Semeru Meletus: Ketika Pasak Bumi Berulah Ingat Kiamat Sudah Dekat
Senin, 06 Desember 2021 - 15:17 WIB
loading...
A
A
A
Allah menjawab, "ada, air."
Malaikat bertanya lagi, "Ya Allah, apakah ada di antara makhluk-Mu yang lebih hebat daripada air?"
Allah menjawab, "ada, angin."
Malaikat bertanya lagi, "Ya Allah, apakah ada diantara makhluk-Mu yang lebih hebat daripada angin?"
Allah menjawab, "ada, anak keturunan Adam (Manusia) yang memberikan sedekah dengan tangan kanannya sambil menyembunyikan dari tangan kirinya” (HR At-Tirmidzi)
Penjelasan dari Al Quran dan hadits seperti yang telah diuraikan sebelumnya, memberikan inspirasi kepada para ilmuwan untuk melakukan suatu riset dan pengkajian tentang gunung, di mana informasi ini tidak terdapat dalam kitab-kitab terdahulu.
Dalam buku Al-Qur’an vs Sains, Ramadhani mengutip salah satu pendapat dari Zakir Naik, yang mengatakan bahwa kerak bumi yang menjadi lapisan terluar bumi menyerupai kulit yang padat. Sementara bagian dalamnya, terdapat cairan yang panas.
Nah, dengan struktur seperti ini, akan menimbulkan adanya pergerakan kulit bumi sehingga menghasilkan suatu getaran atau guncangan. Getaran yang dihasilkan itu menyebabkan adanya tumbukan lempeng raksasa yang membentuk kerak bumi.
Ketika dua lempengan itu bertumbukan, lempeng yang paling kuat akan mengarah ke bawah, sedang yang satunya akan terlipat mengarah ke atas dan membentuk dataran tinggi yang kemudian berkembang menjadi gunung.
Menurut penelitian geolog dari Amerika Serikat, Prof Emeritus Frank Press, lempeng yang mengarah ke bawah tersebut menghujam sedalam 35 km dari permukaan tanah.
Ukuran ini mengindikasikan bahwa gunung memiliki akar yang mencapai kedalaman melebihi tinggi permukaan yang berada di atasnya. Fenomena yang terjadi di bagian bawah inilah kemudian disebut Al Quran sebagai pasak.
Laman Tafsir Al-Quran menyebut gunung sebagai pasak sebagaimana disebut Al-Quran bukan berarti gunung itu membentuk seperti pasak yang biasa kita kenal, karena sejatinya yang menjadi objek perhatian Al-Quran adalah bahwa gunung sebagaimana halnya pasak-pasak yang dapat mencegah robohnya bagian-bagian yang bersambung.
Singkatnya peran gunung sebagai pasak yang dibuktikan oleh temuan para ilmuwan geologi modern sebenarnya telah dinyatakan dalam Al-Quran jauh sebelumnya.
Baca juga: Hingga Siang Ini, Gunung Semeru Terus Menunjukkan Aktivitas Gempa
Malaikat bertanya lagi, "Ya Allah, apakah ada di antara makhluk-Mu yang lebih hebat daripada air?"
Allah menjawab, "ada, angin."
Malaikat bertanya lagi, "Ya Allah, apakah ada diantara makhluk-Mu yang lebih hebat daripada angin?"
Allah menjawab, "ada, anak keturunan Adam (Manusia) yang memberikan sedekah dengan tangan kanannya sambil menyembunyikan dari tangan kirinya” (HR At-Tirmidzi)
Penjelasan dari Al Quran dan hadits seperti yang telah diuraikan sebelumnya, memberikan inspirasi kepada para ilmuwan untuk melakukan suatu riset dan pengkajian tentang gunung, di mana informasi ini tidak terdapat dalam kitab-kitab terdahulu.
Dalam buku Al-Qur’an vs Sains, Ramadhani mengutip salah satu pendapat dari Zakir Naik, yang mengatakan bahwa kerak bumi yang menjadi lapisan terluar bumi menyerupai kulit yang padat. Sementara bagian dalamnya, terdapat cairan yang panas.
Nah, dengan struktur seperti ini, akan menimbulkan adanya pergerakan kulit bumi sehingga menghasilkan suatu getaran atau guncangan. Getaran yang dihasilkan itu menyebabkan adanya tumbukan lempeng raksasa yang membentuk kerak bumi.
Ketika dua lempengan itu bertumbukan, lempeng yang paling kuat akan mengarah ke bawah, sedang yang satunya akan terlipat mengarah ke atas dan membentuk dataran tinggi yang kemudian berkembang menjadi gunung.
Menurut penelitian geolog dari Amerika Serikat, Prof Emeritus Frank Press, lempeng yang mengarah ke bawah tersebut menghujam sedalam 35 km dari permukaan tanah.
Ukuran ini mengindikasikan bahwa gunung memiliki akar yang mencapai kedalaman melebihi tinggi permukaan yang berada di atasnya. Fenomena yang terjadi di bagian bawah inilah kemudian disebut Al Quran sebagai pasak.
Laman Tafsir Al-Quran menyebut gunung sebagai pasak sebagaimana disebut Al-Quran bukan berarti gunung itu membentuk seperti pasak yang biasa kita kenal, karena sejatinya yang menjadi objek perhatian Al-Quran adalah bahwa gunung sebagaimana halnya pasak-pasak yang dapat mencegah robohnya bagian-bagian yang bersambung.
Singkatnya peran gunung sebagai pasak yang dibuktikan oleh temuan para ilmuwan geologi modern sebenarnya telah dinyatakan dalam Al-Quran jauh sebelumnya.
Baca juga: Hingga Siang Ini, Gunung Semeru Terus Menunjukkan Aktivitas Gempa
(mhy)
Lihat Juga :