Khubaib Bin Adi: Muslim yang Memulai Sunnah Sholat Dua Rakaat sebelum Dieksekusi Mati
Selasa, 14 Desember 2021 - 13:40 WIB
loading...
A
A
A
Pasukan pengepung kemudian menghujaninya dengan panah, sehingga mereka pun syahid.
Sementara tiga orang dari pasukannya, menyerahkan diri dengan jaminan keamanan pasukan pengepung. Ketiga orang itu adalah Khubaib, Zaid bin Ad-Datsinah, dan seorang lagi.
Ketika mereka sudah melumpuhkan ketiganya, maka mereka mencopot tali-tali panahnya. Kemudian, mereka mengikat ketiganya dengan tali-tali tersebut.
Menyaksikan hal itu, orang yang ketiga berkata, “Demi Allah, ini adalah bentuk pengkhianatan mereka yang pertama. Demi Allah, saya tidak mau mengikuti kalian. Dan saya lebih memilih mengikuti jalan mereka yang telah mati terbunuh."
Pasukan kafir menyeretnya dan berusaha membuatnya menyerah untuk ikut. Namun, dia tetap bersikeras menolak, sehingga mereka pun membunuhnya.
Kemudian pasukan kafir tersebut membawa Khubaib dan Zaid bin Ad-Datsinah dan menjual keduanya di Makkah, setelah peristiwa perang Badar.
Baca juga: Khubaib bin Adi: Pahlawan yang Syahid di Kayu Salib
Bani Al-Harits bin Amir membeli Khubaib, karena Khubaib-lah yang membunuh Al-Harits bin Amir pada saat perang Badar. Setelah dibeli, Khubaib berada dalam kekuasaan mereka selama beberapa waktu, sebagai tawanan. Hingga akhirnya mereka sepakat untuk membunuhnya.
Untuk itu, mereka meminjam pisau dari anak perempuan Al-Harits bin Musa, yang biasa digunakan untuk mencukur rambut. Kemudian seorang anak kecilnya membawa pisau itu tanpa diketahui oleh perempuan itu, dan anak itu membawanya ke Khubaib. Hingga akhirnya perempuan itu mendapati anaknya duduk di atas paha khubaib sambil memegang pisau tadi. Maka kagetlah perempuan itu dan sangat khawatir atas keselamatan anaknya.
Melihat itu Khubaib bertanya, “ Apakah engkau khawatir saya akan membunuhnya? Saya tidak akan membunuhnya.”
Sementara tiga orang dari pasukannya, menyerahkan diri dengan jaminan keamanan pasukan pengepung. Ketiga orang itu adalah Khubaib, Zaid bin Ad-Datsinah, dan seorang lagi.
Ketika mereka sudah melumpuhkan ketiganya, maka mereka mencopot tali-tali panahnya. Kemudian, mereka mengikat ketiganya dengan tali-tali tersebut.
Menyaksikan hal itu, orang yang ketiga berkata, “Demi Allah, ini adalah bentuk pengkhianatan mereka yang pertama. Demi Allah, saya tidak mau mengikuti kalian. Dan saya lebih memilih mengikuti jalan mereka yang telah mati terbunuh."
Pasukan kafir menyeretnya dan berusaha membuatnya menyerah untuk ikut. Namun, dia tetap bersikeras menolak, sehingga mereka pun membunuhnya.
Kemudian pasukan kafir tersebut membawa Khubaib dan Zaid bin Ad-Datsinah dan menjual keduanya di Makkah, setelah peristiwa perang Badar.
Baca juga: Khubaib bin Adi: Pahlawan yang Syahid di Kayu Salib
Bani Al-Harits bin Amir membeli Khubaib, karena Khubaib-lah yang membunuh Al-Harits bin Amir pada saat perang Badar. Setelah dibeli, Khubaib berada dalam kekuasaan mereka selama beberapa waktu, sebagai tawanan. Hingga akhirnya mereka sepakat untuk membunuhnya.
Untuk itu, mereka meminjam pisau dari anak perempuan Al-Harits bin Musa, yang biasa digunakan untuk mencukur rambut. Kemudian seorang anak kecilnya membawa pisau itu tanpa diketahui oleh perempuan itu, dan anak itu membawanya ke Khubaib. Hingga akhirnya perempuan itu mendapati anaknya duduk di atas paha khubaib sambil memegang pisau tadi. Maka kagetlah perempuan itu dan sangat khawatir atas keselamatan anaknya.
Melihat itu Khubaib bertanya, “ Apakah engkau khawatir saya akan membunuhnya? Saya tidak akan membunuhnya.”
Lihat Juga :