Kisah Sufi Hatim al-Tha'i dan Raja yang Ingin Menjadi Dermawan

Sabtu, 27 November 2021 - 13:38 WIB
loading...
A A A
Ketika mendengar kisah ini, Raja Iran, yang melupakan ancamannya atas sang Darwis, berkata, "Suatu kisah yang bagus sekali, darwis, dan bisa dipetik manfaatnya. Kau mungkin tak bisa, sebab telah melepaskan semua kenikmatan hidup dan tak berhasrat memiliki apa pun lagi. Tetapi, aku seorang raja. Dan aku sangat kaya. Raja-raja Arab itu, yang hidup pada borok kadal, tak mungkin bisa menandingi Raja Persia dalam hal kedermawanan sejati. Hmm, aku punya ide! Mari kita kerjakan!"

Didampingi oleh sang darwis, Raja Iran mengumpulkan para ahli bangunan yang terbaik di suatu tanah lapang yang sangat luas. Ia pun menyuruh mereka merancang dan membangun sebuah istana megah berikut aula besar dengan empat puluh jendela di atas tanah luas itu.

Raja juga memerintahkan agar alat-alat transportasi segera dibuat dan istana itu dipenuhi dengan keping-keping emas. Ketika istana itu selesai dibangun, keluarlah pengumuman, "Dengarkanlah! Raja atas segala raja, Sumber Kedermawanan, telah menitahkan agar dibangun sebuah istana megah dengan empat puluh jendela. Setiap hari, dari jendela-jendela itulah nanti raja sendiri akan mendermakan emas kepada orang-orang miskin."

Demikianlah, setiap hari kerumunan ramai orang miskin datang ke istana tersebut.

Raja itu muncul setiap hari dari jendela yang berbeda dan memberikan satu keping emas kepada tiap orang.

Kemudian, raja menyadari bahwa ada seorang darwis yang setiap hari datang, meminta sekeping emas dan pergi. Mulanya raja berpikir, "Barangkali ia mengambil emas untuk diberikan kepada seorang yang membutuhkan."

Lalu, ketika dilihatnya darwis itu lagi, ia membatin, "Barangkali ia sedang melaksanakan amal tersembunyi sebagai prinsip para darwis, dan membawakan emas untuk orang lain."

Dan setiap hari ketika dilihatnya Darwis itu, ia menepis prasangka buruknya. Tetapi pada hari keempat puluh, habislah kesabarannya.

Raja menangkap tangan darwis itu, lalu berkata, "Dasar orang celaka yang tak tahu pamrih, tak sekalipun kau bilang terima kasih atau penghargaan kepadaku. Kau tidak senyum, tidak pula membungkuk, tetapi kembali kemari setiap hari. Akan berapa lama seperti ini? Apa kau mengambil pemberianku untuk memperkaya dirimu, atau kau pinjamkan emas itu dengan riba? Kelakuanmu sungguh tercela, tak seharusnya dilakukan oleh mereka yang mengenakan jubah tambal sulam terhormat para Darwis."

Segera sesudah makian tersebut keluar dari mulut raja, sang darwis membuang keempat puluh keping emas yang telah diterimanya.

Katanya kepada raja itu, "Ketahuilah, wahai Raja Iran, bahwa kedermawanan tidak mungkin ada tanpa tiga hal. Pertama, memberi tanpa perasaan ingin menjadi dermawan; kedua, kesabaran; ketiga, tidak menaruh prasangka."

Tetapi, raja itu tak pernah memahami. Baginya, kedermawanan ditentukan oleh pikiran orang lain tentang dirinya, dan oleh perasaannya tentang menjadi 'dermawan'.

Baca juga: Kisah Sufi Yunus bin Adam: Halwa, Makanan dari Surga

Idries Shah mengomentari kisah ini mengatakan, keinginan menyamai tanpa adanya sifat-sifat dasar untuk menopangnya akan berakhir sia-sia. Kedermawanan tak bisa dilatih kecuali bila kebajikan lainnya telah dikembangkan.

Beberapa orang tidak mampu belajar bahkan dari ajaran-ajaran yang dibukakan, inilah yang digambarkan dalam kisah ini oleh darwis pertama dan kedua.

Kisah ini telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia antara lain oleh Ahmad Bahar dalam bukunya berjudul "Harta Karun dari Timur Tengah - Kisah Bijak Para Sufi".
(mhy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Artikel Terkait
Kisah Qarun dalam Al-Quran:...
Kisah Qarun dalam Al-Qur'an: Dari Orang Saleh Menjadi Binasa karena Harta
Kisah Uwais Al-Qarni,...
Kisah Uwais Al-Qarni, Teladan Berbakti kepada Orang Tua yang Dijamin Doanya Mustajab
Kisah Nabi Muhammad...
Kisah Nabi Muhammad SAW Sujud Sangat Lama, Ternyata Ini Penyebabnya
Kisah Hikmah : Tidak...
Kisah Hikmah : Tidak Melakukan Ibadah Haji Tapi Dapat Pahala Haji, Kok Bisa?
Kisah Bulan Zulhijjah...
Kisah Bulan Zulhijjah : Diijabahnya Doa Nabi Zakaria Mendapatkan Keturunan di Umur 90 Tahun
Kisah Uwais Al Qarni...
Kisah Uwais Al Qarni : Menggendong Ibunya dari Yaman ke Makkah untuk Melaksanakan Haji
Rekomendasi
Fenomena Alam Unik,...
Fenomena Alam Unik, Pelangi Berbentuk Mahkota Hiasi Langit Hainan
Mereka yang Menolak...
Mereka yang Menolak Hadiah Nobel, Ada Terpaksa maupun Sukarela
Wilayah Kosong Dipenuhi...
Wilayah Kosong Dipenuhi Kata Tolong Terdeteksi Google Earth
Artikel Terkini
Kenali 7 Ciri Wanita...
Kenali 7 Ciri Wanita yang Tertipu Fitnah Dajjal di Akhir Zaman
Kumpulan Doa Menghadapi...
Kumpulan Doa Menghadapi Fitnah Akhir Zaman, Kaum Muslim Wajib Tahu
Pesugihan untuk Cepat...
Pesugihan untuk Cepat Kaya, Benarkah Bisa Mendatangkan Rezeki? Ini Penjelasan Islam
Pejabat yang Menyesal...
Pejabat yang Menyesal di Hari Kiamat, Siapa Saja Mereka?
Bolehkah Mengejar Jabatan...
Bolehkah Mengejar Jabatan dalam Islam? Ini Penjelasan Hadis dan Kisah Nabi Yusuf AS
Fitnah Kekuasaan: Bahaya...
Fitnah Kekuasaan: Bahaya Jabatan, Mengejar Dunia yang Tiada Akhir
Infografis
Para Raja dan Ratu Eropa...
Para Raja dan Ratu Eropa yang Dikenal Hiperseks dalam Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved