Anda Patah Hati? Jangan Khawatir Ini Cara terbaik Mengatasinya Dalam Pandangan Syariat
Rabu, 29 Desember 2021 - 15:33 WIB
loading...
A
A
A
1. Meningkatkan intensitas membaca Al-Quran
Al-Quran bisa menjadi obat bagi orang-orang yang di dalam hatinya terdapat penyakit. Dengan memperbanyak membaca firman Allah SWT hati pasti menjadi lebih damai dan tenang. Di samping itu, usahakan juga untuk membaca Al-Quran terjemahan. Sebab dengan memahami makna-makna ayat Al-Quran kita pun bisa semakin meningkatkan iman. (Baca juga: Keutamaan membaca alquran di Bulan Ramadhan–Cara cepat membaca alquran–Bahagia menurut al quran)
2. Berwudhu dan shalat
Ketika hati sedih, amarah memuncak, pikiran kalut dan tidak tenang maka segeralah mengambil wudhu dan jalankan shalat. Kedua aktivitasi ini (wudhu dan solat) bisa menjauhkanmu dari bisikan-bisikan syetan sekaligus meredahkan emosi. (Baca juga: Cara berwudhu yang benar)
3. Memperbanyak berdzikir
Berdzikir dapat menenangkan dan mententramkan hati. Dengan memperbanyak berdizir, segala masalah dan kegundahan hati akan hilang perlahan.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (Qs. ar-Ra’du: 28).
4. Berkumpul di majelis-majelis ta’lim (pengajian)
Daripada menghabiskan waktu dengan menangis di kamar dan memikirkan orang yang tidak membawa manfaat untuk hidup kita, lebih baik kita menyibukkan diri dengan hal-hal yang bermanfaat. Semisal berkumpul di majelis ta’lim (pengajian). Disana kita bisa berkenalan dengan orang-orang shaleh dan mendapatkan ilmu baru perihal agama yang dapat meningkatkan ketaqwaan kita. (Baca juga: Cara meningkatkan akhlak)
5. Berhusnudzon kepada Allah SWT
Cara terakhir untuk mengobati patah hati dalam islam adalah dengan berprasangka baik (berhusnudzon) kepada Allah SWT. Mungkin kita dibuat patah hati agar tidak terhindar dari perbuatan maksiat. Atau mungkin orang tersebut tidak baik untuk kita, maka itu Allah jauhkan. Cobalah lapangkan hati. Sabar, ikhlas dan berhusnudzon. Dengan begitu hidup jadi semakin mudah dan hati bisa lebih gembira.
Baca juga: Hukum Suami Tidak Menafkahi Istri Beserta Dalilnya
Wallahu A'lam
Al-Quran bisa menjadi obat bagi orang-orang yang di dalam hatinya terdapat penyakit. Dengan memperbanyak membaca firman Allah SWT hati pasti menjadi lebih damai dan tenang. Di samping itu, usahakan juga untuk membaca Al-Quran terjemahan. Sebab dengan memahami makna-makna ayat Al-Quran kita pun bisa semakin meningkatkan iman. (Baca juga: Keutamaan membaca alquran di Bulan Ramadhan–Cara cepat membaca alquran–Bahagia menurut al quran)
2. Berwudhu dan shalat
Ketika hati sedih, amarah memuncak, pikiran kalut dan tidak tenang maka segeralah mengambil wudhu dan jalankan shalat. Kedua aktivitasi ini (wudhu dan solat) bisa menjauhkanmu dari bisikan-bisikan syetan sekaligus meredahkan emosi. (Baca juga: Cara berwudhu yang benar)
3. Memperbanyak berdzikir
Berdzikir dapat menenangkan dan mententramkan hati. Dengan memperbanyak berdizir, segala masalah dan kegundahan hati akan hilang perlahan.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram” (Qs. ar-Ra’du: 28).
4. Berkumpul di majelis-majelis ta’lim (pengajian)
Daripada menghabiskan waktu dengan menangis di kamar dan memikirkan orang yang tidak membawa manfaat untuk hidup kita, lebih baik kita menyibukkan diri dengan hal-hal yang bermanfaat. Semisal berkumpul di majelis ta’lim (pengajian). Disana kita bisa berkenalan dengan orang-orang shaleh dan mendapatkan ilmu baru perihal agama yang dapat meningkatkan ketaqwaan kita. (Baca juga: Cara meningkatkan akhlak)
5. Berhusnudzon kepada Allah SWT
Cara terakhir untuk mengobati patah hati dalam islam adalah dengan berprasangka baik (berhusnudzon) kepada Allah SWT. Mungkin kita dibuat patah hati agar tidak terhindar dari perbuatan maksiat. Atau mungkin orang tersebut tidak baik untuk kita, maka itu Allah jauhkan. Cobalah lapangkan hati. Sabar, ikhlas dan berhusnudzon. Dengan begitu hidup jadi semakin mudah dan hati bisa lebih gembira.
Baca juga: Hukum Suami Tidak Menafkahi Istri Beserta Dalilnya
Wallahu A'lam
(wid)
Lihat Juga :