Abd-al Rahman al-Sufi, Astronom Muslim yang Mengindentifikasi 100 Bintang Baru
Sabtu, 13 November 2021 - 14:21 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Bangga, 15 Dosen Indonesia Masuk Daftar 2% Ilmuwan Berpengaruh di Dunia
Mahakarya Seni
Kitab Bintang-Bintang Tetap sendiri sering dipuji sebagai mahakarya seni Asia Tengah. Hal ini juga dapat dianggap sebagai bukti bahwa gerakan Renaisans yang muncuk pada abad ke-15 di Eropa merupakan produk sampingan dari hasil pertukaran budaya antara Eropa dengan Asia, khususnya lewat perdagangan di daerah-daerah yang terhubung dengan Jalur Sutra kuno.
Dalam Kitab Bintang-Bintang Tetap terdapat 74 miniatur rasi bintang yang kecil dan mempesona. Kitab ini adalah salah satu risalah tertua yang masih ada saat manuskrip-manuskrip bergambar mulai menjadi fokus para cendekiawan.
Secara ilmiah, dalam kitab ini al-Sufi menggabungkan prinsip-prinsip astronomi Arab kuno, dengan pengetahuan tentang bintang-bintang yang ditransmisikan oleh orang-orang Yunani. Abd-al Rahman al-Sufi mengambil seluruh katalog Ptolemy dan menggabungkannya dengan bintang-bintang yang disebutkan dalam literatur Arab.
Memacu Perkembangan Teknologi
Efek dari kitab ini bergema langsung ke dunia modern. Saking besarnya karya ini, pemerintah Uzbekistan pun hendak memamerkan salinan karya ini dan karya-karya bersejarah lainnya yang kaya dengan nilai budaya dan ilmiah seperti ini dan membantu memacu perkembangan teknologi dan penemuan ilmiah di negara mereka.'
Pemerintah Uzbekistan memiliki salinan faksimili asli pertama dari Kitab Bintang-Bintang Tetap. Menurut laporan Euronews, pemerintah Uzbekistan hendak menyajikan "salinan faksimili asli pertama dari manuskrip" kitab tersebut.
Uzbekistan dulunya merupakan bagian dari wilayah diperintah oleh Kerajaan Persia. Wilayah negara ini berada di jantung Jalur Sutra kuno. Lokasi pusatnya di trans-benua Eurasia memungkinkannya menjadi salah satu peradaban pertama yang berkembang dan tumbuh.
Upaya penyajian salinan Kitab Bintang-Bintang Tetap itu merupakan bagian dari Project: Cultural Legacy of Uzbekistan in the World Collections.
Proyek ini diluncurkan untuk mengidentifikasi, membuat katalog, dan memamerkan semua benda seni yang mencerminkan warisan budaya Uzbekistan yang tersebar di seluruh dunia, menurut laporan Ancient Origins.
Baca juga: Ibnu Khaldun, Ilmuwan Islam yang Seluruh Keluarganya Meninggal karena Wabah
Mahakarya Seni
Kitab Bintang-Bintang Tetap sendiri sering dipuji sebagai mahakarya seni Asia Tengah. Hal ini juga dapat dianggap sebagai bukti bahwa gerakan Renaisans yang muncuk pada abad ke-15 di Eropa merupakan produk sampingan dari hasil pertukaran budaya antara Eropa dengan Asia, khususnya lewat perdagangan di daerah-daerah yang terhubung dengan Jalur Sutra kuno.
Dalam Kitab Bintang-Bintang Tetap terdapat 74 miniatur rasi bintang yang kecil dan mempesona. Kitab ini adalah salah satu risalah tertua yang masih ada saat manuskrip-manuskrip bergambar mulai menjadi fokus para cendekiawan.
Secara ilmiah, dalam kitab ini al-Sufi menggabungkan prinsip-prinsip astronomi Arab kuno, dengan pengetahuan tentang bintang-bintang yang ditransmisikan oleh orang-orang Yunani. Abd-al Rahman al-Sufi mengambil seluruh katalog Ptolemy dan menggabungkannya dengan bintang-bintang yang disebutkan dalam literatur Arab.
Memacu Perkembangan Teknologi
Efek dari kitab ini bergema langsung ke dunia modern. Saking besarnya karya ini, pemerintah Uzbekistan pun hendak memamerkan salinan karya ini dan karya-karya bersejarah lainnya yang kaya dengan nilai budaya dan ilmiah seperti ini dan membantu memacu perkembangan teknologi dan penemuan ilmiah di negara mereka.'
Pemerintah Uzbekistan memiliki salinan faksimili asli pertama dari Kitab Bintang-Bintang Tetap. Menurut laporan Euronews, pemerintah Uzbekistan hendak menyajikan "salinan faksimili asli pertama dari manuskrip" kitab tersebut.
Uzbekistan dulunya merupakan bagian dari wilayah diperintah oleh Kerajaan Persia. Wilayah negara ini berada di jantung Jalur Sutra kuno. Lokasi pusatnya di trans-benua Eurasia memungkinkannya menjadi salah satu peradaban pertama yang berkembang dan tumbuh.
Upaya penyajian salinan Kitab Bintang-Bintang Tetap itu merupakan bagian dari Project: Cultural Legacy of Uzbekistan in the World Collections.
Proyek ini diluncurkan untuk mengidentifikasi, membuat katalog, dan memamerkan semua benda seni yang mencerminkan warisan budaya Uzbekistan yang tersebar di seluruh dunia, menurut laporan Ancient Origins.
Baca juga: Ibnu Khaldun, Ilmuwan Islam yang Seluruh Keluarganya Meninggal karena Wabah
(mhy)
Lihat Juga :