Kisah Sufi Dzun Nun: Ketika Air Berubah

loading...
Kisah Sufi Dzun Nun: Ketika Air Berubah
Kisah ini berasal dari Sayed Sabir Ali-Shah, tokoh Thoriqoh Chishti, yang wafat tahun 1818. (Ilustrasi Ist)
Idries Shah dalam bukunya berjudul "Tales of The Dervishes" menukil kisah sufi karangan Dzun Nun, seorang Mesir (wafat tahun 860). Dzun Nun sering dikaitkan dengan semacam Perserikatan Rahasia ( Freemasonry ).

Ia adalah tokoh paling awal dalam sejarah Thoriqoh Darwis Malamati, yang oleh para peneliti Barat sering dianggap mempunyai persamaan yang dekat dengan keahlian anggota Persekutuan Rahasia.

Dzun Nun, konon, berhasil menemukan kembali makna tulisan Mesir kuno milik Firaun.

Versi ini berasal dari Sayed Sabir Ali-Shah, tokoh Thoriqoh Chishti, yang wafat tahun 1818. Berikut kisahnya:

Baca juga: Kisah Sufi Syaikh Abdul Qadir Al-Jilani: Orang yang Waktunya Keliru

Pada suatu ketika Khidhi r, Guru Musa , memberi peringatan kepada manusia. Pada hari tertentu nanti, katanya, semua air di bumi yang tidak disimpan secara khusus, akan lenyap. Sebagai gantinya, akan ada air baru yang membuat manusia yang meminumnya menjadi gila.

Hanya ada satu orang yang memperhatikan nubuat tersebut. Ia menimba air dan menyimpannya di tempat aman, dan menunggu air berubah sesuai ucapan Guru Musa.

Pada hari yang ditentukan itu, sungai-sungai berhenti mengalir, sumur-sumur mengering. Orang yang mengindahkan peringatan itu, melihat penggenapannya, pergi ke tempat di mana ia menyimpan air dan minum dari sana.

Ketika dilihatnya dari tempatnya berada bahwa air terjun kembali mencurahkan air, orang ini pun kembali bergabung dengan orang-orang lain.

Ia mendapati semua orang kini berpikir dan berbicara dengan cara yang sama sekali lain dari sebelumnya; dan mereka tidak ingat sesuatu hal pun, termasuk bahwa mereka telah diperingatkan sebelumnya.
halaman ke-1
cover top ayah
فَاِنَّ مَعَ الۡعُسۡرِ يُسۡرًا
Maka sesungguhnya beserta kesulitan ada kemudahan,

(QS. Al-Insyirah:5)
cover bottom ayah
preload video