidak membersihkan diri darinya dengan cara bertobat, beriman, dan beramal saleh.
Lihat Juga :