Begini Sholat Nabi Zakariya saat Didatangi Malaikat Jibril
Minggu, 19 Desember 2021 - 09:03 WIB
loading...
A
A
A
Jumlah sifat dari “qaa'imun" yang dimaksud adalah sholat yang memiliki sifat perbuatan dan bacaan, sebagaimana pendapat kebanyakan ulama ahli tafsir.
Baca juga: Surat Ali Imran Ayat 38: Nabi Zakariya dan Doa Mohon Anak yang Saleh
Ibnu Mundzir dari Tsabit mengatakan, “Sholat adalah berkhidmat menghadap kepada Allah di muka bumi ini. Seandainya hendak memberi tahu ada sesuatu yang lebih utama, tentulah Allah tidak mengatakan “wa huwa yushallii'" Ada lagi yang mengatakan bahwa yang dimaksud “wa huwa qqaa'imun" (sedang ia tengah berdiri melakukan sholat). Kata “qaa'imun" itu menunjukkan disyariatkannya sholat dalam syariat Nabi Zakaria AS dan kaumnya."
Syamsuddin Noor berkesimpulan jelaslah bagi kita, bahwa sholat itu dilakukan dengan perkataan (bacaan-bacaan doa di dalamnya) dan perbuatan (berdiri, rukuk, dan sujud). Yakni, sebagaimana tersirat dari kisah berdiri dan berdoanya Nabi Zakaria AS di Masjidil Aqsa, dalam mihrab.
Al-Imam Baqaa'i dalam tafsirnya, “Nadzmud Durur" menjelaskan, bahwa Allah SWT tergantung baik sangka hamba kepadaNya. Dia mendengar doa hamba-Nya, Nabi Zakaria.
Nabi Zakaria AS yakin sekali bahwa Allah akan sangat mudah memberinya keturunan, meskipun ia dan istrinya sudah tua serta istrinya mandul. Allah mengabulkan doanya, sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya dalam surat Ali Imran ayat 39. Sungguh, terkabulnya doa Zakaria adalah sebab doa dan baik sangkaannya kepada Allah SWT.
Disebutkan bahwa ketika malaikat diutus datang dan memanggil Nabi Zakaria, beliau sedang berdiri melakukan sholat di tempat yang disebut mihrab (sebuah tempat memeranginya seorang hamba kepada bujuk rayu setan). Mihrab merupakan tempat yang dianggap mulia dalam masjid (Masjid Al-Aqsa).
Bagaimana shalatnya? Berkata Al-Harali, “Berdiri dalam sholatnya Nabi Zakaria adalah pertanda bagi cepat terkabulnya doa. Biasanya sebuah doa, bila dipanjatkan dalam keadaan berdiri sholat, i'tikaf, dan berlama-lama dalam mendirikan sholat, lebih cepat kemungkinannya untuk dikabulkan.
Sholatnya Nabi Zakaria adalah berdiri. Memang demikianlah bahwa sholat biasa dilakukan dengan berdiri, sedangkan sujud adalah perbuatan selanjutnya, dan rukuk berada di antara keduanya (berdiri dan sujud).
"Jadi, Allah menceritakan hal sholat Nabi Zakaria dalam keadaan berdiri sebagai pertanda bahwa hukum berdiri dalam sholat sudah berlaku sejak dulu,” ujar Imam Baqa'i yang bernama lengkap Ibrahim bin Umar bin Hasan Ar-Ribath bin “Ali bin Abi Bakar Al-Baqa'i.
Baca juga: Kisah Nabi Zakariya Mendambakan Anak Saleh, Allah Karuniakan Nabi Yahya
Baca juga: Surat Ali Imran Ayat 38: Nabi Zakariya dan Doa Mohon Anak yang Saleh
Ibnu Mundzir dari Tsabit mengatakan, “Sholat adalah berkhidmat menghadap kepada Allah di muka bumi ini. Seandainya hendak memberi tahu ada sesuatu yang lebih utama, tentulah Allah tidak mengatakan “wa huwa yushallii'" Ada lagi yang mengatakan bahwa yang dimaksud “wa huwa qqaa'imun" (sedang ia tengah berdiri melakukan sholat). Kata “qaa'imun" itu menunjukkan disyariatkannya sholat dalam syariat Nabi Zakaria AS dan kaumnya."
Syamsuddin Noor berkesimpulan jelaslah bagi kita, bahwa sholat itu dilakukan dengan perkataan (bacaan-bacaan doa di dalamnya) dan perbuatan (berdiri, rukuk, dan sujud). Yakni, sebagaimana tersirat dari kisah berdiri dan berdoanya Nabi Zakaria AS di Masjidil Aqsa, dalam mihrab.
Al-Imam Baqaa'i dalam tafsirnya, “Nadzmud Durur" menjelaskan, bahwa Allah SWT tergantung baik sangka hamba kepadaNya. Dia mendengar doa hamba-Nya, Nabi Zakaria.
Nabi Zakaria AS yakin sekali bahwa Allah akan sangat mudah memberinya keturunan, meskipun ia dan istrinya sudah tua serta istrinya mandul. Allah mengabulkan doanya, sebagaimana disebutkan dalam firman-Nya dalam surat Ali Imran ayat 39. Sungguh, terkabulnya doa Zakaria adalah sebab doa dan baik sangkaannya kepada Allah SWT.
Disebutkan bahwa ketika malaikat diutus datang dan memanggil Nabi Zakaria, beliau sedang berdiri melakukan sholat di tempat yang disebut mihrab (sebuah tempat memeranginya seorang hamba kepada bujuk rayu setan). Mihrab merupakan tempat yang dianggap mulia dalam masjid (Masjid Al-Aqsa).
Bagaimana shalatnya? Berkata Al-Harali, “Berdiri dalam sholatnya Nabi Zakaria adalah pertanda bagi cepat terkabulnya doa. Biasanya sebuah doa, bila dipanjatkan dalam keadaan berdiri sholat, i'tikaf, dan berlama-lama dalam mendirikan sholat, lebih cepat kemungkinannya untuk dikabulkan.
Sholatnya Nabi Zakaria adalah berdiri. Memang demikianlah bahwa sholat biasa dilakukan dengan berdiri, sedangkan sujud adalah perbuatan selanjutnya, dan rukuk berada di antara keduanya (berdiri dan sujud).
"Jadi, Allah menceritakan hal sholat Nabi Zakaria dalam keadaan berdiri sebagai pertanda bahwa hukum berdiri dalam sholat sudah berlaku sejak dulu,” ujar Imam Baqa'i yang bernama lengkap Ibrahim bin Umar bin Hasan Ar-Ribath bin “Ali bin Abi Bakar Al-Baqa'i.
Baca juga: Kisah Nabi Zakariya Mendambakan Anak Saleh, Allah Karuniakan Nabi Yahya
(mhy)
Lihat Juga :