Khubaib Bin Adi: Muslim yang Memulai Sunnah Sholat Dua Rakaat sebelum Dieksekusi Mati
Selasa, 14 Desember 2021 - 13:40 WIB
loading...
Sebelum dieksekusi mati Khubaib bin Adi sholat sunnah dua rakaat. (Foto/Ilustrasi : Ist)
A
A
A
Khubaib bin Adi adalah sahabat Rasulullah SAW . Beliaulah yang memulai sunnah bagi seorang muslim yang akan dihukum mati orang kafir, untuk sholat dua rakaat.
Baca juga: Kisah Umar Bin Al-Khattab Menyelidiki Gubernurnya yang Tak Pernah Setor Pajak
Buku "Uyun Al-Hikayat Min Qashash Ash-Shalihin wa Nawodir Az-Zahidin" karya Imam Ibnul Jauzi mengisahkan tentang syahidnya Khubaib bin Adi dengan mengutip Amr bin Abi Sufyan bin Usaid bin Jariyah Ats-Tsaqafi yang menyampaikan kisah dari Abu Hurairah .
Abu Hurairah mengatakan Rasulullah SAW mengutus 10 orang sebagai satu pasukan, dan menunjuk Ashim bin Tsabit Al-Anshari sebagai pemimpin mereka.
Ketika mereka berada di wilayah Haddah, antara Usfan dan Makkah, keberadaan mereka diketahui sekelompok orang dari suku Hudzail, yang dikenal sebagai Banu Lahyan.
Orang-orang dari Banu Lahyan dengan kekuatan sekitar 100 orang pemanah, melakukan penyisiran dan pengejaran terhadap pasukan muslim tersebut. Mereka mendapati tanda-tanda sisa kurma yang dimakan pasukan muslim di satu tempat yang pernah mereka singgahi.
Melihat sisa kurma tersebut, pasukan dari Banu Lahyan segera mengenalinya sebagai kurma dari Yatsrib (Madinah), sehingga mereka pun menguntit jejak-jejaknya.
Ketika Ashim dan pasukannya merasakan kehadiran tentara pengejar, dia segera bergerak ke satu tempat luas yang terbuka. Pasukan dari Banu Lahyan pun mengepung mereka.
Kemudian pimpinan pasukan Banu Lahyan berkata, “Turunlah, dan menyerahlah. Kami akan memberikan janji dan jaminan tidak akan membunuh seorang pun dari kalian.”
Ashim bin Tsabit berkata, “Wahai kaumku, saya tidak mau berada dalam jaminan orang kafir. Ya Allah, sampaikanlah berita kami ini kepada Nabi-Mu.”
Baca juga: Kisah Umar Bin Al-Khattab Menyelidiki Gubernurnya yang Tak Pernah Setor Pajak
Buku "Uyun Al-Hikayat Min Qashash Ash-Shalihin wa Nawodir Az-Zahidin" karya Imam Ibnul Jauzi mengisahkan tentang syahidnya Khubaib bin Adi dengan mengutip Amr bin Abi Sufyan bin Usaid bin Jariyah Ats-Tsaqafi yang menyampaikan kisah dari Abu Hurairah .
Abu Hurairah mengatakan Rasulullah SAW mengutus 10 orang sebagai satu pasukan, dan menunjuk Ashim bin Tsabit Al-Anshari sebagai pemimpin mereka.
Ketika mereka berada di wilayah Haddah, antara Usfan dan Makkah, keberadaan mereka diketahui sekelompok orang dari suku Hudzail, yang dikenal sebagai Banu Lahyan.
Orang-orang dari Banu Lahyan dengan kekuatan sekitar 100 orang pemanah, melakukan penyisiran dan pengejaran terhadap pasukan muslim tersebut. Mereka mendapati tanda-tanda sisa kurma yang dimakan pasukan muslim di satu tempat yang pernah mereka singgahi.
Melihat sisa kurma tersebut, pasukan dari Banu Lahyan segera mengenalinya sebagai kurma dari Yatsrib (Madinah), sehingga mereka pun menguntit jejak-jejaknya.
Ketika Ashim dan pasukannya merasakan kehadiran tentara pengejar, dia segera bergerak ke satu tempat luas yang terbuka. Pasukan dari Banu Lahyan pun mengepung mereka.
Kemudian pimpinan pasukan Banu Lahyan berkata, “Turunlah, dan menyerahlah. Kami akan memberikan janji dan jaminan tidak akan membunuh seorang pun dari kalian.”
Ashim bin Tsabit berkata, “Wahai kaumku, saya tidak mau berada dalam jaminan orang kafir. Ya Allah, sampaikanlah berita kami ini kepada Nabi-Mu.”
Lihat Juga :