Gus Baha, Gus Mus, dan Quraish Shihab Bicara Dakwah di Era Digital
Sabtu, 20 November 2021 - 15:09 WIB
loading...
Sejumlah ulama, termasuk Gus Baha, Gus Mus dan Quraish Shihab hadir dalam halaqah dakwah. (Foto/Ilustrasi : Ist)
A
A
A
JAKARTA - Sejumlah cendekiawan Islam seperti KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha), KH Ahmad Mustofa Bisri (Gus Mus), dan Prof Dr Quraish Shihab hadir dalam Halaqah Dakwah dan Seminar Internasional yang bertema Dakwah Islam dan Perubahan Masyarakat Era Digital.
Acara ini digelar dalam rangkaian Annual Meeting of Islamic Dakwah (AMID) 2021 yang diselenggarakan Platform digital CariUstadz.id bersama Pusat Studi Alquran (PSQ) Jakarta dan Organisasi Internasional Alimni Al Azhar (OIAA) Cabang Indonesia. Acara digelar virtual pada 20-21 November 2021.
Baca juga: Adaptasi Jadi Kunci Memenangi Persaingan di Era Digital
Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas , yang juga hadir membuka AMID 2021 mendorong para da'i untuk terus belajar sehingga dapat meningkatkan kredibilitas dan kapasitas dalam berdakwah.
"Dakwah adalah bagian yang integral dan tidak terpisahkan dalam Islam. Bagi umat Islam, dakwah adalah representasi sikap dan prilaku sehari-hari," katanya.
Menurut Menag, Rasulullah SAW telah memberikan teladan dalam berdakwah secara santun, kontekstual dan menjunjung tinggi akhlak mulia.
Demikian pula para Walisongo yang mampu mengubah Nusantara tanpa kekerasan sedikitpun. "Oleh karena itu sudah sepatutnya kredibilitas dan kapasitas para dai, ustaz, dan mubaligh perlu terus ditingkatkan," kata Menag.
Menurut Menag, tema yang diangkat yakni Dakwah Islam dan Perubahan Masyarakat Era Digital sangat relevan dan penting mengingat tantangan dakwah Islam semakin luas di tengah situasi pandemi dan era disrupsi saat ini.
"Nabi Muhammad SAW mewajibkan umatnya untuk terus belajar, oleh karena itu para da'i, ustaz, dan mubaligh selaku penerus para Nabi adalah kelompok orang yang lebih wajib untuk terus belajar," katanya.
Penyelenggaraan halaqah dakwah ini, kata Menag, menjadi salah satu tempat belajar bersama, kita harus memanfaatkan sebaik baiknya.
Acara ini digelar dalam rangkaian Annual Meeting of Islamic Dakwah (AMID) 2021 yang diselenggarakan Platform digital CariUstadz.id bersama Pusat Studi Alquran (PSQ) Jakarta dan Organisasi Internasional Alimni Al Azhar (OIAA) Cabang Indonesia. Acara digelar virtual pada 20-21 November 2021.
Baca juga: Adaptasi Jadi Kunci Memenangi Persaingan di Era Digital
Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas , yang juga hadir membuka AMID 2021 mendorong para da'i untuk terus belajar sehingga dapat meningkatkan kredibilitas dan kapasitas dalam berdakwah.
"Dakwah adalah bagian yang integral dan tidak terpisahkan dalam Islam. Bagi umat Islam, dakwah adalah representasi sikap dan prilaku sehari-hari," katanya.
Menurut Menag, Rasulullah SAW telah memberikan teladan dalam berdakwah secara santun, kontekstual dan menjunjung tinggi akhlak mulia.
Demikian pula para Walisongo yang mampu mengubah Nusantara tanpa kekerasan sedikitpun. "Oleh karena itu sudah sepatutnya kredibilitas dan kapasitas para dai, ustaz, dan mubaligh perlu terus ditingkatkan," kata Menag.
Menurut Menag, tema yang diangkat yakni Dakwah Islam dan Perubahan Masyarakat Era Digital sangat relevan dan penting mengingat tantangan dakwah Islam semakin luas di tengah situasi pandemi dan era disrupsi saat ini.
"Nabi Muhammad SAW mewajibkan umatnya untuk terus belajar, oleh karena itu para da'i, ustaz, dan mubaligh selaku penerus para Nabi adalah kelompok orang yang lebih wajib untuk terus belajar," katanya.
Penyelenggaraan halaqah dakwah ini, kata Menag, menjadi salah satu tempat belajar bersama, kita harus memanfaatkan sebaik baiknya.
Lihat Juga :