Mengapa Berdoa 'Harus' Bahasa Arab? Ini Alasannya
Jum'at, 03 Desember 2021 - 21:45 WIB
loading...
A
A
A
Namun doa pada dasarnya adalah ibadah. Bagaimana kita mengemas ibadah kita, itu yang akan dinilai. Maka para ulama sudah mengajarkan adab-adab dalam berdoa, di antaranya:
1. Diawali dengan puji-pujian kepada Allah. Setidaknya kita baca hamdalah. Semakin banyak kita awali doa dengan pujian, maka akan semakin tinggi nilai doa kita.
2. Diteruskkan dengan shalawat kepada Rasulullah SAW. Sebab dengan bershalawat, kita berarti menyatakan keimanan kita atas kenabian Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Dan itu berarti kita juga membenarkan kehendak Allah atas kenabian Muhammad.
3. Jangan lupa sebut nama-nama Allah yang indah (asmaul husna), nama-nama yang layak dengan kebesaran-Nya. Di sini nilai ibadah dalam doa itu semakin terasa.
Bab menyebut nama-nama Allah tidak ngarang sendiri ya. Sebab Allah sudah perkenalkan nama yang layak untuk diri-Nya. Dan Hmmm nama-nama itu diperkenalkan kepada kita dalam bahasa Arab.
Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu. (QS. Al-Araf: 180)
Paham atau nggak paham, kita sebut nama-Nya yang agung akan lebih baik ketimbang kita ngarang nama sendiri, atau menterjemahkan tapi keliru. Betul kan?
4. Awali doa-doa kita dengan iqtibas (mengutip) contoh doa yang ada di dalam ayat-ayat Al-Qur'an dan hadits-hadits Nabi. Di dalam Al-Qur'an ada banyak doa bertabur, dimana masing-masingnya merupakan contoh doa yang diucapkan para Nabi dan Rasul.
5. Berdoa dengan Bahasa Arab. Kenapa doa lebih baik dengan bahasa Arab? Ini point penting. Benar sekali bahwa Allah mengerti semua bahasa. Namun, kedudukan bahasa Arab itu tinggi sekali.
Pertama, setelah sebelumnya Allah menurunkan banyak kitab suci dengan berbagai bahasa, maka untuk kitab suci terakhir Allah menghendaki pakai bahasa Arab.
Kedua, di dalam Al-Qur'an yang berbahasa Arab itu ada banyak kisah Nabi terdahulu. Meski semua Nabi itu bukan orang Arab, namun atas kehendak Allah, semua kisah mereka disajikan dalam bahasa Arab. Fir'aun dan Musa pun berbahasa Arab dalam Al-Qur'an, padahal keduanya bukan orang Arab.
Ketiga, meski Al-Qur'an diturunkan menjadi petunjuk buat seluruh umat manusia dengan berbagai ragam bahasa, namun membaca Al-Qur'an merupakan ibadah itu harus dalam bahasa Arab.
1. Diawali dengan puji-pujian kepada Allah. Setidaknya kita baca hamdalah. Semakin banyak kita awali doa dengan pujian, maka akan semakin tinggi nilai doa kita.
2. Diteruskkan dengan shalawat kepada Rasulullah SAW. Sebab dengan bershalawat, kita berarti menyatakan keimanan kita atas kenabian Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Dan itu berarti kita juga membenarkan kehendak Allah atas kenabian Muhammad.
3. Jangan lupa sebut nama-nama Allah yang indah (asmaul husna), nama-nama yang layak dengan kebesaran-Nya. Di sini nilai ibadah dalam doa itu semakin terasa.
Bab menyebut nama-nama Allah tidak ngarang sendiri ya. Sebab Allah sudah perkenalkan nama yang layak untuk diri-Nya. Dan Hmmm nama-nama itu diperkenalkan kepada kita dalam bahasa Arab.
وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ فَادْعُوهُ بِهَا
Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu. (QS. Al-Araf: 180)
Paham atau nggak paham, kita sebut nama-Nya yang agung akan lebih baik ketimbang kita ngarang nama sendiri, atau menterjemahkan tapi keliru. Betul kan?
4. Awali doa-doa kita dengan iqtibas (mengutip) contoh doa yang ada di dalam ayat-ayat Al-Qur'an dan hadits-hadits Nabi. Di dalam Al-Qur'an ada banyak doa bertabur, dimana masing-masingnya merupakan contoh doa yang diucapkan para Nabi dan Rasul.
5. Berdoa dengan Bahasa Arab. Kenapa doa lebih baik dengan bahasa Arab? Ini point penting. Benar sekali bahwa Allah mengerti semua bahasa. Namun, kedudukan bahasa Arab itu tinggi sekali.
Pertama, setelah sebelumnya Allah menurunkan banyak kitab suci dengan berbagai bahasa, maka untuk kitab suci terakhir Allah menghendaki pakai bahasa Arab.
Kedua, di dalam Al-Qur'an yang berbahasa Arab itu ada banyak kisah Nabi terdahulu. Meski semua Nabi itu bukan orang Arab, namun atas kehendak Allah, semua kisah mereka disajikan dalam bahasa Arab. Fir'aun dan Musa pun berbahasa Arab dalam Al-Qur'an, padahal keduanya bukan orang Arab.
Ketiga, meski Al-Qur'an diturunkan menjadi petunjuk buat seluruh umat manusia dengan berbagai ragam bahasa, namun membaca Al-Qur'an merupakan ibadah itu harus dalam bahasa Arab.
Lihat Juga :