Imam Hasan Al-Basri dan Simeon, Penyembah Api yang Masuk Surga
Minggu, 07 November 2021 - 11:21 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Sahabat Nabi yang Sufi sampai Imam Hasan al-Basri
Baiklah sekarang, engkau yang telah menyembah api selama tujuh puluh tahun; mari kita berdua meletakkan tangan ke dalam api, maka engkau akan melihat dengan mata kepala sendiri ketidakberdayaan api dan kemahakuasaan Allah.”
Setelah berkata demikian Hasan al-Basri memasukkan tangannya ke dalam api dan mendiamkannya di sana. Setelah beberapa lama, tidak ada satu bagianpun dari tangannya yang terbakar. Ketika Simeon menyaksikannya, dia terkaget-kaget.
“Selama tujuh puluh tahun aku telah menyembah api,” erangnya. “Sekarang hanya satu atau dua nafas yang tersisa untukku. Apa yang harus aku lakukan?”
“Jadilah seorang Muslim,” jawab Hasan.
“Jika engkau mau memberiku surat keterangan tertulis bahwa Allah tidak akan menghukumku, maka aku akan memeluk Islam. Tetapi sampai aku belum memiliki surat keterangan tertulis itu, aku tidak akan memeluk Islam,” kata Simeon.
Hasan menyetujuinya dan dia menuliskan surat itu.
“Sekarang aku meminta dihadirkan saksi-saksi dari Basra untuk mengesahkan surat ini,” kata Simeon.
Setelah para saksi tiba, mereka mengesahkan dokumen itu. Tak lama kemudian Simeon berurai air mata dan dia menyatakan bahwa dirinya adalah seorang muslim.
Dia kemudian menyampaikan wasiat terakhirnya kepada Hasan al-Basri, “Ketika aku mati, mintalah mereka memandikanku, kemudian aku ingin engkau sendiri yang meletakkan tubuhku ke dalam bumi dengan tanganmu sendiri, dan selipkan surat ini di tanganku. Surat ini akan menjadi bukti bahwa aku seorang muslim.”
Baiklah sekarang, engkau yang telah menyembah api selama tujuh puluh tahun; mari kita berdua meletakkan tangan ke dalam api, maka engkau akan melihat dengan mata kepala sendiri ketidakberdayaan api dan kemahakuasaan Allah.”
Setelah berkata demikian Hasan al-Basri memasukkan tangannya ke dalam api dan mendiamkannya di sana. Setelah beberapa lama, tidak ada satu bagianpun dari tangannya yang terbakar. Ketika Simeon menyaksikannya, dia terkaget-kaget.
“Selama tujuh puluh tahun aku telah menyembah api,” erangnya. “Sekarang hanya satu atau dua nafas yang tersisa untukku. Apa yang harus aku lakukan?”
“Jadilah seorang Muslim,” jawab Hasan.
“Jika engkau mau memberiku surat keterangan tertulis bahwa Allah tidak akan menghukumku, maka aku akan memeluk Islam. Tetapi sampai aku belum memiliki surat keterangan tertulis itu, aku tidak akan memeluk Islam,” kata Simeon.
Hasan menyetujuinya dan dia menuliskan surat itu.
“Sekarang aku meminta dihadirkan saksi-saksi dari Basra untuk mengesahkan surat ini,” kata Simeon.
Setelah para saksi tiba, mereka mengesahkan dokumen itu. Tak lama kemudian Simeon berurai air mata dan dia menyatakan bahwa dirinya adalah seorang muslim.
Dia kemudian menyampaikan wasiat terakhirnya kepada Hasan al-Basri, “Ketika aku mati, mintalah mereka memandikanku, kemudian aku ingin engkau sendiri yang meletakkan tubuhku ke dalam bumi dengan tanganmu sendiri, dan selipkan surat ini di tanganku. Surat ini akan menjadi bukti bahwa aku seorang muslim.”
Lihat Juga :