Kisah Sufi Pir-i-do-Sara: Si Tolol, si Bijak, dan Kendi
Rabu, 22 Desember 2021 - 11:29 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Kisah Sufi Kalandar: Kecurigaan Perselingkuhan dalam Peti Kuno Nuri Bey
Idries Shah menjelaskan suatu pokok persoalan yang banyak diperbincangkan di kalangan para guru darwis adalah bahwa kemanusiaan umumnya tidak mampu mengenali kecenderungan tersembunyi dalam peristiwa-peristiwa yang memungkinkannya untuk memanfaatkannya bagi kepenuhan hidup.
Mereka yang mampu melihat kecenderungan itu disebut Orang Bijak, sedangkan orang biasa dikatakan 'tertidur', atau disebut Orang Tolol.
Kisah ini juga diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia antara lain oleh Ahmad Bahar dalam bukunya berjudul Harta Karun dari Timur Tengah - Kisah Bijak Para Sufi.
Baca juga: Kisah Sufi Abdullah Ansar: Bila Takdir Telah Campur Tangan
Idries Shah menjelaskan suatu pokok persoalan yang banyak diperbincangkan di kalangan para guru darwis adalah bahwa kemanusiaan umumnya tidak mampu mengenali kecenderungan tersembunyi dalam peristiwa-peristiwa yang memungkinkannya untuk memanfaatkannya bagi kepenuhan hidup.
Mereka yang mampu melihat kecenderungan itu disebut Orang Bijak, sedangkan orang biasa dikatakan 'tertidur', atau disebut Orang Tolol.
Kisah ini juga diterjemahkan dalam Bahasa Indonesia antara lain oleh Ahmad Bahar dalam bukunya berjudul Harta Karun dari Timur Tengah - Kisah Bijak Para Sufi.
Baca juga: Kisah Sufi Abdullah Ansar: Bila Takdir Telah Campur Tangan
(mhy)
Lihat Juga :