Surat Yasin Ayat 41-42: Isyarat Perkembangan Transportasi Masa Depan
Jum'at, 31 Desember 2021 - 10:39 WIB
loading...
A
A
A
“Tidakkah engkau memperhatikan bahwa sesungguhnya kapal itu berlayar di laut dengan nikmat Allah, agar diperlihatkan-Nya kepadamu sebagian dari tanda-tanda (kebesaran)-Nya. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran)-Nya bagi setiap orang yang sangat sabar dan banyak bersyukur.”
Baca juga: Surat Yasin Ayat 38: Kuasa Allah SWT dalam Pergerakan Matahari
Sejatinya, menurut Laman Tafsir Al-Quran, pengemukaan kisah terselamatkannya manusia ini merupakan bentuk peringatan Allah SWT bagi orang-orang musyrik Makkah pada waktu itu. Allah menyangsikan sikap pembangkangan mereka terhadap risalah Nabi Muhammad SAW , padahal dahulu kala leluhur mereka pernah dianugerahi keselamatan dari bencana banjir bandang.
Quraish Shihab dalam Al-Misbah mengatakan bahwa andai leluhur mereka pada waktu tragedi banjir bandang itu tidak diselamatkan, mustahil mereka (musyrik Mekkah) ada. Anak dan cucu yang sangat mereka cintai juga tidak akan pernah ada. Namun karena kasih sayang Allah SWT akhirnya leluhur mereka terselamatkan dalam kapal Nabi Nuh AS.
Ahmad bin Muhammad al-Shawi dalam Hasyiah al-Shawi ‘ala Tafsir al-Jalalain memberikan tambahan informasi mengenai kapal Nabi Nuh AS. Kapal ini memiliki tiga tingkat. Pada tingkatan pertama ditempati oleh hewan-hewan buas dan hewan-hewan yang berbisa. Pada tingkatan ke dua ditempati oleh hewan-hewan ternak. Sedangkan pada tingkat ketiga ditempati oleh manusia dan burung-burung.
Itulah sedikit gambaran bagaimana kapal Nabi Nuh AS dapat bermanfaat bagi kelangsungan hidup manusia. Berkat adanya kapal Nabi Nuh yang merupakan perintah dari Allah SWT akhirnya makhluk-makhluk Allah bisa terselamatkan hingga saat ini.
Selain itu berkaitan dengan kapal Nabi Nuh AS tersebut, Allah menjadikan hal-hal serupa sebagai transportasi agar bisa dimanfaatkan oleh manusia. Sebagaimana dituturkan dalam ayat 42 surat Yasin.
Baca juga: Surat Yasin Ayat 37: Siang dan Malam Sebagai Tanda Kekuasaan Allah SWT
Dua Poros
Dalam memaknai ayat 42 tersebut ath-Thabari dalam "Jami' al-Bayan fi Ta'wil al-Qur'an" membagi pendapat ulama pada dua poros. Poros pertama adalah kalangan yang mengatakan bahwa yang dimaksud adalah transportasi darat, yaitu berupa unta atau hewan ternak lainnya. Pendapat ini diwakili oleh Ikrimah, Mujahid, ‘Abdulah bin Syaddad, dan al-Hasan.
Sedangkan poros yang kedua berpendapat bahwa yang dimaksud adalah transportasi laut, sebagaimana dikisahkan oleh ayat sebelumnya. Pendapat ini diwakili oleh Ibnu ‘Abbas, Abi Malik, Abi Salih, al-Dhahhak, Qatadah, dan Ibnu Zaid. Pendapat terakhir ini diamini oleh Wahbah Zuhaili.
Baca juga: Surat Yasin Ayat 38: Kuasa Allah SWT dalam Pergerakan Matahari
Sejatinya, menurut Laman Tafsir Al-Quran, pengemukaan kisah terselamatkannya manusia ini merupakan bentuk peringatan Allah SWT bagi orang-orang musyrik Makkah pada waktu itu. Allah menyangsikan sikap pembangkangan mereka terhadap risalah Nabi Muhammad SAW , padahal dahulu kala leluhur mereka pernah dianugerahi keselamatan dari bencana banjir bandang.
Quraish Shihab dalam Al-Misbah mengatakan bahwa andai leluhur mereka pada waktu tragedi banjir bandang itu tidak diselamatkan, mustahil mereka (musyrik Mekkah) ada. Anak dan cucu yang sangat mereka cintai juga tidak akan pernah ada. Namun karena kasih sayang Allah SWT akhirnya leluhur mereka terselamatkan dalam kapal Nabi Nuh AS.
Ahmad bin Muhammad al-Shawi dalam Hasyiah al-Shawi ‘ala Tafsir al-Jalalain memberikan tambahan informasi mengenai kapal Nabi Nuh AS. Kapal ini memiliki tiga tingkat. Pada tingkatan pertama ditempati oleh hewan-hewan buas dan hewan-hewan yang berbisa. Pada tingkatan ke dua ditempati oleh hewan-hewan ternak. Sedangkan pada tingkat ketiga ditempati oleh manusia dan burung-burung.
Itulah sedikit gambaran bagaimana kapal Nabi Nuh AS dapat bermanfaat bagi kelangsungan hidup manusia. Berkat adanya kapal Nabi Nuh yang merupakan perintah dari Allah SWT akhirnya makhluk-makhluk Allah bisa terselamatkan hingga saat ini.
Selain itu berkaitan dengan kapal Nabi Nuh AS tersebut, Allah menjadikan hal-hal serupa sebagai transportasi agar bisa dimanfaatkan oleh manusia. Sebagaimana dituturkan dalam ayat 42 surat Yasin.
Baca juga: Surat Yasin Ayat 37: Siang dan Malam Sebagai Tanda Kekuasaan Allah SWT
Dua Poros
Dalam memaknai ayat 42 tersebut ath-Thabari dalam "Jami' al-Bayan fi Ta'wil al-Qur'an" membagi pendapat ulama pada dua poros. Poros pertama adalah kalangan yang mengatakan bahwa yang dimaksud adalah transportasi darat, yaitu berupa unta atau hewan ternak lainnya. Pendapat ini diwakili oleh Ikrimah, Mujahid, ‘Abdulah bin Syaddad, dan al-Hasan.
Sedangkan poros yang kedua berpendapat bahwa yang dimaksud adalah transportasi laut, sebagaimana dikisahkan oleh ayat sebelumnya. Pendapat ini diwakili oleh Ibnu ‘Abbas, Abi Malik, Abi Salih, al-Dhahhak, Qatadah, dan Ibnu Zaid. Pendapat terakhir ini diamini oleh Wahbah Zuhaili.
Lihat Juga :