Khilafiyah Qunut Shubuh, Inilah Alasan Bagi Mereka yang Tidak Qunut

Selasa, 26 Oktober 2021 - 23:34 WIB
loading...
Khilafiyah Qunut Shubuh,...
Ustaz Abdul Somad (UAS) ketika membaca doa Qunut pada sholat Subuh berjamaah di Kalimantan Barat beberapa waktu lalu. Foto/Ist
A A A
Doa Qunut dalam sholat Subuh sering menjadi polemik di kalangan masyarakat muslim Indonesia. Sejatinya, hal ini tidak perlu dipertentangkan karena termasuk perkara khilafiyah (perbedaan pendapat) dalam cabang ibadah (furu'iyah).

Bagaimana sih sebenarnya hukum membacakan doa Qunut Subuh ini, dan mengapa ada perbedaan pendapat? Sebagian muslim ada yang membaca Qunut dan sebagian lagi meninggalkannya. Mari kita review kembali untuk menambah khazanah Islam kita.

Baca Juga: Bagaimana Hukum Qunut Subuh? Ini Penjelasan Ustaz Abdul Somad

Menurut Ustaz Abdul Somad (UAS) dalam bukunya "77 Tanya Jawab Sholat" dari Tafaqquh Study Club, disebutkan:

1. Mazhab Hanafi dan Hanbali: Tidak ada Qunut pada sholat Subuh.
2. Mazhab Maliki: Ada Qunut pada sholat Subuh, dibaca sirr, sebelum ruku'.
3. Mazhab Syafi'i: Ada Qunut pada sholat Subuh, setelah rukuk (dibaca Jahr).

Nah, sekarang bagi yang biasa membaca doa Qunut Subuh, apakah dalilnya?

Dari riwayat Muhammad radhiyallahu 'anhu, dia bertanya kepada Anas bin Malik: "Apakah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam membaca Qunut pada sholat Subuh?". Anas bin Malik menjawab: "Ya, setelah rukuk, sejenak". (HR Muslim)

Anas bin Malik juga berkata: "Rasulullah terus menerus membaca Qunut pada sholat Subuh hingga beliau meninggal dunia". (HR Ahmad, Ad-Daraquthni dan Al-Baihaqi)

Lalu, bagaimana dengan hadis yang lain, yang juga diriwayatkan oleh Anas bin Malik yang menyatakan bahwa Rasulullah membacakan doa Qunut Subuh (hanya) selama satu bulan, dan kemudian setelah itu meninggalkannya?

Hadis inilah yang dipakai oleh mereka yang tidak mengamalkan doa Qunut Subuh. Hadis ini kemudian menjadi polemik dan dianggap bertentangan dengan hadis sebelumnya.

Benarkah dua riwayat tersebut kontradiktif (berlawanan)? Ternyata tidak, karena yang dimaksud dengan meninggalkannya bukanlah meninggalkan doa Qunut Subuh, tetapi meninggalkan (doa) laknat yang ada di dalam doa Qunut Subuh tersebut. Laknatnya ditinggalkan, Qunutnya tetap dilaksanakan.

Demikian riwayat Imam Al-Baihaqi: Dari Abdurrahman bin Mahdi, tentang hadis Anas bin Malik: "Rasulullah membaca Qunut selama satu bulan, kemudian beliau meninggalkannya. Imam Abdurrahman bin Mahdi berkata: "Yang ditinggalkan hanya laknat".

Yang dimaksud dengan (doa) laknat di sini, dari Anas bin Malik berkata: "Sesungguhnya Rasulullah membaca Qunut selama satu bulan, beliau melaknat (Bani) Ri'lan, Dzakwan dan 'Ushayyah yang telah berbuat maksiat kepada Allah dan Rasul-Nya". (HR Al-Bukhari dan Muslim)

Jadi, doa laknatnya yang ditinggalkan oleh Nabi, adapun doa Qunut Subuh-nya tetap dibaca hingga Rasulullah berpulang ke rahmatullah.

Kesimpulan
Meski ada perbedaan pendapat dalam Qunut Subuh ini, perlu disepakati bersama bahwa membaca doa Qunut Subuh ini hukummya sunnah, bukan wajib.

Dengan demikian, apabila ada yang meninggalkannya tidak dihukumi dosa dan sholat Subuhnya tetap sah. Bagi mereka yang membacanya, semoga mendapat pahala lebih karena mengamalkan salah satu Sunnah Nabi.

Yang menjadi persoalan ialah ketika seorang-muslim meninggalkan sholat Subuh. Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang menghidupkan sholat Subuh berjamaah. Aamiin!

Wallahu A'lam

Baca Juga: Doa Qunut Saat Shalat Subuh dan Qunut Nazilah
(rhs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Apa Beda Bacaan Qunut...
Apa Beda Bacaan Qunut Subuh dan Qunut Nazilah?
Bacaan Doa Qunut Subuh...
Bacaan Doa Qunut Subuh dari Berbagai Versi, Bahasa Arab, Latin dan Artinya
Salat Subuh, Derajat...
Salat Subuh, Derajat Salat Tertinggi, Jangan Pernah Dilalaikan!
Suka Lalai Salat Subuh?...
Suka Lalai Salat Subuh? Ini Kerugiannya, Dicap Munafik hingga Hilang Keberkahan Hidup
Doa Qunut Nazilah untuk...
Doa Qunut Nazilah untuk Palestina Bahasa Arab, Latin dan Terjemahan
Doa Qunut Rumi dan Jawi...
Doa Qunut Rumi dan Jawi Lengkap Arab, Latin dan Artinya
Rekomendasi
Identik dengan Nabi...
Identik dengan Nabi Musa, Keanehan di Laut Merah Kembali Ditemukan
Lautan Besar Ditemukan...
Lautan Besar Ditemukan Tersembunyi di Bawah Kerak Bumi
Al Tusi, Ahli Matematika...
Al Tusi, Ahli Matematika dan Filsafat Pelopor Pendirian Observatorium Astronomi Terbesar di Dunia
Artikel Terkini
Puasa Tasua dan Asyura,...
Puasa Tasua dan Asyura, Mana yang Lebih Utama?
Di Dua Waktu Istimewa...
Di Dua Waktu Istimewa Ini, Malaikat Pengawas Saling Bertemu
Kisah Nabi Daud Bertobat...
Kisah Nabi Daud Bertobat 40 Hari 40 Malam, Diampuni Allah pada 10 Muharram
Puasa Tasua, Keutamaan...
Puasa Tasua, Keutamaan dan Jadwal Pelaksanaannya
Asal-usul Puasa Asyura...
Asal-usul Puasa Asyura dan Tasua, Benarkah Berasal dari Tradisi Yahudi?
Rahasia Keutamaan Puasa...
Rahasia Keutamaan Puasa Asyura, Ibadah Sunnah yang Sangat Dianjurkan Rasulullah SAW
Infografis
Inilah Negara Non-Muslim...
Inilah Negara Non-Muslim Ini Paling Maju Perbankan Syariahnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved