Gus Baha, Gus Mus, dan Quraish Shihab Bicara Dakwah di Era Digital
Sabtu, 20 November 2021 - 15:09 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Tantangan di Era Digital, Ketua DP IJTI: Jurnalis Harus Tambah Kompetensi
Di sisi lain, dia juga mengingatkan bahwa dakwah yang dulunya hanya bisa disaksikan di tempat tertentu, kini mengalami suatu perubahan. Ketika digital mulai berubah dan berkembang pesat, masyarakat tidak hanya mengandalkan ulama sebagai sumber satu-satunya untuk mendapat pengetahuan keagamaan.
Dakwah dan kapabilitas pendakwah di era digital dan nilai moderasi dakwah di era digital saat ini bertujuan mengembangkan strategi dakwah dan memberikan peluang kepada pada dai agar mampu mengoperasikan eknologi dan memanfaatkan teknologi di era yang berkembang dan era teknologi.
Sementara Gus Mus mengatakan menyambut dengan senang hati perkembangan belakangan ini. "Saya senang banyak dai juga aktif di media sosial," tuturnya.
Pengasuh Ponpes Raudlatut Thalibin ini mengaku aktif di media sosial untuk menghibur diri. "Saya senang," katanya.
Dia mengingatkan seorang dai kini tidak hanya dituntut menguasa ilmu agama. Mereka juga dituntut menguasai ilmu dan teknologi atau IT.
Lantaran itu, Quraish Shihab juga berpesan kepada para ulama dan para dai, "jangan menjadi apa yang semua Anda dapatkan di internet Anda ambil dan sampaikan tanpa melakukan penelitian."
"Jika itu dilakukan, Anda menjadi penyebar dari kebohongan, penyebar dari kepalsuan, penyebar dari hal-hal yang bertentangan dengan agama," ujar Pendiri Pusat Studi Al-Quran ini.
Baca juga: Ingin Berjuang Untuk Agama, Gus Mus: Ngaji dan Belajar Dulu yang Benar
Di sisi lain, dia juga mengingatkan bahwa dakwah yang dulunya hanya bisa disaksikan di tempat tertentu, kini mengalami suatu perubahan. Ketika digital mulai berubah dan berkembang pesat, masyarakat tidak hanya mengandalkan ulama sebagai sumber satu-satunya untuk mendapat pengetahuan keagamaan.
Dakwah dan kapabilitas pendakwah di era digital dan nilai moderasi dakwah di era digital saat ini bertujuan mengembangkan strategi dakwah dan memberikan peluang kepada pada dai agar mampu mengoperasikan eknologi dan memanfaatkan teknologi di era yang berkembang dan era teknologi.
Sementara Gus Mus mengatakan menyambut dengan senang hati perkembangan belakangan ini. "Saya senang banyak dai juga aktif di media sosial," tuturnya.
Pengasuh Ponpes Raudlatut Thalibin ini mengaku aktif di media sosial untuk menghibur diri. "Saya senang," katanya.
Dia mengingatkan seorang dai kini tidak hanya dituntut menguasa ilmu agama. Mereka juga dituntut menguasai ilmu dan teknologi atau IT.
Lantaran itu, Quraish Shihab juga berpesan kepada para ulama dan para dai, "jangan menjadi apa yang semua Anda dapatkan di internet Anda ambil dan sampaikan tanpa melakukan penelitian."
"Jika itu dilakukan, Anda menjadi penyebar dari kebohongan, penyebar dari kepalsuan, penyebar dari hal-hal yang bertentangan dengan agama," ujar Pendiri Pusat Studi Al-Quran ini.
Baca juga: Ingin Berjuang Untuk Agama, Gus Mus: Ngaji dan Belajar Dulu yang Benar
(mhy)
Lihat Juga :