Surat Yasin Ayat 26-27: Pesan Damai Habib al-Najjar saat Dirajam
Kamis, 02 Desember 2021 - 17:01 WIB
loading...
A
A
A
Pendapat pertama mengatakan bahwa Habib diangkat ke surga dalam keadaan hidup sebagaimana Nabi Isa as.
Pendapat kedua Habib dimasukkan ke surga ketika meninggal dunia.
Laman Tafsir Al-Quran menganggap pendapat terakhir ini lebih make sense daripada yang pertama, sebagaimana pendapat Quraish Shihab .
Quraish Shihab dalam Tafsir Al Misbah mengatakan bahwa masuknya seseorang ke surga atau neraka tidak akan terlaksana sebelum terjadinya kiamat besar dan kebangkitan dari kubur.
Menguatkan pendapat kedua ini, Ibnu Katsir mengutip dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa kalimat dalam ayat 26 ini merupakan nasihat ketika sudah meninggal. Sedangkan nasihat ketika hidup adalah pada ayat 25.
Hal ini pun sesuai jika merujuk pada hadits yang menceritakan tentang kebingungan di padang mahsyar, sebagaimana hadis nomor 6080 dalam Sahih Bukhari atau hadis nomor 284 dalam Shahih Muslim.
Kesimpulan dari hadits itu adalah pendapat mengenai apakah Habib diangkat ke surga ketika hidup atau setelah mati, pendapat yang kedua memang lebih masuk akal.
Sebagaimana dinyatakan pula oleh al-Bantani bahwa Habib meninggal sebagai syahid dan mendapatkan anugerah sebagaiamana syuhada’ pada umumnya.
Baca juga: Surat Yasin Ayat 18-19: Ketika Kaum Antokiah Anggap Rasul Membawa Sial
Mengutip dari Mujahid, Ibnu Katsir dalam Tafsir al-Qur’an al-‘Adzim mengatakan bahwa Allah SWT memperlihatkan wujud ganjaran yang akan ia dapat.
Begitu istimewanya ganjaran itu sehingga ia berharap kaum Antokiah juga mendapatkan ganjaran itu. Hal tersebut terungkap dalam ya laita qaumi ya’lamun (alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui).
Pendapat kedua Habib dimasukkan ke surga ketika meninggal dunia.
Laman Tafsir Al-Quran menganggap pendapat terakhir ini lebih make sense daripada yang pertama, sebagaimana pendapat Quraish Shihab .
Quraish Shihab dalam Tafsir Al Misbah mengatakan bahwa masuknya seseorang ke surga atau neraka tidak akan terlaksana sebelum terjadinya kiamat besar dan kebangkitan dari kubur.
Menguatkan pendapat kedua ini, Ibnu Katsir mengutip dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa kalimat dalam ayat 26 ini merupakan nasihat ketika sudah meninggal. Sedangkan nasihat ketika hidup adalah pada ayat 25.
Hal ini pun sesuai jika merujuk pada hadits yang menceritakan tentang kebingungan di padang mahsyar, sebagaimana hadis nomor 6080 dalam Sahih Bukhari atau hadis nomor 284 dalam Shahih Muslim.
Kesimpulan dari hadits itu adalah pendapat mengenai apakah Habib diangkat ke surga ketika hidup atau setelah mati, pendapat yang kedua memang lebih masuk akal.
Sebagaimana dinyatakan pula oleh al-Bantani bahwa Habib meninggal sebagai syahid dan mendapatkan anugerah sebagaiamana syuhada’ pada umumnya.
Baca juga: Surat Yasin Ayat 18-19: Ketika Kaum Antokiah Anggap Rasul Membawa Sial
Mengutip dari Mujahid, Ibnu Katsir dalam Tafsir al-Qur’an al-‘Adzim mengatakan bahwa Allah SWT memperlihatkan wujud ganjaran yang akan ia dapat.
Begitu istimewanya ganjaran itu sehingga ia berharap kaum Antokiah juga mendapatkan ganjaran itu. Hal tersebut terungkap dalam ya laita qaumi ya’lamun (alangkah baiknya sekiranya kaumku mengetahui).
Lihat Juga :